Nov 20 2009

Kebijaksanaan Suku Tengger

“Mencuri.”

“Mencuri apa?”

“Apapun.”

-Hening-

Itu adalah potongan dialog antara kami dengan seorang warga Suku Tengger yang membuat kami saling berpandangan. Beruntung sekali bisa ikut dalam penelitian dosenku (Bapak Listiyono Santoso) yang harus berinteraksi dengan mereka. Karena tidak semua mahasiswanya bisa ikut (tentu saja harus kompromi dulu dunk..xixixi).  Judul penelitian dosenku kemarin adalah “Kearifan Ekologis Tengger.”

PA250196PA250175

Tugas kami disana mewawancarai beberapa warga setempat tentang filosofi alam bagi mereka. Tanggapan mereka tentang lingkungan hidup memberikan kontribusi yang cukup penting dalam penelitian ini. Tak hanya itu, aku yang sudah lama tidak ke Bromo (terakhir aku masih teka, jadi lupa-lupa ingat gitu, hehehehe..) kembali menemukan suatu keistimewaan dari peradaban tradisional. Kalo katanya Pak List, “Menjaga tradisi tanpa harus menjadi tradisionalisme. Membangun masa depan dengan mempertimbangkan tradisi.” 🙂 Continue reading