Jan 22 2010

wAniTaku

Pergilah, katamu padaku. Dan aku diam bergeming menatapmu. Pergi, katamu lagi sembari menatap wajahku dengan berkaca-kaca. Dan aku masih tetap melihatmu tak percaya. Pergi.. aku mohon, suaramu lirih tapi cukup menamparku pelan. Benih kebimbangan muncul berupa air yang keluar dari matamu. Ingin kuseka air matamu kala itu, memelukmu. Andai kau tau apa yang kurasakan saat itu, aku yakin kau akan memberikan kesempatan yang lebih besar padaku. Aku juga bisa melakukan sesuatu lebih dari yang kau bayangkan. Aku tetap diam berdiri tak bergerak sedikitpun, dan kau membalikkan badan, berlari kencang meninggalkanku sendiri.

Continue reading