Nov 29 2016

Movember

Huehehehe.. Judulnya keren banget ya? Yang jelas kata itu bukan ide saya, tapi “movember” adalah kata yang saya temui pada spanduk di salah satu mal yang saya kunjungi bulan ini. Pertama kali baca, saya langsung senyum-senyum sendiri. Unik sekaligus mengingatkan. “Movember” seperti menjadi alarm untuk saya sendiri, karena di bulan ini, Nopember, adalah bulan dimana jatah umur saya di dunia berkurang setiap tahunnya. Hhhmmm.. jadi ingin curhat.

Astagfirullohaladhim.. Sudah 29 tahun saya hidup di dunia ini. Saya merasa banyak ga manfaatnya. Seharian lebih banyak pegang hape melayani customer daripada pegang Al-Qur`an (duh). Ngaji cuma 15-30 menit tiap habis subuh, tapi betah berjam-jam mantengin instagram (gara-gara bacaan dirumah habis -alesan lagi-). Ngafalin Al-Qur`an sehari 1 ayat aja berasaa berattttt.. Padahal ngafalin toko-toko online shop cepet banget, bahkan ga mau ‘kehilangan’ nama tokonya. Jadi ketika ketemu kata “movember” berasa ‘ditampar’ saja.

Sesuai judulnya “movember”, sepertinya saya harus bisa move on di bulan Nopember ini, harus punya resolusi untuk kehidupan saya berikutnya (ga perlu nunggu tahun baru untuk berusaha menjadi lebih baik ya, hehe). Saya ingin hidup saya lebih bermanfaat! Realistisnya sih, tidak menggunakan waktu untuk hal-hal yang mubadzir. Tidak banyak melamun dengan ‘seandainya’ (duh, godaan setan banget ini untuk kufur nikmat). Mengingat lagi bahwa fungsi ibu sebagai madrasah pertama untuk anak-anaknya. Karena saya ingin anak-anak kami lebih pintar daripada bapak ibunya,  maka sudah seharusnya saya lebih perhatian dengan perkembangan si bocah. Tapi akhir-akhir ini saya dilanda kemalasan luar biasa dan ga tau mainan edukatif apalagi untuk menstimulasi si bocah (padahal kalo mau nyari, ada ya di internet!). Menjadi istri yang baik untuk suaminya (nah.. rajin masak Dif..).

Hehehe.. Maaf, sisi lain saya memang agak suka nyinyir. Oke-oke.. Saya mengaku bahwa saya terlalu sering ‘memperhatikan’ hape saya hingga malas berolah raga, malas masak, malas mencari materi baru untuk bocah (mentang-mentang ada nanny-nya), malas ngafalin Al-Qur`an, dan malas ikut lomba nulis lagi (huhuhu.. barusan melewatkan event lomba nulis yang hadiahnya bikin ngiler). Semoga setelah ini saya lebih disiplin lagi menggunakan waktu.

Tapi kalau dipikir-pikir, sebenarnya ga harus memusuhi hape juga sih, karena di dalam hape sekarang sudah ada Al-Qur`an dan ada memo untuk menulis ide tulisan yang tiba-tiba muncul. Jadi ini hanya soal manajemen waktu saja. Insya Alloh kedepannya saya harus lebih bisa mengatur jadwal kehidupan saya (cieee.. jadwal kehidupan, hehe.. semoga usia saya berkah ya Alloh.. aammiiinn). Ingatkan saya ya!


Oct 21 2016

Si Anti Buah

Sebenarnya judulnya ga ingin begitu-begitu banget, tapi memang keadaannya begitu nih, gimana dong? Wekekeke.. Saya khawatir nanti sampai gedhe dia benar-benar anti buah gitu lho, hadehhh.. Ngomongin siapa sih? Yaaaa.. Siapa lagi kalau bukan si bocah. Faraza Naureen Achda. Ni bocah memang benar-benar anti buah. Sejak sekitar umur dua tahun dia benar-benar menolak buah. Segala macam buah, ga ada pengecualian, titik. Kecuali buahnya dibuat es krim. Padahal sebelum umur dua tahun dia suka buah lho. Bahkan yang asem-asem sejenis kiwi, stroberi, jeruk, dan lain-lain, langsung di hap saja. Sekarang, di jus, di smooties, di olah apa saja dia tetap ga mau *emaknyasedih.

Terus, asupan vitaminnya dari mana? Tanya seorang kawan kepada saya. Alhamdulillah dia masih mau sayur. Segala sayur dia mau, cuma ya ga banyak. Nah, karena saya takut dia kekurangan serat, maka dia pun mengonsumsi madu yang di dalamnya ada ekstra buah-buahan plus habbatusauda untuk daya tahan tubuhnya. Maaf ya.. Ini bukan 100% iklan, tapi benar-benar pengalaman saya pribadi. Madu Extrafood dari HPAI namanya. Alhamdulillah Fazna berjodoh dengan madu ini (kalau produknya tidak bagus, saya ga akan ulas, tapi karena produknya mantap banget, saya pun dengan senang hati mengulasnya). Fazna yang anti buah pun BAB-nya tetap lancar setiap hari, dan alhamdulillah lagi dia jarang sakit (astagfirulloh.. semoga ini bukan ulasan yang termasuk menyombongkan diri ya pembaca). Ketika teman-temannya sakit karena cuaca akhir-akhir ini yang tak menentu, Fazna alhamdulillah segar bugar. Oiya, menariknya lagi, madu ini rasanya tidak seperti madu konvensional, karena madu Extrafood dari HPAI ini rasanya persis permen. Enakkkkk.. Bangettt… (emaknya kadang-kadang mau juga, wekekeke). Dimana bisa ngedapetin madu ini? Bisa hubungi saya langsung atau tanyakan ke teman-teman terdekat yang biasanya “dagang” dari rumah, hehehe. Untuk yang sudah merasakan manfaatnya, madu ini termasuk murah (info harga dan lain-lain, bisa hubungi saya langsung ya), jauh lebih murah dari biaya dokter yang harus dibayar ketika anak sakit.

extra-food

Ini penampakan madunya (foto bukan milik saya ya).

Continue reading


Sep 21 2016

The Nanny

“Lho, kalau keluarga dan tetangga-tetanggamu pada kerja di luar negeri, kenapa kamu ga sekalian kerja ke sana?” tanya saya kepada gadis lugu ini ketika pertama kali kami ngobrol dari hati ke hati.

“Terakhir ketemu Ibu saya, waktu saya masih SD kelas 2 mbak. Setelah itu Ibu saya berangkat ke Malaysia dan ga berkabar sama sekali. Katanya nyari uang untuk sekolah saya dan kakak saya, tapi malah ga ada wujudnya. Jadi saya sekolah sampai SMP saja mbak. Ibu saya seperti hilang ga balik-balik, saya trauma. Makanya setiap saya disuruh kerja ke luar negeri ama Bulik saya, saya ga mau,” sahutnya pasrah.

Oalahhhh.. Pantas.. Sewaktu dia bilang rumahnya Srengat, Blitar, Jatim, saya heran, kenapa dia mau kerja di tempat saya ya? Karena daerah tempat tinggalnya ini terkenal dengan warganya yang gemar kerja ke luar negeri sebagai TKI. Ternyata begitu alasannya. Alhamdulillah.. Berarti dibalik musibah ada hikmah yang bisa diambil, hikmahnya adalah bertemu dengan saya, hehehe.

Continue reading


Jul 30 2016

Family Gathering in Jogja

Setiap lebaran hari ke dua, saya beserta suami dan anak selalu mudik ke kampung halaman saya, Kertosono, Jawa Timur. Kadang naik pesawat, kadang naik kereta. Kalau saya pribadi sih suka naik kereta, selain sekarang kereta sudah tertib, teratur, dan bersih, tapi juga karena Stasiun Kertosono sangat dekat dengan rumah orang tua saya. Kalau tidak ada sopir yang menjemput, bisalah kami naik becak, hehehe. Kalau naik pesawat, dari Surabaya ke Kertosono membutuhkan waktu normal tiga jam. Tapi kalau sedang lebaran, bisa dipastikan lalu lintas semakin padat, dan akan semakin lama di jalan (duh!).

Nah, lebaran kemarin terasa berbeda. Biasanya, setiap lebaran kami berkumpul di rumah Almarhum Eyang di Kertosono, tapi kali ini kami silaturahim sekalian liburan, lengkap dengan sepupu-sepupu dari keluarga bapak. Seumur-umur, baru kali ini kami bisa family gathering sekaligus libur lebaran bareng dengan keluarga (sangat) besar. Masya Alloh.. Banyak banget (lebih kurang 50 orang) dan tentu saja sangat ramai! Mulai dari eyang-eyang hingga cucu-cucu yang berusia satu tahun, berusaha ikut semua.

Kali ini Jogja yang menjadi tujuan liburan kami. Karena wilayah Jogja yang terletak di “tengah”, maka kami yang domisilinya dimana-mana (alias pencar-pencar dari ujung ke ujung Jawa), sepakat untuk bertemu langsung di kota Gudeg ini. Alhamdulillah.. Saya dari Jakarta masih kebagian tiket kereta tambahan Argo Dwipangga. Setiba di Jogja sore itu dan bertemu keluarga, rasanya senanggggg banget bisa bertemu saudara-saudara dengan suasana baru.

2

Suasana di Kereta Argo Dwipangga, perjalanan Jakarta-Jogja.

Oiya, kami menginap di Hotel Harper Jogja selama empat hari tiga malam. Dan selama tiga hari itu, kami menyewa dua bus medium untuk mengelilingi kota Yogja. Mulai dari pusat kota, hingga ke pantai. Meski beberapa dari kami sering ke Yogja, tapi kami diperlakukan seolah-olah ikut tur beneran, hihihi. Ada guide-nya yang menjelaskan jalan-jalan yang kita lewati, ke tempat-tempat wisata baru yang asyik, dan disediakan snack-snack pengganjal perut.

1

Kamar tempat kami menginap. Continue reading


Jun 27 2016

Apa Kabar Cinta?

Baru kali ini saya mengikuti seminar Teh Kiki setelah sebelumnya sempat mengobrol (karena kebetulan beliau adalah kakak ipar tetangga saya) dan selesai membaca dua bukunya yang selalu best seller. Aduuuhhhh.. Malu banget rasanya dengan diri ini. Baru punya anak satu saja stock sabarnya sold out melulu, nah Teh Kiki, anaknya lima (dan sekarang sedang hamil anak keenam) tapi stock sabarnya ga habis-habis.

“Zaman sekarang ya, memiliki anak cowok sama khawatirnya dengan memiliki anak cewek. Pornografi begitu merajarela. Bayangkan, uploader tertinggi usia remaja berasal dari Indonesia! Cara termudah untuk menghancurkan sebuah negara adalah dengan pornografi. Jika narkoba hanya merusak tiga bagian otak, maka pornografi merusak lima bagian otak. Pornografi itu menghilangkan minat baca, menjadikan anak malas, dan menjadikan anak nekad,” kata Teh Kiki.

“Ingin menikahkan anak tanpa pacaran itu mulainya sejak bayi. Usahakan tidak memberikan tontonan yang tidak mendidik. Semisal cerita tentang princess, jangan kaget kalau pas remaja, anak kita ingin pacaran dan genit dengan laki-laki. Lha asupan bacaan dan tontonannya sedari kecil Frozen, Putri Salju, Cinderella, dll. Anak-anak krisis idola karena orang tua ‘salah’ memberikan idola. Begitu juga dengan yang laki-laki. Usahakan tidak memberikan tontonan yang berupa kekerasan fisik,” lanjut Teh Kiki. Duh.. Reminder banget bagian ini. Soalnya Fazna suka banget dengan Frozen, tapi sebenarnya dia lebih suka lagunya saja sih. Kalau jalan ceritanya, dia dari awal saya samar-samarin. Misalnya dalam buku tersebut ada laki-laki dan perempuan saling berpelukan, biasanya saya cerita kalau yang boleh beradegan seperti itu hanyalah papa dan mama. Tapi mulai detik ini saya akan lebih selektif lagi mencari buku-buku yang lebih mendidik. Sementara buku-buku princes-princes-an saya sembunyikan, hehehe. Kepada penerbit-penerbit buku, pleaseeeee.. Bikin buku cerita tentang sirah nabawi beserta gambarnya yang bagus-bagus dan terjangkau ya (karena biasanya buku-buku Islami anak, gambarnya kurang bagus. Sekalinya ada yang bagus, harganya melambung. Makanya terjangkau itu penting, agar bisa dinikmati semua kalangan. Kalau yang bisa membeli dan membaca kalangan atas saja, bagaimana pendidikan di kalangan bawah?)! Insya Alloh saya akan bersuka hati membelinya. Continue reading


Jun 13 2016

Surga Menanti (Siapa?)

Duet maut banget ini bisa menghadirkan Abi Makki dan Syeikh Ali Jabber di waktu yang bersamaan, hehehe. Alhamdulillah bisa ikut kajian langsung, meski sebenarnya bisa live report lewat radio, atau streaming di youtube, tapi kalau saya pribadi sih lebih bisa menikmati kalau mencatat poin demi poin yang beliau-beliau sampaikan tepat di hadapan saya.

Syeikh Ali Jabber datangnya agak telat, jadi hampir dua jam pertama diisi oleh Abi Makki. Ustad ini yaaa.. sirah nabawi-nya manteb banget! Jadi senang dan ga bosen kalau mendengarkan beliau cerita.

a1

Continue reading


May 26 2016

Al-Gibran

Alhamdulillah.. Enaknya tinggal di Indonesia itu kalau mau belajar membaca Al-Qur`an tempatnya banyak. Ga di desa ga di kota, akses untuk belajarnya tinggal milih, cuma kitanya saja yang mau atau ga membenahi apa yang salah di dalam bacaan kita. Jangan merasa sudah benar dan ahli dengan bacaan kita ya, karena dari belum sekolah hingga SMP, orang tua saya selalu mengundang guru ngaji kerumah, nyatanya saya termasuk yang kurang lancar dalam membaca Al-Qur`an. Mungkin kurang serius juga sih ngajinya. Saya masih inget, jaman SD, kalau jamnya ngaji sore, saya malah lari-lari minta main saja. Ngaji juga ga pernah lebih dari satu halaman. Subhanalloh.. Nakalnya saya duluuuuu.. Untuk guru ngaji saya yang berganti-ganti, Pak Nur, Mbak Roh, dan Pak Firdaus, maafkan saya ya, dulu susah banget diajak ngaji. Dan terima kasih, sudah sabar mengajari saya yang waktu itu masih bandel banget, hm.. nyeselnya baru sekarang. Al-Fatehah untuk mereka.. Semoga hidupnya berkah, amien.

Tapi saya bersyukur banget, ada sekolah ngaji deket rumah, yang bisa dijangkau dengan jalan kaki, atau kalau mau naik angkot cuma bayar 2000, hehehe (bagi saya, akses kemana saja itu nyaman dan bikin happy kalau tempatnya dekat rumah). Apa yang masih salah dalam bacaan saya, bisa diperbaiki. Nama sekolahnya Al-Gibran. Ngajinya setiap hari Selasa dan Rabu. Khusus hari Selasa, kami ada kelas tahsin. Benar-benar dikupas tajwidnya. Mulai dari ikhfa apa, mad apa, cara bacanya, dan ada beberapa nama yang saya benar-benar baru tahu, wkwkwk. Plus untuk pertama kalinya saya ngaji pakai lagu.

gib45

Al-Gibran cabang Cinere

Continue reading


May 11 2016

Long Weekend

Rasanya masih belum bisa move on dari libur  panjang kemarin, hehehe.. Kalau kedatangan saudara dari Yogja, pasti acaranya jadi kemana-mana. Alhamdulillah.. Punya big family itu seneng ya? Meski untuk kumpul komplit itu moment yang langka, tapi sebisa mungkin kebersamaan dengan yang ada harus tetap dinikmati. Yuk intip kemana saja kita kami menghabiskan libur panjang ini..

mtf_cFzvA_1796.jpg

holdy14

Continue reading


Apr 7 2016

Mempersiapkan “Masa Depan” Anak

Ustadzahnya cuantikkkk.. Kulitnya mulus, suaranya kecil, dan tutur bicaranya lembut tapi tegas. Cara berpakaiannya pun Islami banget, jadi betah ngeliatnya, hehehe. Namanya Ustadzah Asti Ivo. Karena wajahnya yang cantik, beliau sering sekali memerankan tokoh protagonis dalam beberapa sinetronnya. Yuk kita ikuti kajian beliau yang membicarakan tentang anak.

ivo 5“Ada banyak orang tua di luar sana yang menyekolahkan serta memberikan les untuk anaknya dengan bermacam-macam bidang, misalnya piano, balet, jaritmatika, tapi ada lebih banyak lagi orang tua yang tidak menyiapkan anak-anaknya kelak menjadi ibu atau bapak,” urainya.

Continue reading


Apr 6 2016

Berdzikir dan Berfikir

Ustad Wijayanto ini ya, baru juga mukaddimah, belum sampai inti kajian, tapi yang perlu dicatat banyak amat, hehehe.. Dan karena jadwal syuting yang padat, maka ustadnya pun ga bisa lama-lama di Rumil (Rumah Ilmu) Al Hilya, jadi kajian tema ini masih bersambung di pertemuan yang akan datang. Tapi insya Alloh banyak kebaikan yang bisa diambil dari singkatnya pertemuan kami.

“Semua kegiatan baik itu harus diawali dengan bismillah, karena apabila tidak disertai dengan bismillah maka akan terputus berkahnya, terputus amalannya alias ga sampai kepada Alloh),” serunya.

“Amal-amal kita akan diterima jika disertai bismillah (karena bismillah ini memproteksi dari dosa), niat karena Alloh, dan sesuai petunjuk Alloh yang dicontohkan lewat Rasulnya,” sambungnya.

“Niat itu penting banget. Misal ada orang yang menabung, berniat untuk berhaji, belum sempat berhaji tapi sudah meninggal duluan, maka dalam catatan amalnya, orang ini sudah berhaji,” lanjut beliau.

“Ada hal-hal yang menghalangi doa, yaitu durhaka kepada orang tua, istri-istri yang menjengkelkan suami (begitu pun juga sebaliknya), dan adanya permusuhan dengan orang lain,” cetusnya.

“Hati-hati untuk ibu-ibu yang punya musuh ya. Bisa jadi amalan-amalan ibu-ibu disini sebesar dan setinggi gunung, tapi diakhirat nanti bisa menjadi orang-orang yang bangkrut karena pahala-pahalanya diambil oleh orang-orang yang pernah ibu-ibu sakiti hatinya. Ga bayar utanglah, ga bayar arisanlah, menggunjinglah, hati-hati lho ibu-ibu,” terangnya.

Continue reading