May 18 2010

Memahami Syekh Siti Jenar

Tema skripsi saya yang ingin saya selesaikan pada semester ini (semoga ga molor..amien..) adalah tentang seluk beluk spiritualitas yang mengacu pada salah satu novel yang cukup membuat saya berdecak kagum, karangan teranyar dari Ayu Utami. Yup.. Bilangan Fu. Bilangan Fu menyimpan banyak kata kunci yang bisa dikuak, tapi rupanya saya lebih tertarik untuk membahas spiritualitasnya saja, dibanding harus memikirkan modernitas atau militerismenya. Spiritualitas adalah sebuah konsep untuk menemukan apa yang bisa membuat hati tentram, sedangkan spiritualisme sendiri condong pada ajaran. Ngerasa enjoy aja menulis dengan tema yang cukup menarik (menurut saya low..). Jadi akhir-akhir ini buku yang saya baca ga jauh-jauh tentang Tuhan yang ada dalam Al-Qur`an, Tuhan dalam Al-Kitab, Tuhan dalam Weda, Tuhan dalam hati, kejawen, ortodok, serta mitos-mitos yang mengikuti aliran kepercayaan.

Buku berjudul Syekh Siti Jenar pun tak luput untuk saya beli dan saya baca (sapa tau ada hubungannya dengan spiritualitas yang saya cari). Syekh Siti Jenar sudah saya kenal sejak beberapa tahun yang lalu, tapi bedanya dulu hanya dari permukaannya saja saya mengenal beliau. Yang saya tau, beliau seorang muslim yang pada akhirnya dipancung oleh wali songo karena diduga mengajarkan “aliran sesat”. Okey..saya pikir saat itu wajar saja untuk seorang yang memang mengajarkan “aliran sesat”, pancung saja, habisi saja, selesai.

Continue reading


Apr 1 2010

Spiritual Kritis dalam My Name is Khan

Beri applause yang hebat untuk dunia perfilman India!!! Udah liat My Name is Khan belum? Yang pemeran utramanya Sahrukh Khan dan Kajol itu low? Kalo belum nonton, rugi banget. Pribadi, sejujurnya aku paling ga suka film fiktif. Tau sendiri kan ciri khas film India yang kalo adegannya kangen ma pacar, eh tiba-tiba muncul dweh rombongan penyanyi n penarinya. Ga berhenti sampe disitu, abis gitu tariannya sama semua dengan orang yang lumayan banyak, ga cowok n ga cewek, nyanyi bareng-bareng pula! Haduh…kayak gini nie yang bikin aku rodok krik..krik..krik.. Tapi karena aku banyak mendengar komentar positif tentang film ini, akhirnya nontonlah aku… Dan memang ga rugi nonton nie film..meskipun ga sampe bikin aku nangis bombay, minimal buat aku berkaca-kaca lah…

Kalo dah nonton My Name is Khan, cermati film ini dweh, materinya polifonik banget. Ada banyak wacana  yang bisa kita analisis, lebih dari sekedar sisi melankolisnya. Dari sisi lingkungan pergaulan, kebudayaan suatu negara, dan yang sangat mencolok adalah dari segi agama. Yup, agama.

Continue reading


Jan 12 2010

Menguak Sang Pemimpi

“Speachless…”

Itulah sambutan yang muncul dalam hatiku. Aspek-aspek yang detail mampu ditampilkan dalam enkranisasi debutan Mira Lesmana ini. Aku sudah baca keempat karya Andrea Hirata. Dari keempat buku tersebut, sebenarnya yang bikin aku terkesan dan ingin membacanya berulang kali adalah bukunya yang ketiga, Edensor. Perjalanan keliling dunia ketika dia kuliah di Prancis sangat menginspirasiku untuk bisa membayangkan bagaimana situasi dikala itu. Eropa memang selalu menarik orang awam sepertiku. Dan yang paling mengharukan adalah bukunya yang keempat, Maryamah Karpov. Perjuangan cinta sekaligus penutup tetralogi catatan seorang Andrea Hirata ini membuat titik-titik air mata ku leleh.

Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi menjadi pembuktian, bahwa enkranisasi tidak selalu jelek. Sempet kecewa dengan film-film hasil adaptasi dari novel yang jauh dari imajinasiku (ex: Ayat-Ayat Cinta, Da Vinci Code). Isinya yang kurang “berisi” membuatku memilih membaca novel aslinya daripada harus melihat film dengan judul yang sama tersebut.  Tapi berbeda dengan enkranisasi kebanyakan, ternyata film Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi lebih bagus dari novelnya!!! Pengalaman pembacaanku ketika bersama Laskar Pelangi setiap malam selama seminggu hanya akan membuatku tertidur “lebih cepat”. Dan sempet tercengang dengan filmnya yang lebih bisa mengombang-ambingkan perasaanku. Dari yang diem karena “nggumun” ampe diem sesenggukan (nangis yang tak tahan karena malu ma orang2 sebelah), lengkap pokoknya. Gag heran kalo film ini mendapat berbagai penghargaan. Salut ma Mira Lesmana selaku produser dan Riri Reza sebagai sutradaranya.

Continue reading