Nov 30 2009

Ga boLeH ShAuM.. -_-“

Biasanya telat saur. Bangun cuma minum air putih n shalat tahajud dua rakaat trus adzan subuh dweh (hehhe..mepet bgt..). Berbeda dengan tadi pagi. Saur dah dipersiapkan dari kemarin malem, niat pun bulat ga boleh mbangkong lagi, pokoknya harus bs muhasabah juga lah (udah gede, waktunya tirakat diperbanyak)..

Sip…..aku bisa bangun jam tiga (menurutku jam segini dah awal low). Enak juga ya kalo bangun lebih awal, ga terburu-buru oleh waktu. Maem bisa pelan2.. shalat pun bisa tenang… dah adzan Subuh pun datang… 🙂

Udah beres semua, lampu tidur dinyalakan, mau berseluncur dikasur…tiba2 hape ku berdering dari mas dolfi tercinta (huwek).. sms pun terbaca..

Mas Dop: kamu puasa?sekarang masih hari tasrik  kan?

Aku: (tuing…tuing…) loh iyo tha?? Ak wez saur nie… emng hr tasrik ny ampe kapan?

Mas Dop: Lek sak ngerti ku 11 12, 13.

Aku: yach….. -_-“

Sampe jam9 pagi masih mamang aku.. Temen2 yang ngerti agama semuanya mengharamkan hari ini puasa. Tapi aku barusan di telp bapak, menurut kyai dari Nganjuk (daerah Krempyang, yang punya pondok pesantren dan memiliki murid yang sangat banyak) itu ada kitab-kitab tertentu yang menyatakan tasyriq itu dua hari setelah hari raya (sabtu dan minggu, sehingga senin boleh puasa). Kasus nya kayak ada ga nya doa qunut diwaktu Subuhan. Kalo bapakku lebih suka menyerahkan semuanya padaku, mantep yang mana. Bapak ibu sie mantep puasa… Aku??? -_-‘

Karena mamang,,,ya cari amannya. Akhirnya aku maem coklat dweh..banyak lagi…enak`e.. :p (meskipun enak..rodok eman juga sie..soale puasa wajibnya blum terbayar…)

IMG_0674

Ditengah2 maem coklat… salah satu dari temenku bilang, kalo hari tasyriq itu tiga hari, dimulai dari hari raya ampe dua hari kedepannya, jadi sah-sah aja kalo sebenernya hari ini puasa…. (dia juga ahli agama).

Argh….!!!!

Coklat yang tak makan jadi terasa nyangkut di tenggorokan. Gitu kok dy lama banget mbalesinya…aku kan jadi gak percaya ma bapakku,,,,gda orang lain yang menyatakan kitab-kitab tersebut bisa jadi referensi yang sama…. 🙁 Padahal hasrat untk puasa masih besar…

Ya sudahlah.. Gda guna nya konflik batin… Karena kehidupan itu harus memilih. Aku harus milih,  manteb kalo hari ini masih hari tasyriq, jadi maem aja (dasare dah luwe..xixixixi… ;p). Lagian besok juga masih bisa puasa.

Menurut sumber yang ku peroleh dari rumayso.com, hari tasyriq adalah hari makan, minum dan berzikir.

Makan dan Minum di Hari Tasyriq untuk Memperkuat Ibadah
Hari tasyriq disebut dengan hari makan dan minum, juga dzikir pada Allah. Hal ini pertanda bahwa makan dan minum di hari raya seperti ini dapat menolong kita untuk berdzikir dan melakukan ketaatan pada-Nya. Dengan inilah semakin sempurna rasa syukur terhadap nikmat dapat menolong dalam ketaatan pada Allah. Oleh karena itu, barangsiapa menggunakan nikmat Allah untuk bermaksiat, berarti dia telah kufur pada nikmat.
Maksiat inilah yang nantinya akan menghilangkan nikmat. Sedangkan bersyukur pada Allah itulah nanti yang akan menghilangkan bencana. Semoga kita dimudahkan untuk beramal sholeh dan selalu dimudahkan mendapat ilmu yang bermanfaat, juga semoga kita termasuk hamba Allah yang bersyukur atas segala nikmat.

Jadi… Hari ini aku ga shaum… Niat makan dan minum yang bergizi agar selalu bisa berdzikir padaNya, selalu bersyukur atas nikmat yang diperoleh… dan semakin mencintaiNya…

Semoga kita termasuk orang yang beruntung di jalanNya.

Amien.

^_~


Nov 27 2009

sAatNya bErkOrbAn ni3…

Hari Raya Idul Adha identik dengan berkorban. Bukan saja identik, tapi memang selalu ada yang dikorbankan sie. Mbekkkk… Moooo… tabah ya… semoga daging mu barokah untuk umat manusia. Ikhlas kan seluruh tubuhmu untuk orang yang benar-benar ngiler liat body mu yang sudah berubah menjadi sate nikmat dengan kecap manis asal kudus… THG punya,,, xixixi…

Menjadi keistimewaan tersendiri, bisa merayakan hari raya kurban bersama keluarga. Tapi apalah daya, diri ini tak sanggup bersua dengan mereka. Hik… Pengen sekali pulang, tapi besok ada acara mantennya sodaraku (Dek Ine), akhire aku tertahan di kostan.. Untung ada adek kostku (Duki syalalala…) yang rumahnya Jogya, ikutan ga pulang. Ada temennya dweh.. 🙂

Awal2 ngerasa nelangsa aja… berlebaran tidak dengan keluarga, tapi setelah keluar dari kost2an untuk shalat Id, ternyata aku tidak sendiri. Ada banyak sekali mahasiswa-mahasiswa yang tidak pulang ke rumahnya. Hm… Pikiranku jadi perlu didekonstruksi ulang nie.. 😉

Idul Adha tak harus terpaku dengan keluarga kandung, bukankah adek kost juga merupakan sodaraku? Bu kost dan pak kost di Surabaya juga merupakan orang tua kedua ku kan? Jadi dinikmati saja… Anggap ini sebuah pengorbanan yang aku lakukan, meski tidak dengan materi, tapi berkorban perasaan… hehehe.. ^_^ V

Alloh… maafkan Difana ya.. menuntut terlalu banyak.. berkeluh kesah tidak ikhlas.. terlambat mengartikan “Hari Korban” yang sesungguhnya…. jadi malu… Padahal kesholehan Ismail sudah dibaca berkali-kali… keikhlasan Ibrahim juga jelas jadi panutan.. gitu kok ya aku selalu lupa (atau sengaja melupakan?? gag..beneran… lupa….) Sekali lagi.. Maafin Difana ya Rabb.. 🙁

Saudara-saudaraku… Selamat Hari Raya Idul Adha y… Semoga pengorbanan yang kita lakukan diterima oleh Zat Paling Agung….

Amien… ^_^


Nov 25 2009

SaYap iNi Ingin TerBang

Ingiiiin… sekali bisa membantu mereka yang sedang kesusahan dalam menghadapi cobaanNya. Bukannya aku sendiri tanpa masalah. Tapi jika dibandingkan dengan masalahku, masalah mereka terasa lebih berat. Untuk itu, naluri keperempuananku tergerak. Aku merasa “wajib” mendengarkan mereka bercerita, menangis, ataupun tertawa bahagia. Melihat bagaimana mereka bercerita, ikut merasakan apa yang mereka rasakan, memberikan sentuhan yang mereka butuhkan saat ini, membuatku bersyukur. Selalu tentang cinta… cinta.. dan cinta… Tapi kemampuanku adalah mendengarkan mereka. Cuma mendengarkan mereka, selagi mereka membutuhkan itu… Cinta. Satu kata, beribu makna…

Aku merasa bersyukur… bisa bertemu dengan serpihan cinta yang kukira takkan bisa tumbuh seperti saat ini. Takkan pernah kusangka jika cinta ini bisa membuatku bahagia, membuatku bisa “hidup” kembali dalam tidur panjangku. Aku mencintaiNya, juga mencintainya. Cintanya pada Dia membuatku menghembuskan nafas dalam-dalam, betapa dirinya sungguh berarti dalam setiap detik suatu masa. Selalu ada yang berbeda antara dirinya dengan yang lain. Selalu ada memori yang tak terhapuskan oleh zaman. Selalu ada alasan kenapa aku membutuhkannya untuk semangat menjalani detak jantung.

Mendengarkan seseorang berbicara lebih bisa menjadikanku lebih bijaksana, daripada harus aku yang bicara. Selain tak pandai mengurai kata dalam dialog, melihat mata mereka yang terdiam namun berbicara membuatku tersadar arti sebuah kejujuran.

Selalu meminta padaNya disaat genting saja. Tak peduli Sang Pencipta Segala disaat cinta bersambut dengan kasih. Tak peduli ketika keinginan bersambut kebutuhan yang terkabulkan. Pernahkah kau berpikir, bagaimana perasaan seorang Kekasih yang sebenarnya, jika kau tetap melakukan hal-hal yang sama? Pasti cemburu. CemburuNya pasti. Selalu berhati-hati dalam menjaga diri, hati, dan hari.

Pemilikku… berikan lah apa yang sudah Kau gariskan untukku…

Pemiliknya… berikan lah apa yang sudah Kau tetapkan untuknya..

yang terbaik tentu… 🙂

Terima kasih telah mempertemukanku dengannya..

Terima kasih cerita pertemuan indah (hampir) setahun yang lalu…

Aku mencintai Mu..

Aku menyanyangimu…

🙂


Nov 24 2009

DeMi “2012”

IMG_0692

“Nonton yuk mbak!!”

“Ayuk!!! Nonton apa?”

“2012.”

“Emng ga antri??”

“Nyoba aja.”

Ya..ya..ya.. Kunci nonton bioskop yang lagi “in” adalah diperlukannya KESABARAN. Hik… karena saking lamanya ga nonton (nonton nunggu ada yang ngajak ja..hehehe..), jadi lupa gmn kebiasaan “orang-orang” yang antusias. Kebetulan aku nonton di Matoz (Malang Town Square), maen ma sodaraku yang sekolah di Brawijaya, namanya Ayu (adek sepupuku).

Waktu itu pukul 12.00 WIB. Puluhan orang berjubel memenuhi ruangan “21” yang ga terlalu besar (dibandingkan di Surabaya). Banyak sekali anak sma yang masih berseragam, karena itu pas weekend.

Di depan mbak tiket.

“Mbak, nonton 2012 yang jam 1.”

“Penuh mbak.”

“Hm.. jam 3?”

“Penuh mbak.”

Argh!!!

Continue reading


Nov 23 2009

PaRaLayaNg YuuuUUukkk,,,,

Meskipun bukan waktunya liburan, tak ada salahnya mencoba olahraga yang satu ini. Paralayang adalah olahraga yang membutuhkan nyali cukup besar. Untuk pemula, hanya dibutuhkan waktu setengah jam, itupun jika anginnya bagus, tapi kalo cuaca pas jelek hanya bisa terbang sekitar 15 menit. Tempatnya yang tidak jauh dari Surabaya juga memudahkan aku beserta rombonganku untuk mencoba permainan ini (halah rombongan, padahal cuma tiga orang,hehe..). Tepatnya di Kota Batu, Malang.IMG_4182

Sempet deg-deg an juga waktu tau tempat start nya yang ternyata tuiiinnnngggii… sekitar 1500 mter low!! Hik… nyali sempat menciut, keringat dingin mulai membasahi sepatu nike merah, flu akut yang kurasakan sebelum berangkat tiba-tiba hilang saking stress nya (lebay mode on). Hik..pokoknya ga percaya dweh aku bisa mendarat selamat dan sukses. :p

IMG_4169

Aku menjadi “penerbang pertama” diantara Mas Dolfi dan Mbak Krissa (konsekuensinya fotoku paling banyak, hihihi…). Kalo kamu liat foto-fotoku sebelum penerbangan, bakalan keliatan twuh wajahku yang super dag dig dug (ga pake duer, kan g belajar nge bom). Tapi karena dari awal sudah niat (soale waktu di Bali dulu pengen nyoba parasailing gjd, anginnya ga memungkinkan ?), akhirnya kuberanikan diri. Sambil bergumam (hidup, mati, hidup, mati, hidup… hore aku hidup loh?!) penuh kepasrahan, aku pun mengikuti tahap-tahap instrukturnya.

Yang bikin aku teriak keras itu, waktu paralayang tersebut terbang sebelum waktunya. Iya.., jadi sebelum terbang itu mesthinya berjalan beberapa langkah dulu, menuju “jurang” udara…. Belum sampe jalan lakok badanku sudah terangkat udara tho… ya otomatis aku teriak sekencang-kencangnya. AAAAAAAAA………. (baru nyadar, badanku kurang lemak, huh!!) Continue reading


Nov 22 2009

Pengorbanan

“Ayahhh…. Kita mau kemana?”, tanya si anak dengan wajah polosnya.

“Ke tempat yang sekiranya kamu bisa bermain dengan bebas nak”, pandangan ayah masih lurus ke depan.

“Berarti kita akan ke toko mainan seperti beberapa bulan yang lalu?”, tanya si anak lagi dengan mata yang tampak berbinar-binar.

“Bukankah kau belum pernah masuk toko itu?”, dahi sang ayah yang sudah keriput tampak lebih mengerut. Tua.

“Iya ayah… Ardi memang belum pernah masuk ke toko itu… Tapi melihat mainan yang bertumpuk-tumpuk di toko itu, Ardi senang yah..”, giginya yang rata terlihat mulai tumbuh. Meskipun tak sehat dan berwarna putih kekuningan.

Sang ayah hanya bisa tersenyum kecil. Kekhawatiran yang semula dia simpan dengan rapi, sebenarnya bisa dipahami dari sorot matanya. Dia terharu melihat keceriaan anaknya yang baru berumur 6 tahun tersebut. Ingin sekali sang Ayah berbicara banyak hal dengan Ardi, tapi Ayah tetaplah orang yang tertutup. Selalu ingin terlihat baik-baik saja didepan buah hatinya.

“Lalu kenapa kita membawa tas sebanyak ini ayah?”

“Sapa tau perjalan kita membutuhkan baju yang banyak untuk menghangatkan tubuh-tubuh kita, sayang.”

“Perjalanan kesana kan tidak jauh Ayah. Dulu cuma butuh sehari, eh dua hari ya yah?

“Dua hari anakku.”

“Kenapa semua baju-bajuku dibawa yah?”

Continue reading


Nov 20 2009

Kebijaksanaan Suku Tengger

“Mencuri.”

“Mencuri apa?”

“Apapun.”

-Hening-

Itu adalah potongan dialog antara kami dengan seorang warga Suku Tengger yang membuat kami saling berpandangan. Beruntung sekali bisa ikut dalam penelitian dosenku (Bapak Listiyono Santoso) yang harus berinteraksi dengan mereka. Karena tidak semua mahasiswanya bisa ikut (tentu saja harus kompromi dulu dunk..xixixi).  Judul penelitian dosenku kemarin adalah “Kearifan Ekologis Tengger.”

PA250196PA250175

Tugas kami disana mewawancarai beberapa warga setempat tentang filosofi alam bagi mereka. Tanggapan mereka tentang lingkungan hidup memberikan kontribusi yang cukup penting dalam penelitian ini. Tak hanya itu, aku yang sudah lama tidak ke Bromo (terakhir aku masih teka, jadi lupa-lupa ingat gitu, hehehehe..) kembali menemukan suatu keistimewaan dari peradaban tradisional. Kalo katanya Pak List, “Menjaga tradisi tanpa harus menjadi tradisionalisme. Membangun masa depan dengan mempertimbangkan tradisi.” 🙂 Continue reading


Nov 19 2009

MaTi

Aku,,, merasa sendiri…

Bukan karena sengaja menginginkannya,,, tapi karena aku nyaman dengan kesendirian yang telah aku lalui saat ini…

Aku,,, merasa bimbang,,, jika harus dihadapkan dengan pelik masalah yang mendera..

Bukan masalah ku… tapi masalah mereka… dan selalu bermunculan dalam lipatan memori otakku yang jumlahnya bermilyaran…

Aku terbuang dalam lautan manusia…. kasat mata… tanpa disadari oleh mereka…

Tapi lagi-lagi…. bukan karena aku yang merasa terbuang….

Tapi karena mereka benar-benar tidak menginginkanku… -atau mungkin aku yang jenuh dengan mereka-

…. Pergi… Pergi.. Pergi…

Aku ingin berlari,,, jauh,,, hingga tanpa batas….

Batas yang sebelumnya nampak oleh pandanganmu…

Biarkan aku pergi jauh,,,, jangan kau kejar,,, karena aku berlari sangat kencang…

Dan aku takut kau lelah kemudian mati…..


Nov 17 2009

PENDIDIKAN, KELUARGA, DAN CINTA (Tiga Karya Andrea Hirata)

Andrea Hirata

andrea-hirata1Andrea Hirata adalah seorang penulis yang tergolong baru di kalangan sastrawan yang ikut mewarnai dunia sastra Indonesia. Melalui tulisannya, Andrea Hirata ingin memberikan semangat kepada setiap orang yang membaca karyanya. Dalam tulisan ini saya ingin membahas bagaimana korelasi antara pendidikan, keluarga, dan cinta yang banyak terdapat dalam novel Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, dan Edensor.

Orang yang berilmu lebih dihargai di mata Allah SWT dan di mata masyarakat, oleh karena itu secara tidak langsung Andrea Hirata seakan menyerukan “AYO SEKOLAH!!!”. Selama ini, karya sastra yang banyak beredar di masyarakat umumnya bertema cinta remaja, misalnya cerita tentang seorang laki-laki maupun seorang perempuan dalam satu sekolahan. Pada awalnya mereka selalu bertengkar setiap kali bertemu, tapi lama-kelamaan pertengkaran itu berubah menjadi cinta yang mengharu biru. Meski masih terlalu hipotetik, karya Andrea Hirata dapat diterima secara luas karena pembaca kita jenuh akan sajian metropop bertema urban super-ringan, pornografi, hedonistik, dan mulai mendamba tulisan yang lebih berkapasitas. Andrea Hirata Andrea Hirata lahir di Belitong pada 24 Oktober. Meskipun studi mayornya ekonomi, ia amat menggemari sains—fisika, kimia, biologi, astronomi—dan tentu saja sastra. Edensor adalah novel ketiganya setelah novel-novel best seller Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi.

2097518144_0dfb64913aAndrea lebih mengidentikkan dirinya sebagai seorang akademisi dan backpaker. Sekarang ia tengah mengejar mimpinya yang lain untuk tinggal di Kye Gompa, desa tertinggi di dunia, di Himalaya. Andrea berpendidikan ekonomi dari Universitas Indonesia. Ia mendapat beasiswa Uni Eropa untuk studi master of science di Université de Paris, Sorbonne, Prancis dan Sheffield Hallam University, United Kingdom. Tesis Andrea di bidang ekonomi telekomunikasi mendapat penghargaan dari kedua universitas tersebut dan ia lulus cum laude. Tesis itu telah diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia dan merupakan buku teori ekonomi telekomunikasi pertama yang ditulis oleh orang Indonesia. Buku itu telah beredar sebagai referensi ilmiah. Saat ini Andrea tinggal di Bandung dan masih bekerja di kantor pusat PT Telkom. Novel-novel Andrea ditulis dengan gaya realis dan berhasil mencuri perhatian masyarakat secara luas melalui kekuatan cerita, pesan-pesan moral, dan metafora yang memikat.

Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi tercatat sebagai novel-novel best seller saat ini, bahkan novel Laskar Pelangi merupakan novel Indonesia pertama yang mampu mencapai best seller di luar negeri dan sudah difilmkan. Meskipun mengaku tidak memiliki latar belakang sastra, namun sebagaimana ciri khas orang Melayu, Andrea terbiasa mendengarkan cerita dari para orang-orang tua di kampungnya, yang bercerita tentang sejarah dan cerita-cerita klasik Melayu Belitung Daya tarik yang dimiliki seorang Andrea Hirata adalah dalam hal pemilihan latar, terutama latar daerah Belitong yang jarang sekali diimajinasikan seorang pembaca. Saya, sebagai orang awam yang jarang berkeliling Indonesia, seakan-akan melihat bagaimana Andrea merefleksikan situasi Belitong sebagai daerah Indonesia yang kaya akan sumber daya alam tersebut. Saya pun jadi ingin melihat Belitong yang sebenarnya. Tuhan memberkahi Belitong dengan timah bukan agar kapal yang berlayar ke pulau itu tidak menyimpang ke Laut Cina Selatan, tetapi timah dialirkan-Nya ke sana untuk menjadi mercusuar bagi penduduk pulau itu sendiri. Continue reading


Nov 16 2009

Sisa Sepotong Cinta

“Asem….!!! Brengsek!!! Cukup.. Cukup… Aku sudah cukup bersabar dalam hal ini. Aku bersumpah dia akan mendapatkan ganjaran yang setimpal, menginginkan kejadian paling buruk menimpanya. Aku percaya akan hukum karma. Hidupnya pun tak akan tenang dihantam awan. Bukan Clara namanya jika tidak bisa membuat detik dalam kehidupannya menjadi tak berarti. Cuih!”

“Tapi..sebenarnya bukan itu maksud dari seorang yang begitu mencintaimu. Ingatkah kau bahwa dia selalu mengantarkanmu kemana pun kau pergi. Mengajarkan sesuatu yang susah menjadi mudah. Tak lupa, selalu membawa kan bekal untukmu dipagi hingga malam hari.”

“Itu dulu. Kini cintanya menguap begitu saja.”

“Karena kamu tak merawatnya.”

“Aku merawatnya kok.. Mencoba untuk menjadi pupuk atau air segar baginya.”

“Pupuk yang sudah tak layak pakai dan air keruh”.

“Ya kalau itu yang kamu mau terserah. Aku hanya ingin dia lebih menderita daripada yang aku alami sekarang.  Aku mengutuk dia dalam kepedihanku. Huh!!”

Clara nampak menggerakkan gigi atas dan gigi bawah. Nampaknya dia sangat geregetan melihat sesosok foto laki-laki yang selama ini menghiasi dompet Roxy putihnya. Dipandangi dan dibelai-belai foto itu. Antara geretan dan rasa ingin bertemu nampak dari raut mukanya. Kemudian raut wajahnya berubah. Nampak dari sudut mantanya ingin mengeluarkan sesuatu yang sudah dari tadi ia pendam.

“Coba pikirkan lagi akibat dari tindakan yang tak kau pikirkan matang-matang. Sebenarnya dia masih sangat mencintaimu. Dia pun begitu karena salahmu sendiri.”

Continue reading