Apr 8 2010

SEMPU yang hampir SEMPU-rna (Part 1)

“Mbak ayo ke pulau Sempu ma anak2 PA (Pecinta Alam) nya Unair n Udayana?”, tawar Riska (adek kostku).

“Iyo tha? Sebenernya aku mau ke sana ama tmn2 SMP ku, tapi g tau jadi apa gag….”, sambil manyun antara pengen n ga.

Seminggu kemudian.

“Ayo mbak, aku melu low…”, kata Adis, adek kostku satunya, yang punya perawakan tinggi menjulang.

“Hah, kamu ikut? Ya wez liat entar dweh”, sahutku dengan nada yang bener2 mupeng.

“Mbak aku yo melu…”, kata Anggita (temen Riska yang masih anak mama banget) mantap.

Haduh….kalo udah kayak gini, bawaane pengen ngikut aja. Yang namanya berkunjung ke tempat2 baru menjadi sesuatu yang sangat menarik n ga bisa kutolak rasanya. Apalagi Sempu memang menjadi target kunjungan setelah Green Canyon. Berbekal kenekatan karena skripsi belum selesai dan ijin ortu yang ga dijelas-jelasin (kalo tau Pulau Sempu seperti apa dijamin ga boleh ikut beneran dweh)….berangkatlah Difana bersama adek-adek kost (aku paling tuwir lah kethoke.. -_-“)

Jumat, 2 April 2010

“Mbak… Ayo… Keretanya jam7…sekarang jam setengah 7 low…”, kata Riska sedikit manyun liat aku yang persiapannya paling nyantai.

“Iya2….”, segera mandi bebek lah aku, sungkan ma Riska… :p (persiapan paling lelet sendiri).

Di Stasiun Gubeng…

Keluar dari taksi, lari-lari menuju jalur 3, ke arah Malang Kereta Penataran. Anggita menelepon Dirja (Anak PA sekaligus orang yang mengkoordinasi keberangkatan).

“Hah? Keretanya bukan jam7 tha? O… jam 8? Hm… ga ngomong… aku kan jadi…#$%^78&*076*..”, begitulah omelan wanita. Dan aku bersyukur suka rodok nelat..jadi nunggu ga terlalu lama…hehehe… :p

P4021141

Continue reading