Dec 27 2010

Tetap Mencintaimu…Wahai Garuda!!!

Kalau mau dibilang sedih..pasti hari ini seluruh Indonesia pencinta bola sedang berduka cita. Pasalnya kemarin tim kesayangan kita dibantai 3-0 tanpa balas oleh Malaysia. Mungkin karena saya penonton wanita, jadi nontonnya pake perasaan. Andai aja kekalahan yang kita terima itu pertandingan antara Indonesia vs Thailand ato Indonesia vs Philipina, mungkin sakit hatinya ga sesakit sekarang *berkaca-kaca. Sungguh, pertarungan antara Indonesia vs Malaysia itu seperti perang dingin yang setiap saat bisa meledak. Musuh bebuyutan yang seakan-akan memang ditakdirkan untuk tidak pernah akur. Kedua negara selalu berlomba-lomba menguasai segala hal. Perbatasan wilayah, kewarganegaraan, kebudayaan, dan lain-lain. Tidak bisa dipungkiri dan harus diakui, kondisi kita sekarang sedang “kalah” dengan negara tetangga. Mengutip kata-kata dosen saya, Indonesia memang memiliki berjuta masa lalu yang menawan, tapi Malaysia memiliki jutaan masa depan yang cerah *waduh, iki ngomongne bola opo ngomongne dendam kesumat tho??*

Continue reading


Dec 13 2010

Kritik atas Perahu Kertas

Aku suka sirik sama orang-orang di tipi. Bukan karena tampang ato gaya kehidupan mereka. Bukan pula ketenaran dan sekelumit masalah yang menaungi kehidupan mereka (ya iyalah). Tapi aku lebih sirik dengan yang namanya “kenyamanan”. Membawakan acara gosip, berhaha hihi sejenak dengan teman yang sama-sama presenter terlihat sangat tidak “kerja”. Sing of song ga sampe 5 menit jg terdengar menyenangkan. Keliling dunia dengan iming-iming mengetahui situasi dan kondisi negara lain tentu sangat menggiurkan (pekerjaan yang siapa pun pasti ga nolak). Memasak dengan berbagai kreasi menu ciptaan sndiri dengan rona tanpa terpaksa membuat semua orang ingin menjadi koki seperti dia. Pemain bola yang sangat bernafsu untuk membentangkan bendera negara di podium yang paling tinggi, dan aku yakin mereka memiliki niat yang ikhlas untuk menjadikan negaranya sebagai juara. Mereka semua sangat terlihat enjoy dengan apa yang keliatan di tipi. Bagaimana sebuah hobi bisa berjalan beriringan dengan pekerjaan. Yach.. Itu yang membuat aku sirik. Pekerjaan  yang menghasilkan pundi-pundi uang dan tidak jauh-jauh dengan hobinya sendiri.

Continue reading