Jan 22 2010

wAniTaku

Pergilah, katamu padaku. Dan aku diam bergeming menatapmu. Pergi, katamu lagi sembari menatap wajahku dengan berkaca-kaca. Dan aku masih tetap melihatmu tak percaya. Pergi.. aku mohon, suaramu lirih tapi cukup menamparku pelan. Benih kebimbangan muncul berupa air yang keluar dari matamu. Ingin kuseka air matamu kala itu, memelukmu. Andai kau tau apa yang kurasakan saat itu, aku yakin kau akan memberikan kesempatan yang lebih besar padaku. Aku juga bisa melakukan sesuatu lebih dari yang kau bayangkan. Aku tetap diam berdiri tak bergerak sedikitpun, dan kau membalikkan badan, berlari kencang meninggalkanku sendiri.

Continue reading


Jan 17 2010

Green Canyon bener-bener Green Oey!!

P1140027Alloh Maha Indah… Semua “buatanNya” menyimpan keajaiban-keajaiban yang tak ada duanya. Melihat goresan “tangan-Nya”, diri ini jadi merasa kecilllll.. banget….  Untuk itulah kita sebaiknya menghargai sebuah seni, karena Alloh suka dengan keindahan, sedangkan keindahan itu identik dengan seni.  Mempunyai waktu liburan yang gag cukup panjang, cukup membuat otak berputar enaknya mau kemana. Jadi, daripada wisata di mall (baca: belanja), lebih bijak jika kita wisata alam yang bisa menyehatkan pikiran dan mata. Kalau di Arizona (Amerika) terkenal dengan Grand Canyon, maka Cijulang (Indonesia) terkenal dengan Green Canyonnya. Perbedaannya terletak pada awal kata, Green dan Grand, tapi memberikan arti yang cukup besar (gag kalah ya??).

P1140016Start petualangan dimulai dari Kertosono pukul dua siang. Setelah melalui perjalanan selama lima jam lewat jalur darat, kami sekeluarga (formasi berempat: sopir, bapak, ibu, dan difana) berhenti dan menginap di Yogyakarta. Keesokan harinya perjalanan yang membosankan dimulai dari pukul 5 pagi dan sampai di tempat tujuan pukul 3 sore. 10 jam perjalanan yang benar-benar  melelahkan. Green Canyon atau sering disebut oleh masyarakat setempat Cukang Taneuh yang berarti jembatan tanah, terletak di Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang, Ciamis, Jawa Barat. Akses kesana tidak semudah yang dibayangkan. Selain jalan aspalnya yang berlubang (sangat banyak dan besar-besar) sehingga mobil tidak bisa melaju cepat, jalannya pun sempit. Sempet down juga sie, udah capek, jalanan gag enak, mana hujan lagi. Feelingku gag mungkin ketemu hari itu dweh. Tapi ketika sampai di dermaga Green Canyon, kepenatanku rasanya lari entah kemana gitu. Senyam-senyum sambil menghirup udara yang jauh dari panas. Pandanganku gag bisa lepas dari kanan kiri sungai, berkeliaran. Keluhanku akhirnya terbayar sudah.

Continue reading


Jan 12 2010

Menguak Sang Pemimpi

“Speachless…”

Itulah sambutan yang muncul dalam hatiku. Aspek-aspek yang detail mampu ditampilkan dalam enkranisasi debutan Mira Lesmana ini. Aku sudah baca keempat karya Andrea Hirata. Dari keempat buku tersebut, sebenarnya yang bikin aku terkesan dan ingin membacanya berulang kali adalah bukunya yang ketiga, Edensor. Perjalanan keliling dunia ketika dia kuliah di Prancis sangat menginspirasiku untuk bisa membayangkan bagaimana situasi dikala itu. Eropa memang selalu menarik orang awam sepertiku. Dan yang paling mengharukan adalah bukunya yang keempat, Maryamah Karpov. Perjuangan cinta sekaligus penutup tetralogi catatan seorang Andrea Hirata ini membuat titik-titik air mata ku leleh.

Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi menjadi pembuktian, bahwa enkranisasi tidak selalu jelek. Sempet kecewa dengan film-film hasil adaptasi dari novel yang jauh dari imajinasiku (ex: Ayat-Ayat Cinta, Da Vinci Code). Isinya yang kurang “berisi” membuatku memilih membaca novel aslinya daripada harus melihat film dengan judul yang sama tersebut.  Tapi berbeda dengan enkranisasi kebanyakan, ternyata film Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi lebih bagus dari novelnya!!! Pengalaman pembacaanku ketika bersama Laskar Pelangi setiap malam selama seminggu hanya akan membuatku tertidur “lebih cepat”. Dan sempet tercengang dengan filmnya yang lebih bisa mengombang-ambingkan perasaanku. Dari yang diem karena “nggumun” ampe diem sesenggukan (nangis yang tak tahan karena malu ma orang2 sebelah), lengkap pokoknya. Gag heran kalo film ini mendapat berbagai penghargaan. Salut ma Mira Lesmana selaku produser dan Riri Reza sebagai sutradaranya.

Continue reading


Jan 4 2010

sAlaD pErdAnA

Resolusi tahun 2010 bagiku adalah mencoba menjadi wanita yang bisa diandalkan. Selain mandi teratur dua kali sehari (yang tahun kemarin gagal ku  lakukan), belajar bekerja lebih serius (mencoba lebih semangat beraktifitas), dan yang tak kalah penting adalah memasak. My first posting in 2010. Let`s read my experience if i cooking something. 🙂

IMG_0839

Bermula dari keluarga besar yang suka makan salad, maka liburan dirumah menggugah aku untuk membuat salad yang persis seperti kegemaran kami. Salad favorit keluarga kami adalah salad salmon nya Dome. Suer…dijamin uenak buanget… (hik.. tiba2 air liurku muncul banyak..apalagi pas puasa nie…sapa mau nganterin aku beli di??). Berhubung ga beli daging salmon, jadi bikinnya tanpa daging dan buah yang kugunakan juga seadanya. Setelah berbelanja cukup banyak dan mengupas kulit buah dengan hati2…maka jadilah salad perdana ala difana ^^. Tak lupa saos thousand island nya…Hmm…Yummy.. (rasa saosnya persis saos saladnya Pizza Hut low).

Sebelum ku sajikan untuk bos besar (baca:bapak), maka yang jadi “korban”pencicip pertama adalah Mas Dopi. Iya.. Mas ku yang satu ini sedang lalu lalang di depanku, jadi kupanggil dan kupersilahkan mencoba salad tersebut untuk pertama kalinya.

“Hah? Kok enek gedange?”

“Emang salad kuwi ga onok gedhange ya?”

“Wkwkkwkwk…. Penggaweane maem salad dome…. nggawe dewe kok kathek gedhang…!!!”

“Loh gedhang sunpride iki…”

“Yo ra mlebu…. Bego.”

Hehhehe…malu aku diguyoni gitu. Habis kalo tau salad Dome, maunya ga bisa lepas dari tu mangkok (lebay dot kom). Maunya makan..makan…dan makan… ampe ga tak liatin komposisi bahan yang bikin salad itu jadi very delicious.  Selain warnanya yang “puyeh”, aku pikir2 lagi buah apa yang bisa menarik minat orang yang liat saladku ya?? Aha… Buah yang satu itu….

IMG_0842

“Mas Dop, cobain lagi dweh….”

“Moh,,,,”

“Ndang tho… iki buahe enak.”

Setelah mengambil potongan yang baru aku kupas,

“Biyuh… Kurang ajar… Pahit…. Opo iki?

“Alpokat.”

“Dasar kopler!! Bedakne antara salad karo rujak. Mosok salad mbok ke`i alpokat, durung mateng pisan!!!! Bar kuwi kek onok pelem karo nanas tambahi cingur jo lali.”

Dan dia pun berlalu sambil menelan air putih sebanyak-banyaknya. Xixixixi…. Habis bingung mau tak kasih buah apalagi. Tapi setelah menerima saran dari mas ku yang satu ini, aku mulai dari awal dweh. Kupas apel fuji satu siung (brambang be`e). Rebus jagung manis untuk sumber karbohidratnya (karena suka yang manis2 aku rebus dua jagung,,,dan ternyata kebanyakan. Untuk yang mau porsi kecil, ada baiknya godog satu aja cukup). Buah pir warna ijo yang kriak2 satu biji (gag menutup kemungkinan yang kuning juga boleh dipake kok…namanya juga salad buah dan sayur, jadi buah yang “pantes” kamu masukin aja… jangan pisang tapi..suwer..rasane jadi aneh…). Wortel segar dua buah. Selada satu iket, dan bawang bombay yang diiris tipis2. Setelah ditata semenarik mungkin, maka jangan lupa saos saladnya ya… 😉

IMG_0844

Tarra… jadilah salad dengan rasa dan tampilan yang menarik… (tapi kok kayak “sampah” yang ditata ya?SStttt…). Menu ini akan kuhidangkan nanti setelah buka puasa. Semoga gda komplen lagi… Soale besok mau balik ke surabaya… Xixixixi… Kalo penasaran dengan rasanya, coba sendiri dirumah ya….

Selamat mencoba… 🙂