Oct 27 2010

Bukan bodoh…Tapi penakut…

Udah baca pembahasan bagian pertamanya tho? (Lek belum, baca edisi yang dibawah dulu ya..hehe). Lanjut ke bagian kedua yuk… Pada bagian yang kedua dalam novel dwiloginya Andrea Hirata ini berjudul “Cinta di Dalam Gelas”. Sebenarnya, setelah menuntaskan novel ini, aku agak bingung dengan judul-judul yang tertera pada masing-masing bagian. Keliatannya kok ga sinkron dengan isinya ya? Atau mungkin aku yang ga bisa cerna mksdnya?hehehe,,,

IMG_1554

Pada bagian yang kedua, Ikal lebih banyak menceritakan tentang Maryamah. Maryamah dikenal dengan nama Enong di desanya. Diceritakan, Maryamah ini adalah anak tertua dari empat bersaudara. Ayahnya meninggal tertimbun longsoran timah ketika dia duduk di kelas 6 SD, beberapa hari setelah Ayahnya membelikan kamus bahasa Inggris satu miliyar. Oiya, Enong ini suka banget dengan pelajaran bahasa Inggris. Jadi ketika ayahnya berniat membelikan kamus (yang harganya tidak murah), Enong sangat senang.

Continue reading


Oct 24 2010

Indahnya “Padang Bulan”

Huahhh… (sambil molet mengangkat kedua tangan), akhirnya selesai juga bacanya.. Akhir-akhir ini aku banyak menghabiskan waktu di rumah..maksudnya aku udh jarang banget di kostan.. Jadi yang biasanya di kostan bisa ‘melahap’ buku sebanyak-banyaknya, beda lagi ceritanya kalo lagi dirumah. Disuruh ini itu, bikin waktu baca untuk satu novel saja harus rela kutempuh hingga berminggu-minggu lamanya. Bagaimana pun penasarannya..aku harus ikhlas nge-pause ritual baca dweh kalo disuruh orang tua (yo kudu manut rek!).

Continue reading


Oct 3 2010

My New Glasses

Hm..beginilah kalo ga manut apa saran orang tua. Sembunyi-sembunyi melakukan hobi tanpa menuruti prosedur umum, yang ada malah menyusahkan diri sendiri. Membaca. Yuhuuuu… Aku sering sekali mengabaikan aturan-aturan dalam membaca. Ingat ga yang membaca harus jaraknya 30 cm, cahaya penerangan yang cukup, ga boleh bu2k sambil baca, di kendaraan juga dilarang membaca. Ya.. ya.. seperti itulah aturan yang harus dipatuhi kalo pengen punya mata, yang awet sehatnya.

IMG_0851

Nah,,, bapakku adalah orang tua yang sangat protektif banget mengenai kesehatan mata. Hampir setiap kali anaknya baca, omelan2 meluncur dari bapakku kalo syarat2 baca yang baik dan benar tidak terpatuhi. Hal tersebut dilakukan beliau berdasarkan pengalaman pribadinya. Bapakku minus hingga 6 ato 7 (lupa aku..tapi alhamdulillah skrg udah dilasik), bukan karena hobi membaca buku pelajaran.

Continue reading