Dec 2 2009

….SaMa Aja tErnyaTa….

Ternyata semua cowok yang terlalu capek dengan aktivitasnya itu sama aja. Demikian kesimpulan yang kudapat, hasil aku ngobrol dengan mbak kostku yang berpengalaman. Dia sudah berpacaran hampir 6tahun (luama ya….). Dan konflik yang muncul seringkali karena masalah yang sepele. Tidur. Lebih tepatnya tertidur. Adek kostku pun pernah marah-marah luar biasa sama pacarnya ketika dia mau pulang kampung dan sang pacar tertidur. Temen kostku juga, padahal di hari ulang tahunnya, dia mau dinner tapi sang cowok kecapeken karena habis futsal dan tertidur. Lupa kalo hari itu hari spesial pujaan hatinya. Payah.

Okey, memang egois sekali jika tidur jadi masalah besar. Tapi beda hal nya kalo keadaan tersebut berulang-ulang. Bukankah seorang wanita juga memiliki batas kesabaran?

IMG_1582

Ketika seorang wanita marah atau ngambek, sejujurnya dia ingin dimengerti (kayak lagunya Ada Band aja). Tapi memang begitu keadaannya. Apalagi ketika seorang wanita itu berjauhan dengan orang yang disayanginya, pasti hanya “berkabar” yang bisa menghiburnya. Miris rasanya jika keinginan dari seorang wanita itu tidak disambut dengan pemahaman kekasihnya. Ngambek yang dimaksud untuk menarik perhatian si lelaki, bukannya perhatian yang didapat malah dingambeki balik. Walah… unik bgt… Waduh duuh, yang kayak gini sapa yang ga dewasa ya? Yang wanitanya atau yang lelakinya?? 🙁

Parahnya lagi kalo ternyata si lelaki tidak punya kesabaran dan tidak ada usaha untuk memperbaiki keadaan. Sebenarnya alangkah baik jika perbaikan itu dilakukan oleh kedua belah pihak, namun jika kondisinya seperti ini, gak yakin bisa berjalan beriringan (gengsi atau egois? Dua-duanya mungkin). Menuntut?? Iya… Wanita menuntut kesabaran. Wanita menuntut waktu. Tapi hanya “orang pilihan” saja yang bisa bertahan dengan itu.

Jika memang kejengkelan yang tersisa, hanya ada dua: wanita dan air mata. Huruf-huruf yang saling berhubungan. Sekuat apapun wanita bertahan, setegar apapun raganya terlihat tenang, namun air mata juga yang membasuh jiwanya untuk menunjukkan kejujuran. Meski tak selamanya air mata itu teridentifikasi dengan kesedihan, terharu juga bisa jadi membiru karena bahagia. Tapi itu jarang.

Pembahasan menjadi semakin melebar. Dari kebiasaan lelaki yang menikmati aktivitasnya, hingga wanita yang terkadang ga mau ngalah (atau kalah?). Wujud sosok wanita yang diimpikan pun menjadi sirna jika sudah tertimpa masalah. Tapi sekali lagi perlu penekanan, hanya orang-orang tertentu yang bisa bertahan. Menunggu. Yakin pasti ada.

Menyenangkan bisa berbagi cerita dengan sesama wanita dalam satu atap. Meskipun mendengarkan cerita mereka dengan bumbu air mata di pelupuk matanya, tapi dengan begitu, aku jadi tahu, banyak wanita yang mempunyai problema yang sama. Ga sendiri yang terkesan posesif bgt. Jadi ingat, bahwa pasangan adalah cerminan pribadi diri sendiri. Kalo lelakinya secuek itu, berarti jati diri wanita tersebut sesungguhnya juga sama cueknya, cuma tersamar oleh beberapa hal. Hm…. jadi harus berubah. Perubahan itu pasti.. tapi perlu waktu… apalagi wanita…

Okey…. Berharap yang terbaik untuk esok hari……. dan “nanti”.

Kebersamaan dengan mereka. Sepele memang. Tapi penting.

Difana sangat sayang…….. :'(