Aug 13 2010

Pengalaman Pertama dengan HISKI

Ditawari oleh seorang dosen untuk menjadi panitia di acara yang bertaraf internasional membuatku rodok berpikir panjang untuk mengambil keputusan. Gimana ga berpikir panjang, lawong orang-orang yang datang di acara itu berasal dari mancanegara.. (aku kan ga pede kalo ngomong bahasa lain selain bahasa Indonesia dan bahasa Jawa…hehe). Berbekal kenekatan, akhirnya aku mengiyakan untuk bertanggung jawab di salah satu bagian kepanitiaan HISKI. Itung-itung jd panitia terakhir sebagai mahasiswa S1 di kampus..xixi.. (dan memang aku angkatan yang tertua).. 😀

P1010007

Aku ditempatkan di bagian pendaftaran ulang. Yang kupikir gampang karena tinggal daftar ulang aja.. ternyata crowded juga..  Ada yang nambah pembayaran untuk ini itu (karena acara di adakan di hotel selama 4 hari 3 malam).. Fasilitas hotel yang luar biasa kurang nyaman (padahal hotel ini termasuk di tengah kota dan memiliki nama mentereng di Surabaya) sehingga komplainnya di bagian daftar ulang.. ampe harus mengkurs kan dolar negaranya dengan nilai rupiah…hm… -_-“

Continue reading


Mar 3 2010

KKN ku Selesai Sudah…

P2240846 (2)Hampir sebulan yang lalu aku berangkat KKN dan beberapa hari yang lalu pula aku berpisah dengan keluarga baruku. Perpisahan yang unik dan mengharukan. Banyak kisah menarik tak terduga telah terjadi. Mengajar pelajaran terakhir kalinya untuk anak-anak kelas 2 MI Mambaul Ulum n SD Kendal Pecabean 1 membuatku gag bisa marah pada mereka, meskipun mereka memang sedikit bandel. Tempat yang gag kondusif karena rame dan diruangan terbuka, membuat mereka tak bisa fokus pada pelajaran yang sedang dihadapi. Foto-foto, sharing, dan memberikan nomer telp yang bisa mereka hubungi menjadi detik-detik perpisahanku dengan anak-anak yang menyenangkan itu. Ternyata gag cuma aku aja yang bisa membekas dihati mereka (kok pede banget ya aku??hehe..), Risma, Yan, n Pipit dapet hadiah dari anak didiknya low. Hadiahnya macem2, mulai dari topi, pelembab badan, ampe sandal yang ukurannya pas untuk kakak yang menjadi sasaran kasih sayang mereka. Continue reading


Feb 25 2010

Third Week in Candi, Sidoarjo

P2140544Minggu ketiga menjadi minggu-minggu yang paling sibuk, dimana kita harus mengikhlaskan pikiran dan tenaga untuk warga setempat. Semua divisi bekerja pada bidangnya masing-masing. Cukup capek dan jadi gampang laper (emng dasarnya suka maem..xixixi). Padahal maeman harus beli ato masak dulu kalo mau maem. Gag jarang kita dibawain tetangga-tetangga udang-udang yang besar2…hehehe… (ojo ngiler). Ga hanya udang, makanan ringan pun juga sering dikirimi. Makasie ya bapak-bapak ibu-ibu setempat.

Tiga minggu berkumpul dalam satu kamar dan sering berinteraksi dengan mereka membuat kita mengerti kekurangan dan kelebihan masing-masing. Ada beberapa teman yang hanya menerima kelebihan tapi susah untuk memahami kekurangan teman yang lain. Padahal, setiap kelebihan itu menuntut suatu kekurangan. Apalagi dalam suatu kelompok pasti ada aja yang ga klop, sempet ada yang bikin kres low, sampai acara nangis-nangis karena salah paham. Alhamdulillah dalam ketegangan yang cukup mengkhawatirkan, kami masih bisa mengatasi masalah dengan kepala dingin.

Continue reading


Feb 17 2010

Second Week in Candi, Sidoarjo

Minggu kedua di kampung yang menghijau terhampar banyak kami lalui dengan kegiatan yang berhubungan dengan kesehatan, kewirausahaan, dan lingkungan. Sementara di bagian pendidikan tempat aku bertanggung jawab di divisi ini, masih dengan kegiatan belajar mengajarnya. Lagi-lagi bersenang-senang dengan anak kecil.

”Mbak Difa mau ke posyandu?”, tanya salah satu perangkat desa nyeletuk ketika tau aku akan berangkat ke posyandu.

“Iya pak, kenapa?”, tanyaku sambil memberikan senyum semanis mungkin (weeeek).

Continue reading


Feb 10 2010

First Week in Candi, Sidoarjo

P2020241Sidoarjo bersimbol udang dan bandeng pada huruf “S” nya, layaknya “S” yang terbentuk dari hewan hiu dan buaya pada Surabaya. KKN BBM (Kuliah Kerja Nyata Belajar Bersama Masyarakat) Unair ke 41 kali ini dibagi menjadi tiga wilayah, yaitu Surabaya, Sidoarjo, dan Bojonegoro (mahasiswanya yang paling banyak ada di Sidoarjo). Seluruh pelosok desa yang ditunjuk mendapat sentuhan praktek ilmu yang kami dapat setelah hampir empat tahun ini di fakultas masing-masing. Seperti kata orang, mahasiswa selalu berada di menara gading, melihat dan berpikir segala sesuatunya sangat perfeksionis. Program ini bertujuan untuk kita sebagai mahasiswa, setelah terjun di masyarakat, bukan lagi berdiri di menara gading, tapi berdiri di menara air yang bisa menerangi “para nelayan” yang sedang membutuhkan bantuan cahaya.

Continue reading


Dec 1 2009

PojOk KamPus

Fakultas Ilmu Budaya terletak di Universitas Airlangga kampus B. Mestinya fakultas ini menjadi fakultas yang lebih bermoral dan berbudaya baik, daripada fakultas-fakultas yang lain. Karena banyak orang dari mancanegara yang ingin belajar dan memahami budaya kita, Indonesia. Tapi tidak demikian dengan kenyataannya. Sudah keempat kalinya proyektor fakultas dicuri orang. Yup, empat proyektor hilang tak berbekas. 🙁

Bisa dibayangkan, bagaimana mereka akan membawa “oleh-oleh” kebudayaan yang sempat terjadi di fakultas tempat bertemunya bule-bule itu?? Huufff… Malu ya??? >_<

IMG_0771

Pada pencurian yang pertama, tiga proyektor hilang ketika sehari sebelumnya ada acara dikampus. Waktu itu, heboh sekali, sampai mendatangkan polisi untuk mendeteksi siapa yang berhasil mendapatkan proyektor dengan mudah (tiga sekaligus dalam semalam low…keren ya…). Namun hasilnya nihil. Polisi didatangkan hanya untuk “terlihat” peduli saja. Tidak ada penanganan lebih lanjut untuk kasus ini. Dan tadi pagi, kami dicengangkan kembali oleh hilangnya proyektor di kelas yang paling mewah di fakultas.

Bu Adi: Maaf saudara-saudara… Ada gangguan dengan proyektornya

Aku: (melihat ke atas) hah??

Bu Adi: proyektor kita habis dicuri.

Aku: maneh????

Walah-walah… mungkin uang dari hasil penjualan tiga proyektor sebelumnya sudah habis, makanya pencurine beraksi lagi. Banyak yang beranggapan kalo pencurinya tak lain adalah orang dalam sendiri. Kalau bukan orang dalam, tak kan mungkin secepat itu bisa mengambil proyektor yang tempatnya sangat tinggi serta di kerangkeng dengan rapat. Menurut cerita dari komik “Detektif Conan” kan seperti itu. Kalo ada pencurian atau pembunuhan, pelakunya mesti orang dalam, yang tak jauh-jauh dari “target operasi”. Selain mereka sudah menguasai medan dengan baik, mereka juga pasti sudah mengawasi penjaganya (bukan penjaganya yang mengawasi pencurinya, dasar maling!!! Bisa… Aja…).

Polisi pun mengaku bingung menentukan indeks (petunjuk) dari sidik jari pelaku. Busyet… Keren nie pencurinya, lebih cerdas. Upaya apa ya, yang bisa membuat efek jera bagi pelaku dan yang “akan” jadi pelaku lagi? Mungkin jika mencuri hukumannya potong tangan akan lebih praktis. Orang mencuri bakalan takut duluan membayangkan hukuman yang akan mereka rasakan jika sampai ketahuan. Tapi apa ya tega, orang yang mau motong tangan oranglain itu? Apalagi, hukum di Indonesia bukan hukum Islam, tapi hukum yang lebih pluralistik.

Pertahanan apalagi yang bisa digunakan untuk mengantisipasi “awasan” si pencuri ya? Kok yo gak ikut prihatin, lawong fakultasku masih tergolong baru. Masih butuh penanganan ekstra untuk membangun fakultas yang belum berumur dewasa ini. Ac aja kadang hidup kadang mati. Orang merokok masih lalu lalang. Lantai kinclong pun baru kami rasakan. Gitu proyektor yang dikerangkeng kok yo dicuri… Gak hanya satu pisan.. nyurine rombongan`e.. Kecewa berat aku… :((((

Aku berharap, pencurinya segera tertangkap. Semoga ini menjadi pencurian terakhir yang terjadi di FIB. Bagaimanapun juga… Aku cinta fakultasku kok… Pasti suatu saat akan berkembang dengan eksistensinya sendiri… mengukir prestasi…

Ada saran untuk keamanan di fakultasku ???

NB: barusan aku nanya salah satu petugas fakultas, ternyata FIB sudah pernah kehilangan LIMA proyektor,,, gag cuma empat.. gag tau dweh satunya ilang diruangan brapa n kapan… FIB.. FIB… 🙁


Nov 17 2009

PENDIDIKAN, KELUARGA, DAN CINTA (Tiga Karya Andrea Hirata)

Andrea Hirata

andrea-hirata1Andrea Hirata adalah seorang penulis yang tergolong baru di kalangan sastrawan yang ikut mewarnai dunia sastra Indonesia. Melalui tulisannya, Andrea Hirata ingin memberikan semangat kepada setiap orang yang membaca karyanya. Dalam tulisan ini saya ingin membahas bagaimana korelasi antara pendidikan, keluarga, dan cinta yang banyak terdapat dalam novel Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, dan Edensor.

Orang yang berilmu lebih dihargai di mata Allah SWT dan di mata masyarakat, oleh karena itu secara tidak langsung Andrea Hirata seakan menyerukan “AYO SEKOLAH!!!”. Selama ini, karya sastra yang banyak beredar di masyarakat umumnya bertema cinta remaja, misalnya cerita tentang seorang laki-laki maupun seorang perempuan dalam satu sekolahan. Pada awalnya mereka selalu bertengkar setiap kali bertemu, tapi lama-kelamaan pertengkaran itu berubah menjadi cinta yang mengharu biru. Meski masih terlalu hipotetik, karya Andrea Hirata dapat diterima secara luas karena pembaca kita jenuh akan sajian metropop bertema urban super-ringan, pornografi, hedonistik, dan mulai mendamba tulisan yang lebih berkapasitas. Andrea Hirata Andrea Hirata lahir di Belitong pada 24 Oktober. Meskipun studi mayornya ekonomi, ia amat menggemari sains—fisika, kimia, biologi, astronomi—dan tentu saja sastra. Edensor adalah novel ketiganya setelah novel-novel best seller Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi.

2097518144_0dfb64913aAndrea lebih mengidentikkan dirinya sebagai seorang akademisi dan backpaker. Sekarang ia tengah mengejar mimpinya yang lain untuk tinggal di Kye Gompa, desa tertinggi di dunia, di Himalaya. Andrea berpendidikan ekonomi dari Universitas Indonesia. Ia mendapat beasiswa Uni Eropa untuk studi master of science di Université de Paris, Sorbonne, Prancis dan Sheffield Hallam University, United Kingdom. Tesis Andrea di bidang ekonomi telekomunikasi mendapat penghargaan dari kedua universitas tersebut dan ia lulus cum laude. Tesis itu telah diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia dan merupakan buku teori ekonomi telekomunikasi pertama yang ditulis oleh orang Indonesia. Buku itu telah beredar sebagai referensi ilmiah. Saat ini Andrea tinggal di Bandung dan masih bekerja di kantor pusat PT Telkom. Novel-novel Andrea ditulis dengan gaya realis dan berhasil mencuri perhatian masyarakat secara luas melalui kekuatan cerita, pesan-pesan moral, dan metafora yang memikat.

Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi tercatat sebagai novel-novel best seller saat ini, bahkan novel Laskar Pelangi merupakan novel Indonesia pertama yang mampu mencapai best seller di luar negeri dan sudah difilmkan. Meskipun mengaku tidak memiliki latar belakang sastra, namun sebagaimana ciri khas orang Melayu, Andrea terbiasa mendengarkan cerita dari para orang-orang tua di kampungnya, yang bercerita tentang sejarah dan cerita-cerita klasik Melayu Belitung Daya tarik yang dimiliki seorang Andrea Hirata adalah dalam hal pemilihan latar, terutama latar daerah Belitong yang jarang sekali diimajinasikan seorang pembaca. Saya, sebagai orang awam yang jarang berkeliling Indonesia, seakan-akan melihat bagaimana Andrea merefleksikan situasi Belitong sebagai daerah Indonesia yang kaya akan sumber daya alam tersebut. Saya pun jadi ingin melihat Belitong yang sebenarnya. Tuhan memberkahi Belitong dengan timah bukan agar kapal yang berlayar ke pulau itu tidak menyimpang ke Laut Cina Selatan, tetapi timah dialirkan-Nya ke sana untuk menjadi mercusuar bagi penduduk pulau itu sendiri. Continue reading