Mar 27 2017

(Hampir) Kehilangan

Beberapa minggu yang lalu saya hampir kehilangan seseorang yang sudah seperti bagian dari keluarga saya sendiri. Tiba-tiba saja, asisten rumah tangga saya, Ayu, pergi tanpa pamit lewat surat yang diletakkan di sofa tempat saya biasa duduk. Dia menyatakan bahwa dia tidak ingin bekerja kepada saya lagi. Seketika terasa ada “lubang” yang menganga di hati saya saat itu. Dia yang sudah seperti adik saya sendiri telah menginginkan pergi dari sisi saya. Nangis? Iya.. Saya nangis. Entahlah.. Saya paling ga bisa “ditinggal”. Fazna? Jangan ditanya.. Hampir setiap dia bosan, dia selalu bertanya,”Mbak Ayu mana?”

Beberapa hari sejak kepergiannya, ritme kehidupan saya berubah. Benar-benar totally house wife lah, hehehe. Tapi anehnya saya menikmatinya. Jadi flash back zaman-zaman di Auckland, “sendiri”. Perlahan-lahan saya mulai mengikhlaskan Ayu, yang saya pikir akan menyusul ibunya di Malaysia. Mem-WA dia untuk kapan-kapan kita bertemu, tapi jangan sampai Fazna melihat dia, karena saya saja berat ditinggal Ayu, apalagi Fazna. Kami dengannya sudah “melekat”.

Di saat kami sudah mulai mengikhlaskannya, tiba-tiba seminggu kemudian saya ditelpon olehnya dalam keadaan nangis. Kontan saya kaget dan sangat khawatir dengan keadaannya. Dia dimana? Diapakan oleh siapa? Saya penasaran sekaligus tak tahu apa-apa tentang keberadaannya. Akhirnya kami mengobrol di WA. Singkat cerita, dibantu oleh teman saya untuk melacak keberadaannya, Ayu ternyata sudah bekerja di tempat lain, tapi masih di Jakarta juga. Dia masuk di sebuah yayasan penyalur baby sitter, dengan maksud mencari pengalaman lain (dan tentu saja gaji lebih besar). Tapi setelah ditempatkan di sebuah rumah tangga, yang kebetulan majikannya berlatar belakang budayanya berbeda, dia tidak menikmati pekerjaannya, dia tidak kerasan. Dia mengirim foto kepada saya dalam keadaan nangis. Katanya dia kangen Fazna dan ingin kembali bekerja kepada saya.

Masya Alloh, rasanya campur-campur. Ada perasaan senang mendengar dia ingin kembali, ada perasaan sebal karena merasa ditinggal, dikhianati, tapi ada perasaan kasihan juga karena mengingat dia jauh dari ibunya sedari kecil. Memaafkan memang tak mudah, tapi belajar memaafkan itu harus. Tak ada manusia yang benar-benar sempurna. Saya pernah membaca sebuah hadist (entah shohih entah kurang), intinya dalam sehari saya atau semua majikan harus memaafkan 70x kesalahan asistennya dalam sehari. Nah lo.. Jadi Kesindir kan..

Sebagai manusia, tentu saya juga pernah salah dalam membimbingnya. Saya ingat, sebelum sore kepergiannya, paginya dia saya ingatkan untuk beberapa item pekerjaan rumah tangga yang belum terselesaikan dari seminggu yang lalu. Iya.. seminggu yang lalu. Mungkin saya agak keras mengingatkannya, mungkin dia juga pas suntuk, sorenya dia memutuskan pergi dari saya.

Kepergiannya kemarin membuat kami saling belajar. Saya dituntut untuk lebih sabar karena mencari asisten rumah tangga itu tak mudah dan saya dituntut untuk lebih tidak bergantung pada orang lain, karena ketika suatu saat dia pergi untuk benar-benar tak kembali, saya siap. Di sisi dia, dia juga belajar, bahwa bekerja itu tak selalu melulu tentang gaji. Majikan yang bisa meleluasakan asistennya untuk berkembang itu biasanya bisa lebih membuat nyaman.

Sebenarnya cerita drama ini sangat panjang. Tapi biarlah keluarga kami yang tahu. Intinya, marilah belajar memaafkan, sering ngomong dari hati ke hati, agar lebih plong dan kuat menjalani kehidupan. Toh masih ada kesempatan kedua yang tidak boleh disia-siakan lagi. Bismillah.. Doain hubungan kami langgeng dan saling menguntungkan yaaa. 🙂


Dec 20 2016

Pulang

“Yang paling dekat adalah kematian. Yang paling jauh adalah masa lalu. Yang paling besar adalah hawa nafsu. Yang paling berat adalah memegang amanah. Yang paling ringan adalah meninggalkan sholat. Dan yang paling tajam adalah lisan manusia. -Imam Al Ghazali-”

Sesungguhnya kematian itu adalah suatu kepastian. Seperti rejeki, seperti kiamat. Cuma cara, waktu, lokasi, dan kondisi itu yang harus kita persiapkan sebaik-sebaiknya karena kita tak pernah tahu kapan tugas kita selesai di dunia, kapan harus “pulang” mempertanggung jawabkan kehidupan kita masing-masing di hadapan-Nya. Dia tak pernah memberikan ujian melebihi batas kemampuan umatnya. Jika ujian terasa berat, maka bisa jadi karena umat tersebut memang umat pilihan, umat yang kuat.

Dalam bahasa Jawa, suami atau istri disebut Garwo, kepanjangan dari Sigaring Nyowo atau Sigaring Jiwo. Jika ditranslate ke dalam Bahasa Indonesia berarti belahan jiwa. Begitu dekatnya seorang pasangan hingga dia pantas menduduki kata “belahan” jiwa. Coba bayangan bagaimana bila jiwa mu dibelah. Separuhnya ada dirimu, separuhnya ada di pasanganmu. Jika “belahan” mu tak ada, terasa ada yang kurang lengkap. Dan jika “pasangan” mu itu sudah selesai tugasnya di dunia, dan harus “pulang” terlebih dahulu, terasa ada yang “hilang” dalam hidupmu. Ini yang dialami teman saya dua hari yang lalu.

Minggu pagi tanggal 18 Desember 2016, suami dari teman saya menyelesaikan tugasnya di dunia dengan 12 kru pesawat hercules lainnya, di Wamena. Kaget.. Benar-benar kaget dan ga menyangka sama sekali. Innalillahi wa innailahirojiun..

Foto atas : pernikahan Rika dan suaminya, Pak Hanggo. Foto bawah : nama-nama korban dalam kecelakaan pesawat hercules (pesawat hasil hibah dari Australia)

Continue reading


Nov 29 2016

Movember

Huehehehe.. Judulnya keren banget ya? Yang jelas kata itu bukan ide saya, tapi “movember” adalah kata yang saya temui pada spanduk di salah satu mal yang saya kunjungi bulan ini. Pertama kali baca, saya langsung senyum-senyum sendiri. Unik sekaligus mengingatkan. “Movember” seperti menjadi alarm untuk saya sendiri, karena di bulan ini, Nopember, adalah bulan dimana jatah umur saya di dunia berkurang setiap tahunnya. Hhhmmm.. jadi ingin curhat.

Astagfirullohaladhim.. Sudah 29 tahun saya hidup di dunia ini. Saya merasa banyak ga manfaatnya. Seharian lebih banyak pegang hape melayani customer daripada pegang Al-Qur`an (duh). Ngaji cuma 15-30 menit tiap habis subuh, tapi betah berjam-jam mantengin instagram (gara-gara bacaan dirumah habis -alesan lagi-). Ngafalin Al-Qur`an sehari 1 ayat aja berasaa berattttt.. Padahal ngafalin toko-toko online shop cepet banget, bahkan ga mau ‘kehilangan’ nama tokonya. Jadi ketika ketemu kata “movember” berasa ‘ditampar’ saja.

Sesuai judulnya “movember”, sepertinya saya harus bisa move on di bulan Nopember ini, harus punya resolusi untuk kehidupan saya berikutnya (ga perlu nunggu tahun baru untuk berusaha menjadi lebih baik ya, hehe). Saya ingin hidup saya lebih bermanfaat! Realistisnya sih, tidak menggunakan waktu untuk hal-hal yang mubadzir. Tidak banyak melamun dengan ‘seandainya’ (duh, godaan setan banget ini untuk kufur nikmat). Mengingat lagi bahwa fungsi ibu sebagai madrasah pertama untuk anak-anaknya. Karena saya ingin anak-anak kami lebih pintar daripada bapak ibunya,  maka sudah seharusnya saya lebih perhatian dengan perkembangan si bocah. Tapi akhir-akhir ini saya dilanda kemalasan luar biasa dan ga tau mainan edukatif apalagi untuk menstimulasi si bocah (padahal kalo mau nyari, ada ya di internet!). Menjadi istri yang baik untuk suaminya (nah.. rajin masak Dif..).

Hehehe.. Maaf, sisi lain saya memang agak suka nyinyir. Oke-oke.. Saya mengaku bahwa saya terlalu sering ‘memperhatikan’ hape saya hingga malas berolah raga, malas masak, malas mencari materi baru untuk bocah (mentang-mentang ada nanny-nya), malas ngafalin Al-Qur`an, dan malas ikut lomba nulis lagi (huhuhu.. barusan melewatkan event lomba nulis yang hadiahnya bikin ngiler). Semoga setelah ini saya lebih disiplin lagi menggunakan waktu.

Tapi kalau dipikir-pikir, sebenarnya ga harus memusuhi hape juga sih, karena di dalam hape sekarang sudah ada Al-Qur`an dan ada memo untuk menulis ide tulisan yang tiba-tiba muncul. Jadi ini hanya soal manajemen waktu saja. Insya Alloh kedepannya saya harus lebih bisa mengatur jadwal kehidupan saya (cieee.. jadwal kehidupan, hehe.. semoga usia saya berkah ya Alloh.. aammiiinn). Ingatkan saya ya!


Jun 27 2016

Apa Kabar Cinta?

Baru kali ini saya mengikuti seminar Teh Kiki setelah sebelumnya sempat mengobrol (karena kebetulan beliau adalah kakak ipar tetangga saya) dan selesai membaca dua bukunya yang selalu best seller. Aduuuhhhh.. Malu banget rasanya dengan diri ini. Baru punya anak satu saja stock sabarnya sold out melulu, nah Teh Kiki, anaknya lima (dan sekarang sedang hamil anak keenam) tapi stock sabarnya ga habis-habis.

“Zaman sekarang ya, memiliki anak cowok sama khawatirnya dengan memiliki anak cewek. Pornografi begitu merajarela. Bayangkan, uploader tertinggi usia remaja berasal dari Indonesia! Cara termudah untuk menghancurkan sebuah negara adalah dengan pornografi. Jika narkoba hanya merusak tiga bagian otak, maka pornografi merusak lima bagian otak. Pornografi itu menghilangkan minat baca, menjadikan anak malas, dan menjadikan anak nekad,” kata Teh Kiki.

“Ingin menikahkan anak tanpa pacaran itu mulainya sejak bayi. Usahakan tidak memberikan tontonan yang tidak mendidik. Semisal cerita tentang princess, jangan kaget kalau pas remaja, anak kita ingin pacaran dan genit dengan laki-laki. Lha asupan bacaan dan tontonannya sedari kecil Frozen, Putri Salju, Cinderella, dll. Anak-anak krisis idola karena orang tua ‘salah’ memberikan idola. Begitu juga dengan yang laki-laki. Usahakan tidak memberikan tontonan yang berupa kekerasan fisik,” lanjut Teh Kiki. Duh.. Reminder banget bagian ini. Soalnya Fazna suka banget dengan Frozen, tapi sebenarnya dia lebih suka lagunya saja sih. Kalau jalan ceritanya, dia dari awal saya samar-samarin. Misalnya dalam buku tersebut ada laki-laki dan perempuan saling berpelukan, biasanya saya cerita kalau yang boleh beradegan seperti itu hanyalah papa dan mama. Tapi mulai detik ini saya akan lebih selektif lagi mencari buku-buku yang lebih mendidik. Sementara buku-buku princes-princes-an saya sembunyikan, hehehe. Kepada penerbit-penerbit buku, pleaseeeee.. Bikin buku cerita tentang sirah nabawi beserta gambarnya yang bagus-bagus dan terjangkau ya (karena biasanya buku-buku Islami anak, gambarnya kurang bagus. Sekalinya ada yang bagus, harganya melambung. Makanya terjangkau itu penting, agar bisa dinikmati semua kalangan. Kalau yang bisa membeli dan membaca kalangan atas saja, bagaimana pendidikan di kalangan bawah?)! Insya Alloh saya akan bersuka hati membelinya. Continue reading


Jan 27 2015

Hadiah Zwitsal

Alhamdulillahhh.. Hadiah lomba nulis Zwitsal kemarin mendarat dengan selamat di Cinere! Kebetulan bapak ibu saya lagi berkunjung.. Langsung deh foto-foto.. Hehehe..

a2

Continue reading


Jan 6 2015

Kronologi Lomba Zwitsal

tb2Langsung tertarik nulis deh lihat pengumuman ini..

Berbekal bismillah, akhirnya saya pun memutuskan untuk ikutan lomba ini dan mengirimkannya. Berbicara tentang bagaimana kasih sayang Ibu kepada anak dan cucunya adalah hal yang semua orang bisa. Untuk saya pribadi, tentu saja saya berharap jadi pemenang, meskipun bukan pemenang utama. Beberapa hari kemudian sebelum pengumuman pemenang lomba nulis di Fanpage-nya Zwitsal, tiba-tiba saya mendapat email seperti ini:

tb5

Continue reading


Dec 23 2014

Ibuku, Malaikat Tak Bersayap

Dear Ibu, aku sayang karena ibu adalah orang yang tak mempunyai alasan untuk tak disayangi. Ibu, ajari aku untuk menjadi wanita yang mempunyai hati selembut hatimu, tegar seperti karaktermu, dan kuat seperti pendirianmu. Aku tak tahu akan menjadi wanita seperti apa jika bukan karena pengasuhanmu.

Hampir 2 tahun yang lalu, ketika detik-detik pertama aku akan menjadi seorang ibu, engkau adalah satu-satunya sosok yang menyemangati aku dengan kasih sayang. Aku yang saat itu belum berpengalaman, mendapati tuntutanmu yang begitu berarti. Berpisah dengan suamiku sejak usia kehamilanku menginjak 7 bulan, membuat mentalku sedikit terbebani. Istri mana yang tidak mengharapkan kedatangan suaminya disaat-saat genting seperti itu? Istri mana yang tidak sedih ketika suaminya tidak bisa pulang cepat karena kerja diluar negeri? Tapi aku sangat bersyukur, memiliki orang tua, terutama ibu yang sangat peduli. Aku tak pernah menyalahkan keadaan, justru aku dapat mengambil hikmah dari kejadian ini, bahwa, meskipun aku sudah menikah dan mempunyai anak, ternyata aku masih sangat membutuhkan ibu sampai kapan pun.

11

 

(Foto ini diambil beberapa hari setelah melahirkan dan hendak pulang. Wajahku sangat kucel, Fazna masih merah, tapi ibuku tetap cantik).

Continue reading


Dec 20 2014

First Trophy!

Horeeeee… Alhamdulillah.. Untuk pertama kalinya Fazna dapet piala! Wekekeke.. Gara-garanya akhir-akhir ini Mak Fazna sering ikut lomba foto bayi. Hahaha.. Bener-bener pekerjaan ibu rumah tangga ya. Alhamdulillah deh akhirnya jadi juara.. Meski bukan juara umum, tapi lumayan lah dapet juara harapan 1.

 17(abaikan tangan kiri yang masih bawa nori, hihihi)

Continue reading


Nov 25 2014

Laundry Treatment with RLR

Hampir satu semester clodi (cloth diaper)-nya Fazna ga pernah di stripping (stripping adalah perawatan yang perlu dilakukan untuk membuat usia clodi lebih panjang alias awet). Sebenarnya kalau telaten sebulan sekali ngerendem clodi di air panas sampai kurang lebih 3x, sudah cukup. Dulu awal-awal punya clodi, rajin amat stripping setiap bulan, tapi lama kelamaan males juga.. Hahahaha, dasar emak-emak males. Terussssss.. Karena ada asisten rumah tangga baru, jadi nyucinya ngaco deh. Clodi Fazna pernah dikasih pewangi, pelembut, dan disetrika (untung yang disetrika cuma 2-3 insert)! Hadehhhh.. Sempet patah hati saya. Memang sih, setelah dikasih pewangi, clodinya Fazna lebih harum. Tapi kalau sudah kena pipis sekali saja, bau pesingnya dua kali lipat dari biasanya! Kebayang dong, pengen cium-cium Fazna trus bau pesing alhasil jadi ilfeel, wekekeke (maaf ya nak).

Akhirnya berbekal googling, bertemulah saya dengan RLR. Katanya, bubuk ini ajaib karena bisa menuntaskan semua persoalan clodi yang pesing, kusam, kaku, dan cepat bocor bahkan mengatasi kulit bayi yang tiba-tiba ruam. Berdasarkan review clodi addict juga bagus-bagus, dan semua menyarankannya. Okelah dealll.. Setelah semua clodi dicuci bersih pakai deterjen, dalam keadaan kering atau basah, mulailah stripping treatment dengan RLR. Oiya, menurut penunjuknya, RLR ini bisa dicampur dengan deterjen untuk mencuci clodi yang kotor. Tapi menurut logika saya, lha ini kan perawatan, masak ya dicampur dengan deterjen sehari-hari. Akhirnya saya memutuskan untuk mencuci bersih dulu, baru kemudian menggunakan RLR.

rlr

 

Penampakan RLR

Cara penggunaannya persis kayak deterjen biasa. 1 bungkus bisa untuk 18-24 clodi beserta double insert-nya. Cara kerja RLR ini adalah mengeluarkan residu-residu deterjen yang selama ini dipakai. Jadi diharapkan bisa kembali seperti sedia kala dengan performa seperti clodi baru (belinya bisa dibanyak onlineshop di Instagram ya). Karena clodi Fazna agak banyak, akhirnya saya membaginya jadi dua sesi. Kalau menurut review sih, busanya akan sangat banyak bahkan melimpah ruah. Tapi menurut saya ga banyak-banyak banget. Mungkin karena saya menggunakan deterjen yang khusus clodi, Ultraco (saya ga dibayar sama dua produk ini lho ya, hehehe). Cuma direndam 20-30 menit, terus dibilas deh. Oiya.. Bilasnya cukup capekkkkkk. Bisa lebih dari 12x bilasan (nah lo) pokoknya sampai ga berbusa lagi. Bagi yang ga mau capek, bisa di mode rinse di mesin cuci. Tapi karena asisten rumah tangga saya sanggup, maka saya memilih membilasnya dengan tangan.

Continue reading


Oct 11 2014

Rimba Baca (Lagi)

Yihaaaa… Ke Rimba baca lagiiii.. Tempat yang homie untuk para pecinta buku di daerah Jakarta Selatan. Berawal dari diajak tetangga, Bu Ridwan, akhirnya kami ketagihan untuk datang dan datang lagi. Pengen banget jadi membernya, karena banyak keuntungan-keuntungan yang di dapat, tapi sayang minat baca Fazna masih belum kuat. Dikenakan 350 ribu per tahun serta bebas dari biaya pendaftaran. Maksimal boleh  meminjam lima buku selama lima hari. Jika selama lima hari bukunya masih belum selesai dibaca, boleh mundur sampai lima hari lagi. Nah.. kalau lebih dari lima hari yang kedua ini, baru deh kena denda 5000 per buku setiap harinya. Oiya, kalau mau survey dulu juga ga dilarang. Bayar 35 ribu per anak, tapi ga boleh pinjem buku. Jadi ya bacanya disitu.

4

Yang bikin betah sih karena design rumahnya memang diperuntukkan untuk membaca dan bermain untuk anak-anak maupun dewasa. Yuk ah check this out..

5

Keterangan:

1. Ini rak baca untuk anak yang berumur 0-3 tahun. Trus sampingnya lagi untuk anak yang berumur 4-8 tahun. Rata-rata hampir semua bukunya berbahasa Inggris. Ada sih yang berbahasa Indonesia, tapi itu 1% dari semua jumlah buku yang ada. (Maaf ya fotonya “bocor”, ada pak tukang yang sedang membenahi lantai parkitnya yang dimakan rayap, hehehe).

2. Ini rak baca untuk 9-12 tahun. Disampingnya ada toiletnya yang bersih dan wangiiiii (penting ya Dif? Entahlah, saya suka toilet yang bersih dan wangi. Tapi bukan berarti mau tidur situ lho ya.. Hahahaha).

3. Resepsionis. Tempat kita mendaftar dan tersedia buku-buku bersegel, stiker, pamlet iklan, dll yang dijual. Di depannya tersedia pula rak sepatu, jadi wajib melepaskan alas kaki, agar kita lebih hommie.

4. Kantin mungil yang lumayan menyediakan berbagai macam makanan dan minuman untuk mengganjal perut.

Continue reading