Jun 27 2016

Apa Kabar Cinta?

Baru kali ini saya mengikuti seminar Teh Kiki setelah sebelumnya sempat mengobrol (karena kebetulan beliau adalah kakak ipar tetangga saya) dan selesai membaca dua bukunya yang selalu best seller. Aduuuhhhh.. Malu banget rasanya dengan diri ini. Baru punya anak satu saja stock sabarnya sold out melulu, nah Teh Kiki, anaknya lima (dan sekarang sedang hamil anak keenam) tapi stock sabarnya ga habis-habis.

“Zaman sekarang ya, memiliki anak cowok sama khawatirnya dengan memiliki anak cewek. Pornografi begitu merajarela. Bayangkan, uploader tertinggi usia remaja berasal dari Indonesia! Cara termudah untuk menghancurkan sebuah negara adalah dengan pornografi. Jika narkoba hanya merusak tiga bagian otak, maka pornografi merusak lima bagian otak. Pornografi itu menghilangkan minat baca, menjadikan anak malas, dan menjadikan anak nekad,” kata Teh Kiki.

“Ingin menikahkan anak tanpa pacaran itu mulainya sejak bayi. Usahakan tidak memberikan tontonan yang tidak mendidik. Semisal cerita tentang princess, jangan kaget kalau pas remaja, anak kita ingin pacaran dan genit dengan laki-laki. Lha asupan bacaan dan tontonannya sedari kecil Frozen, Putri Salju, Cinderella, dll. Anak-anak krisis idola karena orang tua ‘salah’ memberikan idola. Begitu juga dengan yang laki-laki. Usahakan tidak memberikan tontonan yang berupa kekerasan fisik,” lanjut Teh Kiki. Duh.. Reminder banget bagian ini. Soalnya Fazna suka banget dengan Frozen, tapi sebenarnya dia lebih suka lagunya saja sih. Kalau jalan ceritanya, dia dari awal saya samar-samarin. Misalnya dalam buku tersebut ada laki-laki dan perempuan saling berpelukan, biasanya saya cerita kalau yang boleh beradegan seperti itu hanyalah papa dan mama. Tapi mulai detik ini saya akan lebih selektif lagi mencari buku-buku yang lebih mendidik. Sementara buku-buku princes-princes-an saya sembunyikan, hehehe. Kepada penerbit-penerbit buku, pleaseeeee.. Bikin buku cerita tentang sirah nabawi beserta gambarnya yang bagus-bagus dan terjangkau ya (karena biasanya buku-buku Islami anak, gambarnya kurang bagus. Sekalinya ada yang bagus, harganya melambung. Makanya terjangkau itu penting, agar bisa dinikmati semua kalangan. Kalau yang bisa membeli dan membaca kalangan atas saja, bagaimana pendidikan di kalangan bawah?)! Insya Alloh saya akan bersuka hati membelinya. Continue reading


Jun 13 2016

Surga Menanti (Siapa?)

Duet maut banget ini bisa menghadirkan Abi Makki dan Syeikh Ali Jabber di waktu yang bersamaan, hehehe. Alhamdulillah bisa ikut kajian langsung, meski sebenarnya bisa live report lewat radio, atau streaming di youtube, tapi kalau saya pribadi sih lebih bisa menikmati kalau mencatat poin demi poin yang beliau-beliau sampaikan tepat di hadapan saya.

Syeikh Ali Jabber datangnya agak telat, jadi hampir dua jam pertama diisi oleh Abi Makki. Ustad ini yaaa.. sirah nabawi-nya manteb banget! Jadi senang dan ga bosen kalau mendengarkan beliau cerita.

a1

Continue reading


May 26 2016

Al-Gibran

Alhamdulillah.. Enaknya tinggal di Indonesia itu kalau mau belajar membaca Al-Qur`an tempatnya banyak. Ga di desa ga di kota, akses untuk belajarnya tinggal milih, cuma kitanya saja yang mau atau ga membenahi apa yang salah di dalam bacaan kita. Jangan merasa sudah benar dan ahli dengan bacaan kita ya, karena dari belum sekolah hingga SMP, orang tua saya selalu mengundang guru ngaji kerumah, nyatanya saya termasuk yang kurang lancar dalam membaca Al-Qur`an. Mungkin kurang serius juga sih ngajinya. Saya masih inget, jaman SD, kalau jamnya ngaji sore, saya malah lari-lari minta main saja. Ngaji juga ga pernah lebih dari satu halaman. Subhanalloh.. Nakalnya saya duluuuuu.. Untuk guru ngaji saya yang berganti-ganti, Pak Nur, Mbak Roh, dan Pak Firdaus, maafkan saya ya, dulu susah banget diajak ngaji. Dan terima kasih, sudah sabar mengajari saya yang waktu itu masih bandel banget, hm.. nyeselnya baru sekarang. Al-Fatehah untuk mereka.. Semoga hidupnya berkah, amien.

Tapi saya bersyukur banget, ada sekolah ngaji deket rumah, yang bisa dijangkau dengan jalan kaki, atau kalau mau naik angkot cuma bayar 2000, hehehe (bagi saya, akses kemana saja itu nyaman dan bikin happy kalau tempatnya dekat rumah). Apa yang masih salah dalam bacaan saya, bisa diperbaiki. Nama sekolahnya Al-Gibran. Ngajinya setiap hari Selasa dan Rabu. Khusus hari Selasa, kami ada kelas tahsin. Benar-benar dikupas tajwidnya. Mulai dari ikhfa apa, mad apa, cara bacanya, dan ada beberapa nama yang saya benar-benar baru tahu, wkwkwk. Plus untuk pertama kalinya saya ngaji pakai lagu.

gib45

Al-Gibran cabang Cinere

Continue reading


Apr 7 2016

Mempersiapkan “Masa Depan” Anak

Ustadzahnya cuantikkkk.. Kulitnya mulus, suaranya kecil, dan tutur bicaranya lembut tapi tegas. Cara berpakaiannya pun Islami banget, jadi betah ngeliatnya, hehehe. Namanya Ustadzah Asti Ivo. Karena wajahnya yang cantik, beliau sering sekali memerankan tokoh protagonis dalam beberapa sinetronnya. Yuk kita ikuti kajian beliau yang membicarakan tentang anak.

ivo 5“Ada banyak orang tua di luar sana yang menyekolahkan serta memberikan les untuk anaknya dengan bermacam-macam bidang, misalnya piano, balet, jaritmatika, tapi ada lebih banyak lagi orang tua yang tidak menyiapkan anak-anaknya kelak menjadi ibu atau bapak,” urainya.

Continue reading


Apr 6 2016

Berdzikir dan Berfikir

Ustad Wijayanto ini ya, baru juga mukaddimah, belum sampai inti kajian, tapi yang perlu dicatat banyak amat, hehehe.. Dan karena jadwal syuting yang padat, maka ustadnya pun ga bisa lama-lama di Rumil (Rumah Ilmu) Al Hilya, jadi kajian tema ini masih bersambung di pertemuan yang akan datang. Tapi insya Alloh banyak kebaikan yang bisa diambil dari singkatnya pertemuan kami.

“Semua kegiatan baik itu harus diawali dengan bismillah, karena apabila tidak disertai dengan bismillah maka akan terputus berkahnya, terputus amalannya alias ga sampai kepada Alloh),” serunya.

“Amal-amal kita akan diterima jika disertai bismillah (karena bismillah ini memproteksi dari dosa), niat karena Alloh, dan sesuai petunjuk Alloh yang dicontohkan lewat Rasulnya,” sambungnya.

“Niat itu penting banget. Misal ada orang yang menabung, berniat untuk berhaji, belum sempat berhaji tapi sudah meninggal duluan, maka dalam catatan amalnya, orang ini sudah berhaji,” lanjut beliau.

“Ada hal-hal yang menghalangi doa, yaitu durhaka kepada orang tua, istri-istri yang menjengkelkan suami (begitu pun juga sebaliknya), dan adanya permusuhan dengan orang lain,” cetusnya.

“Hati-hati untuk ibu-ibu yang punya musuh ya. Bisa jadi amalan-amalan ibu-ibu disini sebesar dan setinggi gunung, tapi diakhirat nanti bisa menjadi orang-orang yang bangkrut karena pahala-pahalanya diambil oleh orang-orang yang pernah ibu-ibu sakiti hatinya. Ga bayar utanglah, ga bayar arisanlah, menggunjinglah, hati-hati lho ibu-ibu,” terangnya.

Continue reading


Mar 11 2016

Penyakit Hati

“Kalau ingin tahu kiat-kiat masuk surga, tanya ustad A. Kalau ingin tahu kiat-kiat menjadi orang beriman, tanya ustad B. Tapi kalau ingin tahu kiat-kiat masuk neraka, tanya Ustad Adipura, hehehehe”, seru Ustad Adipura sendiri sambil cengengesan seperti ketika sedang memerankan tokoh antagonisnya di salah satu sinetron.

“Maaf ya neranginnya agak out of the box. Hal ini dimaksudkan agar kita tahu cara menghindari neraka. Seperti misalnya kita akan ke Bandung lewat tol Cipularang, dengan tahu dimana saja ‘jalan rusaknya’ diharapkan kita bisa menghindari titik tersebut dan sampai tujuan dengan selamat. Daripada kepedean dengan luas dan lebarnya tol Cipularang tapi ga tahu titik rawannya dimana, sangat mungkin kita ‘tergelincir’ dan ga sampai ke tujuan, naudzubillah ”, sambungnya terdengar masuk akal.

4

Continue reading


Mar 5 2016

The Power of Tawakal

Kajian selama dua jam berasa kuranggggg, kalau yang ngisi kajiannya Ustad Fatih Karim. Pantas Ustad Felix maupun artis-artis papan atas Indonesia lainnya bisa hijrah setelah rutin mengikuti kajian beliau (selain karena memang diridhoi Alloh ya). Saya yang orangnya ga gampang nangis pun sempat berkaca-kaca mendengar tauziahnya. Bukan karena akting, tapi karena saya merasa bahwa banyak hal-hal yang lupa saya syukuri. Banyak keluh kesah hanya karena doa-doa yang saya panjatkan tak sesuai dengan desain yang Alloh rancang untuk saya. Saya sering lupa, bahwa Dia selalu memberi yang terbaik, yang saya butuhkan, bukan yang saya inginkan.

“Jangan memaksa Alloh, karena Alloh tahu yang terbaik,” kata beliau.

Yup.. Tema kajian kemarin adalah tentang tawakal. Tawakal menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) adalah pasrah diri kepada kehendak Alloh; percaya dengan sepenuh hati kepada Alloh. Pasrah diri itu tidak boleh ditelan bulat-bulat, karena pasrah diri hanya bisa dilalui jika ikhtiarnya (usaha) sudah maksimal. Seperti halnya jika kita akan bepergian ke luar kota. Ikhtiar kita adalah mengunci rumah, menutup jendela, dan melakukan usaha meminimalisir kejahatan lainnya. Tapi jika akhirnya rumah kita kebobolan maling, itu berarti atas ijin Alloh dan kita harus tawakal, pasrah diri kepada kehendak Alloh, pasti ada hikmah di setiap kejadian. Nah, beda lagi kalau kita pergi tanpa mengunci rumah, tanpa menutup jendela, ya pantas saja kebobolan maling! Itu salah kita sendiri, sebab ikhtiar kita kurang sempurna.

“Tawakal adalah urusan hati, yang berkaitan dengan masalah akidah. Tawakal itu hanya kepada Alloh, tidak berkaitan dengan sebab akibat, dan Alloh mencintai orang yang bertawakal. Contohnya, orang ingin pergi ke Bandung. Tapi dia hanya berdoa saja di tepi jalan tanpa menghentikan bus atau mencari tahu bagaimana caranya agar sampai Bandung, ya jelas ga sampai-sampai ke tujuan. Harus ada ikhtiar dibalik tawakal,” lanjutnya.

IMG-20160303-WA0000

Continue reading


Oct 2 2015

Sabar itu Berbuah Manis

Saya curiga ustad yang satu ini ada turunan Arabnya, habis hidungnya mancung amat! Wakakaka.. Kalau orang Indonesia asli ya ga mungkin punya hidung macam begitu. Hehehe.. Usil banget ngomentari orang ya? Yuk ah langsung ke isi kajiannya..

Manusia berbuat salah dan dosa itu wajar, ya namanya juga manusia. Kalau yang bersih sih sih namanya malaikat, karena malaikat itu konstan, ga punya nafsu, keberadaannya khusus untuk menyembah Alloh semata. Lha manusia itu nafsunya banyak, dan paling susah menaklukkan nafsu diri sendiri (menurut pengalaman pribadi). Tapi emang mau, hidup bergelimang dosa mulu? Mau sampai kapan? Sedangkan kita harus siap setiap saat jika ajal menjemput. Jadi, meskipun manusia dipastikan selalu berbuat salah dan dosa, tapi selalu ada cara untuk “mendekati” Alloh yang Maha Pengampun!

Hakikat hidup di dunia ini adalah menghadapi masalah satu ke masalah yang lain. Isinya ujiaaaaaannnnn.. terus, hingga “waktu” yang ditentukan untuk mempertanggung jawabkan semua. Ga ada yang ga dapat ujian. Kalau ga mau dapet ujian, silahkan dikafani *ups. Semakin berat ujian seseorang, semakin sabar dia, semakin diangkat pula derajatnya oleh Alloh. Memang yach.. Sabar itu sifat keharusan yang wajib dimiliki manusia jika ingin selamat di dunia. Ibarat kalau kita ingin dapat “nilai bagus” dalam ujian, kisi-kisinya ada dua, sabar dan sholat!

Wahai orang-orang yang berIman jadikan lah sabar dan sholat sebagai penolong mu. QS. AL-Baqarah : 153. Continue reading


Aug 28 2015

Kapan Haji?

Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah; Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam. (Ali-Imron : 97)

Karena sebentar lagi bulan haji, maka tema kajian Mamah Dedeh kali ini membahas tentang haji. Duhhhh.. Jadi pengen banget kesanaaaa. Hikkk.. Semoga saya beserta suami serta teman-teman pembaca yang dirahmati Alloh ini segera dimampukan untuk kesana. Aaammiieenn..

Haji termasuk dalam rukun Islam nomer 5 yang salah satu syaratnya adalah mampu. Mampu atau sanggup sendiri memiliki 2 maksud:

1. Mampu dengan sendirinya

Maksud dari kriteria “mampu dengan sendirinya” adalah, apabila memiliki tabungan yang cukup dan badan masih sehat, haji harus disegerakan, jangan ditunda-tunda lagi. Karena ditakutkan tahun depan tidak semampu tahun ini atau kesehatan tak sesehat tahun ini. Jika kondisinya mampu dan sehat tapi merasa tidak dipanggil, plis deh ya.. Alloh, melalui Nabi Ibrahim sudah mengumandangkan panggilan haji sejak 3600 tahun yg lalu. Jadi yuk dibaca itu Al-Qur`an beserta terjemahannya, jangan jadi pajangan saja, jangan ngeliatin instagram aja (wakakaka.. ini mah aku banget! Duh.. Maaf Gustiiii).

Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh. (Al-Hajj : 27).

2.  Mampu dengan bantuan orang lain

a. Orangnya kaya, tapi kondisinya sakit, maka hajinya bisa dilaksanakan orang lain. Hukumnya wajib. Ayo temen-temen yang bapak ibunya, pakde budhe, saudara-saudara lain yang belum haji, tapi mampu meskipun kondisinya sedang sakit, dikasih tahu ya, bahwa kewajiban hajinya bisa dilaksanakan orang lain.

b. Orangnya kaya, tapi sudah meninggal dunia, maka hajinya bisa dilaksanakan orang lain. Ini hukumnya juga wajib, sama dengan yang diatas.

c. Hidupnya ga kaya, tapi anak turunnya bisa menghajikan orang tuanya (atau saudara yang lain) maka hukum hajinya sunnah.

Continue reading


Aug 25 2015

Mencetak Generasi Rabbani

Sering banget membaca tips dan trik mencetak generasi Rabbani yang menggiurkan bagi ibu-ibu rumah tangga macam saya. Pengen banget punya anak yang sholeh sollihah, tapi dimulai darimana? Bagaimana? Modelnya seperti apa?

Nah.. Kemarin saya berkesempatan ikut dalam bedah buku “Mencetak Generasi Rabbani” karangan Ummu Ihsan Choiriyah dan Abu Ihsan al-Atsary. Bedah bukunya dimulai dari awal hingga akhir halaman, dan dibahas sub bab demi sub bab (jadi nyesel ga bisa rutin kajian.. zzzzz).

Pembahasan sub bab kali ini dipandu oleh Ustad Subhan Bawazier. Seorang ustad asli Arab Betawi yang pembawaannya lucu seru! Dari awal hingga akhir kajian bawaannya diajak ketawa mulu, jadi ga ngantuk sama sekali.

IMG-20150821-WA0024

Foto by @thye3110

Dalam buku tersebut, disebutkan bahwa salah satu cara mencetak generasi Rabbani adalah dengan mendorong anak kita untuk memiliki sahabat yang baik.

“Karena kadang omongan teman itu lebih didengar, dari omongan orang tuanya bu. Kalau misalnya anak kita sedang tak sependapat dengan kita, biasanya dia kan ‘kabur’ dari rumah ya buk, nah disitulah sosok sahabat berperan. Kalau sahabatnya baik, pasti anak kita disuruh pulang, minta maaf ke kita, trus nasihatnya ‘mumpung orang tuamu masih hidup’. Tapi kalau temannya ga baik, tahu anak kita kabur dari rumah, yang ada dia malah seneng karena merasa punya teman. Hati-hati lho bu, anak-anak itu tergantung dari agama temannya,” terang si ustad nyentrik ini.

Continue reading