Dec 8 2009

…UKS…

Senin pagi itu terasa lebih terik dari biasanya. Hari ini adalah hari terakhir murid-murid kelas tiga SMUN 2 Surabaya mengikuti upacara bendera, setelah beberapa minggu yang lalu mereka sibuk dengan ujian-ujian kelulusan, melelahkan. Diantara mereka banyak yang berpakaian lengkap, tak ingin melewatkan sang merah putih dengan masuk BK (Bimbingan Konseling) gara-gara tidak memakai atribut wajib. Sepatu hitam mengkilat, sabuk hitam bermerk, topi yang sudah sedikit apek, serta dasi yang sedikit kurang rapi bertengger di tubuh masing-masing siswa (sekalipun berjilbab). 🙂

Tentu saja tak hanya ada siswa kelas tiga saja yang siap, tapi ada juga siswa kelas satu dan dua, serta para ibu guru yang ikhlas mengikuti upacara pagi itu. Anggota pasus tampak rapi dalam jajaran balok dari yang rendah di awal hingga tinggi ke belakang. Pasukan PMR tengah siaga jika ada yang tiba-tiba pingsan. Posisi petugas PMR ini terpisah antara satu dengan yang lainnya. Dia berdiri di belakang siswa perkelas. Di deretan siswa yang sedang bertugas, ada Andah yang masih duduk di kelas 2 Ipa 2. Cantik dan penuh aura. Bertugas di belakang kelas 3 Ipa 7. Tak biasanya Andah mau bertugas di belakang kelas itu, selain ramai, kelas tersebut juga memiliki predikat yang kurang baik di mata sekolah. Meskipun tampak lesu, dia meminta kawan-kawannya, agar diijinkan berdiri di kelas yang diinginkannya. Kontan siswa-siswa kelas 3 Ipa 7 ramai dengan adanya Andah yang bertugas dibelakang barisan mereka.

Karena upacara yang terakhir, wejangan-wejangan yang dilontarkan kepala sekolah lebih lama dari biasanya. Lama-kelamaan keadaan semakin tidak kondusif, siswa-siswa tidak berada dalam barisannya, memperhatikan wejangan-wejangan tersebut saja tidak. Dan yang paling terasa pagi itu adalah panasnya yang semakin menyengat. Andah yang sedari awal kurang sehat, tiba-tiba saja terjatuh. Padahal sejatinya dia sedang bertugas menolong yang kurang sehat, tapi ternyata dia sendiri yang pingsan. Kontan hal tersebut membuat siswa-siswa kelas 3 Ipa 7 bingung.

Continue reading