Oct 31 2011

Harta Karun (2-End)

Jika prangko adalah koleksi yang kumulai dari umur 10 tahun, yang berarti kelas empat SD, ada koleksi yang lebih tua lagi dari prangko; kertas surat. Benda pos kedua yang kukoleksi adalah kertas surat. Dan ini adalah kertas surat pertama yang kubeli, kalau ga salah waktu itu aku masih kelas satu SD. Tanpa kutahu untuk kugunakan berkirim surat kepada siapa, jika diajak ke toko alat tulis, aku selalu minta dibelikan kertas surat bergambar lucu.

IMG-20111029-01433 Continue reading


Oct 30 2011

Harta Karun (1)

Kalau dirumah nganggur dan ga ngapa-ngapain, paling enak ya bersih-bersih kamar. Selain badan jadi keringetan (ketahuan jarang berolahraga :p), kamar pun jadi terlihat bersih dan rapi daripada sebelumnya. Nah.. Kalau sudah bersih-bersih lemari, pasti ada aja barang lama dan berharga  yang ga sengaja “ditemukan”. Dan aku baru sadar..aku menemukan HARTA KARUNKU!!

Mungkin perasaanku ini sama seperti apa yang dirasakan oleh perompak yang berhasil membajak perahu kecil, yang penuh dengan emas dan berlian..*cling..cling..mata berkilatan *lebay banget.. *biarin wekkk..

Kalau dilihat-lihat.. Isi lemariku yang penuh dengan koleksi-koleksi jaman SD itu ga jauh-jauh dari benda pos dweh. Let`s see.. Prangko. Yippy.. Jaman-jaman SD dulu, mengoleksi prangko menjadi hobi yang menyenangkan ketika aku berumur 10 tahun. Hm.. Aku punya kecenderungan ga suka melakukan hal-hal yang setengah-setengah. Jadi ketika aku memutuskan untuk menjadi seorang filateli, aku berusaha melengkapi setiap seri prangko yang ada. Untuk seri-seri prangko yang terbit di tahun-tahun itu, bisa dipastikan aku punya lengkap (insyAlloh :p). Contohnya untuk terbitan tahun 1997, aku punya semua twuh, boleh di cek di rumah dweh.

IMG-20111029-01428

Continue reading


Oct 13 2011

Menuju RidhoNya

Kau tak kan pernah bisa menghilangkan jejak, dengan siapa masa lalu mu terlewati. Kau pun juga tak bisa mengingkari, jika dulu kau memang begitu berarti bagi seseorang. Kau tak perlu menyesali setiap kenangan.. Karena memang sudah menjadi garisan takdir di salah satu telapak tanganmu untuk menjadi masa lalu..

Tapi.. Sebenarnya kau bisa memilih, dengan siapa kau akan menempuh separuh hidupmu di kemudian hari, melalui petunjukNya. Tak bisa dipaksa.. Tak perlu dipaksa.. Kau hanya bertugas mengambil hikmah dari Sang Kuasa. Mungkin, kau harus menghargai setiap pertemuan.. Mungkin, kau harus mempelajari maksudNya dari setiap insan yang kau kenal di sepanjang usia..

Continue reading