Jan 6 2016

The Legend of Lotus

Beberapa hari yang lalu untuk pertama kalinya saya nonton dan menikmati teater Enjuku di Gedung Kesenian Jakarta bareng suami dan sepupu, Shinta. Teater Enjuku adalah teater musikal berbahasa Jepang yang beranggotakan mahasiswa/i di seluruh Jakarta. Pada dasarnya, belajar bahasa memang harus aktif dan dipraktikkan. Dengan menjadi anggota Enjuku yang rutin mempersembahkan tontonan yang apik, mau ga mau mereka harus belajar, menghafal, dan beraksen bahasa Jepang! Keren banget ih idenyaaaaa… Kalau lihat begituan, pengen jadi mahasiswa lagi rasanya.. Hahaha..

3

Continue reading


Apr 28 2015

Toilet Training

Fazna sudah genap berusia 2 tahun. Banyak PR (Pekerjaan Rumah) menanti saya, sebagai ibu yang full mendampingi dia sehari-hari. Lepas dari clodi (cloth diaper) siang dan malam, serta lepas ngASI atau yang lebih dikenal dengan menyapih. Dua hal yang membuat kesabaran saya diuji, hehehe.

Untuk program menyapih, sudah mulai saya terapkan ketika Fazna berusia kurang lebih 20 bulan dengan ibunya yang sering-sering sembunyi (alias keluar rumah, wekekek), memberi pengertian, mengganti jam ngASI-nya disiang hari dengan camilan-camilan serta susu pengganti berupa susu UHT. Memang sih, kalau ibunya “menghilang” si anak ga terlalu “mencari-cari”, karena kalau sudah dikasih biskuit ya pasti dimakan dan kenyang. Tapi kalau malam hari masih belum bisa diterapkan (help-help.. butuh pencerahan), lha masih sekamar dengan bapak ibunya juga. Motivasi saya untuk segera menyapih adalah, selain di Al-Qur`an dianjurkan sampai 2 tahun, Fazna termasuk anak berpostur mungil di usianya. Dokter yang menangani Fazna pun menganjurkan untuk segera menyapih agar makannya banyak, dan dia bisa berada di postur ideal.

Ada banyak suka dan duka di beberapa bulan terakhir (tepatnya sih kurang lebih 3 bulan yang lalu), saat Fazna mulai toilet training. Waktu pertama kali copot clodi, wajahnya keliatan bengong gitu waktu pipisnya merembes mengenai kakinya. Butuh waktu untuk membiasakan dia agar bisa bilang “pipis” sebelum pipisnya benar-benar keluar. Pipisnya dimana saja? Jawabannya dimana-mana, hahaha. Di tempat bermainnya, sepatu emaknya, dikamar eyang mami, di teras, dan dikamar. Yeah.. Lengkap sudah (please.. kalau ibu dan anak belum siap, mending diundur dulu deh toilet trainingnya agar kedua belah pihak ga senewen). Sebagai ibu, kadang kesabaran saya menemui ujungnya. Bayangin, dia pipis disaat saya sudah bersih alias sudah mandi, seprei kamar juga baruuuuu.. saja diganti, trus tiba-tiba pipis! Astagaaaa.. Saya akhirnya memutuskan untuk membeli celana training pipis atau biasa disebut training pants.

Continue reading


Dec 23 2014

Ibuku, Malaikat Tak Bersayap

Dear Ibu, aku sayang karena ibu adalah orang yang tak mempunyai alasan untuk tak disayangi. Ibu, ajari aku untuk menjadi wanita yang mempunyai hati selembut hatimu, tegar seperti karaktermu, dan kuat seperti pendirianmu. Aku tak tahu akan menjadi wanita seperti apa jika bukan karena pengasuhanmu.

Hampir 2 tahun yang lalu, ketika detik-detik pertama aku akan menjadi seorang ibu, engkau adalah satu-satunya sosok yang menyemangati aku dengan kasih sayang. Aku yang saat itu belum berpengalaman, mendapati tuntutanmu yang begitu berarti. Berpisah dengan suamiku sejak usia kehamilanku menginjak 7 bulan, membuat mentalku sedikit terbebani. Istri mana yang tidak mengharapkan kedatangan suaminya disaat-saat genting seperti itu? Istri mana yang tidak sedih ketika suaminya tidak bisa pulang cepat karena kerja diluar negeri? Tapi aku sangat bersyukur, memiliki orang tua, terutama ibu yang sangat peduli. Aku tak pernah menyalahkan keadaan, justru aku dapat mengambil hikmah dari kejadian ini, bahwa, meskipun aku sudah menikah dan mempunyai anak, ternyata aku masih sangat membutuhkan ibu sampai kapan pun.

11

 

(Foto ini diambil beberapa hari setelah melahirkan dan hendak pulang. Wajahku sangat kucel, Fazna masih merah, tapi ibuku tetap cantik).

Continue reading


Jun 9 2014

8 Review Brand Clodi (Part 2)

Setelah me-review clodi brand lokal, kini saatnya saya akan me-review clodi brand import, yang katanya ada harga ada rupa.. Ah masak? Check this out..

  1. Ecoposh

Jauh sebelum saya “keracunan” clodi, saya sudah jatuh hati saja ngelihat warna-warnanya Ecoposh. Kalem-kalem dan keliatan eksklusif gitu. Padahal waktu itu saya belum tahu kegunaannya apa barang ini. Katanya, outer dan insert-nya full daur ulang dari plastik-plastik dan bambu. Alhamdulillah pada suatu ketika (halah), bisa terbeli juga! Dan setelah nyobain, hasilnya ga semenakjubkan ekspetasi saya kok. Bagus, tapi ga yang buagus gitu. Malah, karena outer-nya terbuat dari bambu, kalau sudah penuh jadi merembes. Duhhh.. Hal yang paling bikin males kalau clodi anak ngrembes itu adalah, baju emaknya harus ganti semua. Najis.. Najis.. Wkwkwk.. Ngrembes saja sih sebenarnya.. Ga sampe yang netes-netes gitu. Tapi karena clodi ini tidak terlapisi bahan PUL (tahan air) seperti clodi-clodi lainnya, pantat bayi justru bisa bernafas dengan leluasa (cocok untuk bayi yang sensitif). Bagi Fazna, Ecoposh paling pas dipakai malam hari, karena kesannya hangat, pipisnya ga banyak, terus kalau dirapetin ga sampai yang merah-merah gitu kulitnya. Ajaibnya.. Meski full bambu, tampilannya ga bulky lho. Jika dipakai di siang hari, 4,5 jam udah mulai merembes. Kalau dipakai di malam hari, biasanya saya pakaikan dari jam 9 sampai jam 7 pagi, ga ada masalah. Oiya, Ecoposh ini juga punya pelindung samping, biar pipisnya ga kemana-mana. Minusnya Ecoposh adalah keringnya lamaaa.. Buat yang clodinya “kejar tayang” alias cuci kering pakai, sepertinya Ecoposh ga masuk dalam kriteria ini ya. Keringnya minimal 3 hari. Jadi outer-outer lainnya sehari udah kering, dia belum kering sendiri. Insert-insert yang lain 2 hari saja sudah kering, insertnya Ecoposh 3 hari saja belum tentu kering. Makanya saya jarang memilih insert berbahan bambu karena keringnya lama. Jadi, Ecoposh mendapat nilai 8 lah, karena performanya sip tapi harganya ga sip.

Continue reading


Jun 6 2014

8 Review Brand Clodi (Part 1)

Kali ini saya ingin me-review brand-brand clodi yang pernah dipakai Fazna. Tulisan saya ini murni hasil pengalaman, bukan karena ada niat iklan atau menjelek-jelekkan suatu brand. Karena semua konsumen berhak untuk menceritakan pengalamannya.  Mengingat perut dan paha bayi yang berbeda-beda tiap anak, serta cutting clodi yang berbeda-beda pula pada setiap brandnya, maka saya pun mencoba satu per satu yang menurut saya memang layak dicoba.

  1. Pempem

Ini adalah clodi brand lokal pertama saya punya, dan clodi pertama saya miliki. Setelah prewash 3x (yang salah satu tahap pencuciannya pakai deterjen), saya cobakan ke Fazna. Clodi ini trim (tipis), ga bulky (kalau bahasa Jawanya nggedebel), dan outer-nya (bagian luarnya) terbilang agak kaku (tapi yang agak kaku gini yang enak). Insert-nya ga tebal dan ga tipis, sehingga proses pengeringannya ga lama-lama amat. Daya serapnya lumayan, karena lapisan stay dry -nya memang cukup kering. Penggunaannya maksimal 4 jam. Pernah iseng saya pakaikan lebih dari 4 jam, yang ada bocor samping, jadi pesing deh. Clodi ini cocok dipakai di siang hari. Warna dan motifnya buanyakkk.. Sampai bingung pilih yang mana. Lubang masuk insertnya juga lebar. Noda bekas pup juga gampang dibersihin. Kalau Fazna sudah waktunya jam pup, biasanya kupakaikan clodi ini, hehehe.. Karena memang mudah dibersihin. Kekurangannya brand clodi ini adalah dia tidak mengeluarkan tipe pull-up (sebutan untuk clodi yang bisa dipakaikan seperti pospak jenis celana) dan lapisan stay dry-nya yang agak panas. Jadi cara memakaikannya harus ditidurin dulu. Kalau anaknya masih banyak tidur sih ga ada masalah, tapi kalau sudah banyak polah, ya harus dikasih mainan yang bisa dipegang untuk bisa tetep tidurin selagi makein clodi ini. Nilai yang pantas untuk Pempem adalah 7 untuk range 1-10.

Continue reading


May 30 2014

1001 Alasan Memakai Cloth Diaper (Clodi)

Loh.. Udah habis..

Hah.. Habis lagi?

Yach.. Lagi ga promo..

Huehehehe.. Mungkin itu celetukan-celetukan saya ketika Fazna masih menggunakan “pampers”, alias pospak (popok sekali pakai), alias diaper. Sebulan dia bisa menghabiskan rata-rata 4 dos “Mamy Poko” yang isi 34 biji. Sebagai ibu hemat, saya pasti belinya pas lagi promo. Dari harga rata-rata Rp. 92.000,- menjadi Rp. 69.000-, lumayan lah diskonnya bisa buat snacknya Fazna, hehehe.

Tapi lama-lama capek juga berburu pospak promo. Apalagi, barang rutin mahal yang dipakai tersebut berakhir di tempat sampah. Tempat sampah yang  menggunung juga menjadi resiko dari penggunaan pospak setiap hari, aduh..duh.. duh.. Betapa sampah rumah tangga itu banyak sekali. Nggakunya orang “go green”, nggakunya pengen hemat dan berlaku sehat, kok sampah rumah tangganya seperti itu.. Padahal, menurut penelitian, pospak baru terurai sempurna di tanah setelah 500 tahun! Bayangkan.. 500 tahun.. Huhuhu.. Kasihan ya si bumi. Teruuuussss… Penggunaan pospak setiap hari juga membuat kulit pantat bayi gampang ruam-ruam.. Merah-merah.. Kan kasihan.. Coba, kita sebagai wanita, 2 tahun full pake pembalut.. Hiiiiii.. Seminggu aja rasanya sudah gatal-gatal..

Continue reading


Sep 4 2012

Petunjuk Mengkonsumsi yang Halal

Saya seneng banget kalau di kemasan makanan ada tulisan “halal” di komposisi bahannya, rasanya amannnnn gitu! Karena memang jarang sekali saya menemukan label tersebut di Auckland. Maklum, Auckland bukan negara berpopulasi mayoritas muslim seperti di Indonesia, jadi label itu susah untuk ditemui. Saya jadi agak paranoid kalau mau beli bahan makanan. Soalnya produsen makanan disini lazim menggunakan kode-kode bahan (ada yang haram dan ada pula yang halal), yang memang membingungkan untuk orang awam seperti saya. Dengan niat berhati-hati, saya menggunakan dua panduan ini, satu dari fianz (MUI-nya Auckland), dan dari seorang blogger di Inggris, untuk sebisa mungkin memilih bahan makanan yang memang halal dan thoyyib menurut agama saya.

Hai manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaithan; karena sesungguhnya syaithan adalah musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al Baqarah:168)

Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepada Allah kamu menyembah.” (QS. Al Baqarah:172)

Continue reading


Jan 17 2012

Kampung Idiot yang Terpinggirkan

Beberapa hari yang lalu, saya berkesempatan untuk mengunjungi Kampung Idiot di Desa Sidoarjo, Kecamatan Jabon, Ponorogo. Masuk dalam kategori “Kejadian Luar Biasa”, Kampung Idiot ini di blow up berbagai macam media massa, yang membuat saya jadi penasaran. Bersama dengan ibu-ibu pengajian ibu saya, akhirnya saya bisa juga berkunjung kesini.

Siang itu, saya beserta rombongan Pengajian Siti Khadijah tiba di lokasi dengan sedikit bertanya-tanya,”Loh.. Ini kampung idiot? Mana orang idiotnya? Kok yang datang di masjid (tempat berkumpulnya kami dengan orang-orang kampung idiot) yang normal-normal aja?” Tak beberapa lama, kepala desa (maaf.. saya lupa namanya) dan seorang “relawan” dari luar Kecamatan Jabon bernama Pak Zainuri menyambut kami. Setelah melakukan ramah tamah dengan kepala desa dan Pak Zainuri, kami mendapat pemberitahuan, bahwa awal mulanya mereka ingin mengumpulkan orang-orang idiot itu untuk bertemu dengan kami langsung. Tapi karena orang-orang idiot ini susah untuk keluar dari rumahnya, alhasil yang datang untuk menerima sumbangan ala kadarnya dari ibu-ibu Pengajian Siti Khadijah ini keluarganya saja, dan yang normal tentunya.

Ketika rombongan Pengajian Siti Khadijah datang Continue reading


Jan 2 2012

Selingkuh atau Diselingkuhi?

Miris dengan fenomena selingkuh yang terjadi dimana-mana, diam-diam saya mengamati apa itu selingkuh dan bagaimana selingkuh bisa terjadi. Abaikan saja ulasan kali ini jika dirasa akan membuat marah atau memang tak sesuai dengan pendapat kalian. Saya hanya sekedar sharing menurut apa yang saya tahu. Hal ini bukan karena saya selingkuh ataupun diselingkuhi, tapi murni karena saya prihatin dengan kondisi saat ini *halah, gaya! :p

Kalau kalian cermati, lagu-lagu hits di Indonesia hampir sebagian besar bertema perselingkuhan. Sang pencipta lagu selalu memiliki alasan mengapa menciptakan lagu tentang mendua dan meniga. Bisa saja karena pengalaman pribadi atau pun cerita dari sahabatnya, yang tentunya semakin marak terjadi. Dari situ saja kita bisa melihat, berarti selingkuh menjadi hal yang biasa dewasa ini. Bahkan lagu-lagu tersebut hafal diluar kepala dan dirasa “aku banget” bagi sebagian kalangan *sedih ya?

Tanpa merendahkan kaum saya sendiri, pihak pertama yang patut dicugai atas banyaknya fenomena selingkuh ini adalah kaum hawa. Banyak sekali wanita yang suka bermain api dengan apa yang dirasa “menyenangkan” ini. Padahal sifat kaum hawa yang unpredictable ini justru membuat segalanya yang awalnya mudah menjadi serba susah.

Continue reading


Nov 20 2011

Jaga Kesehatannya!!

Gara-gara ada Ibhy dirumah, duo “adek”ku ini jarang kuajak mainan. Biasanya tiap hari aku keluarin dari kandang, aku gelitikin, aku ajak lari2, aku gendong kesana-kemari.. Tapi sejak kedatangan Ibhy dirumah, duo adekku aku “cuekin”. Rumah Ibhy di Kediri sedang direnovasi, jadi sementara dia masih tinggal di Kertosono. Dan tentu saja aku amat senangggg… Ada adek gemuk yang ganteng dirumah..

IMG-20111112-01513

Balek lagi ke duo adekku, si Bipo dan si Chika. Aku sebenernya merasa bersalah.. Ya kalau niat adopsi.. Bukan cuma dikasi makan dan ganti pasir tempat beolnya doank.. Tapi juga harus diberi perhatian dan kasih sayang.. Meski ga setiap hari kuajak main, sebisa mungkin kalau aku lagi ngerjain pembukuan di kantor, mereka selalu kuminta untuk nemeni aku.. Kalau pas ada tugas diluar kantor, paling seminggu sekali baru kuajak maen.. Itu pun ga lama.. Soalnya Ibhy lebih lucu..dan yang jelas lebih berat badannya.. Hehehe..

Continue reading