Oct 5 2012

Mau Anak Laki-laki atau Perempuan?

Hayo.. Ingin anak laki-laki atau anak perempuan? Tanya saya kepada diri saya sendiri.. Hehehehe.. Sampai sekarang kalau saya bisa dan disuruh memilih, saya masih bingung, untuk anak yang pertama ini enaknya berjenis kelamin apa. Yaaaa.. Namanya saja berandai-andai kan.. Hm… Kalau dari Uti nya sih ingin anak perempuan, soalnya dari keluarga saya, dari kelima keponakan saya, perempuannya cuma satu, itu pun ga bisa kami temui setiap saat karena suatu hal. Begitu juga dari keluarga suami saya, dari keenam keponakan suami, perempuannya juga cuma satu. Nah.. Ketahuan kan kalau keluarga kami produksi laki-lakinya lebih dominan, hehehe..

My Lovely Nephew, Ibhy

Continue reading


Sep 27 2012

Beda Dokter Sini dan Sono

Sebenernya sampai sekarang saya masih was-was. Flek-flek yang muncul beberapa hari yang lalu, sekarang muncul lagi. Untuk kondisi kehamilan yang normal, mestinya keadaan seperti ini tidak boleh terjadi. Saya sudah ikhtiar dengan berobat ke dokter Auckland sini. Menurut dia, keadaan saya baik-baik saja. Hal tersebut dia ungkapkan berdasarkan USG dan tes darah yang sudah saya lakukan. Yeah.. Di New Zealand, tes darah wajib dilakukan ibu hamil untuk mendeteksi berbagai penyakit yang kemungkinan dapat menular ke janin. Jadi kalau misalnya ada apa-apa, si janin bisa mendapat perhatian intensif. Ada test HIV, rubella, dan lain-lain. Alhamdulillah.. Hasil test dari penyakit-penyakit tersebut negatif, itu berarti tubuh saya terimun dengan baik.

Continue reading


Sep 21 2012

Can I be a Good Mother?

Belum ada sebulan saya di Auckland, saya merasa ada yang berubah pada tubuh saya, ya seperti wanita yang akan mengalami periode bulanannya. Hm.. Pasti para wanita tahu kan bagaimana ciri-ciri akan mengalami periode bulanannya. “Tapi sebenarnya periode saya masih jauh sih, kok bisa-bisa nya sudah kerasa sekarang ya”, batin saya. Akhirnya saya mencoba cuek dan positif thinking kalau mungkin saja periode saya maju.

Tik tok tik tok.. Day by day.. Eh.. Ga kerasa.. Sudah lewat sampai 10 hari dari tanggal yang mestinya saya mendapatkan periode di setiap bulannya. Antara deg-deg an, penasaran, excited, campur-campur.. Saya ga ingin kepedean, makanya  ingin ngecek secara pribadi di rumah dulu, apakah benar saya hamil secepat ini. Berbeda dengan saran suami, yang inginnya langsung ke dokter saja untuk ngecek biar akurat. Dari awal kami berdua memang memasprahkan soal anak kepada “Yang Punya Hidup”. Mau dikasih cepet alhamdulillah.. Kalau agak lama ya dinikmati.. Tapi akhirnya kami beli testpack kok.. 😀

Pagi harinya saya bangun lebih awal dan mencoba alat tersebut lewat urine saya.. Dan.. Alhamdulillaaahhhh.. Hasilnya positif..

Continue reading


Sep 4 2012

Petunjuk Mengkonsumsi yang Halal

Saya seneng banget kalau di kemasan makanan ada tulisan “halal” di komposisi bahannya, rasanya amannnnn gitu! Karena memang jarang sekali saya menemukan label tersebut di Auckland. Maklum, Auckland bukan negara berpopulasi mayoritas muslim seperti di Indonesia, jadi label itu susah untuk ditemui. Saya jadi agak paranoid kalau mau beli bahan makanan. Soalnya produsen makanan disini lazim menggunakan kode-kode bahan (ada yang haram dan ada pula yang halal), yang memang membingungkan untuk orang awam seperti saya. Dengan niat berhati-hati, saya menggunakan dua panduan ini, satu dari fianz (MUI-nya Auckland), dan dari seorang blogger di Inggris, untuk sebisa mungkin memilih bahan makanan yang memang halal dan thoyyib menurut agama saya.

Hai manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaithan; karena sesungguhnya syaithan adalah musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al Baqarah:168)

Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepada Allah kamu menyembah.” (QS. Al Baqarah:172)

Continue reading


Aug 27 2012

Idul Fitri 1433H di Negeri Orang

Ini adalah lebaran pertama saya jauh dari keluarga kandung, lebaran pertama berada di negeri orang, dan lebaran pertama menjadi seorang istri! Hehehe.. Seperti biasa.. Rasanya campur aduk.. Seneng karena deket dengan suami.. Terharu karena jauh dengan keluarga.. Tapi juga excited merasakan menjadi kaum minoritas di suatu negara..

Malam takbiran saya lalui dengan HUMIA (Himpunan Umat Muslim Indonesia-Auckland). Saya berbuka puasa bersama dengan mereka, mendengarkan kajian-kajian mereka, dan tentu saja melakukan aktivitas silaturahim. Komunitas ini sangat bermanfaat bagi saya yang terbilang sangat baru disini. Ada lho, ibu-ibu yang sudah 10 tahun disini, yang ternyata merupakan alumnus BEC-HEC Pare, yang itu berarti kakak angkatan saya.. Hihihi.. Ada juga mahasiswa-mahasiswa yang sudah mau selesai menempuh kuliah beasiswanya selama 4 tahun.. Ada pula pertukaran anak SMA, seperti home stay gitu yang ditempuh dalam waktu beberapa bulan..  Ada pula keluarga-keluarga yang merasa lebih nyaman hidup disini.. Kalau saya yang ditanyai lebih senang tinggal dimana, pasti akan saya jawab,”Dimana pun ada suami deh”, hehehe..

Continue reading


Aug 23 2012

Sudah Boleh Kangen Belum?

Hehehe.. Postingan kali ini boleh saya awali dengan cengengesan kan? Karena cengengesan sudah menjadi trademark saya, kata Mama. Lagi bingung, cengengesan.. Lagi marah, cengengesan.. Lagi terharu pun masih sempet-sempetnya cengengesan.. (kata Mama sie gitu.. Padahal kalau tidur ga lho..). Mestinya saya ikut kelas kepribadian dulu ya.. Untuk melatih mimik wajah saya agar berfungsi sesuai kondisi.

Mama… Mama.. Jadi kangen mama nih! Kemarin, waktu mau berangkat nyusul suami, Mama sering banget nangis’i saya. Saya sendiri agak heran. Mama saya bukan tipe orang yang gampang nangis seperti ibu-ibu yang lainnya. Mama saya termasuk wanita tegar. Jarang banget nangis atau terlihat lembek di depan orang banyak. Padahal waktu kakak-kakak saya menikah, beliau ga nangis lho. Tapi kenapa hanya saya saja yang ditangisi? <–merasa bersalah. Mungkin karena saya anak terakhir.. Mungkin juga karena saya tinggalnya paling jauh diantara saudara-saudara yang lainnya.. Atau mungkin setelah saya ga dirumah, Mama bingung harus menyuruh siapa untuk menghabiskan makanan ringan dirumah.. Hehehe.. Yang jelas.. Seorang Ibu akan merasa “kehilangan” jika jarang bertemu dengan anaknya.

Continue reading


Aug 16 2012

Cooking Time

Resmi sudah saya jauh dari keluarga dan terlepas dari segala fasilitas yang biasa ditemui dirumah.. It`s mean I must do anything by my self..  It`s real time try to be a good wife (cieee..). Hehehehe.. Maaf ya akhir-akhir ini saya suka ‘cie-cie’ untuk diri saya sendiri.. Pasti akibat sering ngomong sendiri di siang hari nih.. Hihihi..

Beberapa hari di Auckland sementara saya masih jadi ibu rumah tangga nih.. Maksudnya masih belum melakukan kegiatan lebih dari seorang ibu rumah tangga gitu.. Mau jalan-jalan keluar apartemen juga masih belum hafal jalan.. *manyun. Lagi bulan Ramadhan juga.. Jalan agak jauh sudah ngos-ngosan dan haus (soalnya kemana-mana harus jalan). Makanya sementara “dikurung” di apartemen dulu.. Membaca dan menulis aja.. Hehehe..

Oya.. Karena kami tinggal hanya berdua, maka kegiatan apapun yang sekiranya bisa kami kerjakan berdua, ya dikerjakan berdua. Terutama masak. Maklum.. Jadi ibu baru yang belum berpengalaman itu ngerasa beruntung banget kalo dibantuin sama pasangan. Alhamdulillah saya diberi suami yang pengertian banget alias ga rewel sama makanan. Apa aja mau.. Apa aja masuk.. Pokoknya porsinya banyakkkkk… *melet. Saya tahu kalau porsi makanan pria itu pasti lebih banyak dari wanita.. Tapi sepertinya suami saya ini porsinya luar biasa (dalam arti yang sebenar-benarnya).. Melebihi  pria-pria yang biasa saya temui dirumah Kertosono, hihihi.. Nih dia masakan-masakan yang pernah kami buat selama seminggu..

 

“Spageti Green (Geffy-Ririn)”

Bumbu pasta terbuat dari bawang bombay yang ditumis kemudian diberi daging cincang sekitar 250 grm, goreng hingga kecoklatan. Setelah matang, campur bumbu tersebut dengan setengah kaleng saus keju dan setengah kaleng saus tomat. Aduk rata dannn.. Ajaib! Jadi! “Spageti Green” resep dari temen suami.. Hehehe.. 😀

Continue reading


Aug 14 2012

I`m Here

Finally… I met my beloved husband..

Yeah.. After fly almost seven hours from Denpasar to Auckland,

 

Continue reading


Aug 6 2012

Saya Berangkat…

Bismillahirrohmanirrohimmmmm….

Perpisahan dengan mereka menjadi sesuatu yang cukup berat.. Tapi insyAlloh mereka akan melepas saya dengan bahagia dan ikhlas…

Mama.. Papa.. Mas Rori dan Mbak lutfia.. Mbak Dina, Mas Iwan, Biyan, dan Dubey.. Mas Dolfi, Mbak Krissa, dan Ibhy..

Ririn berangkat dulu ya.. :*

Salat Jamaah dan Buka Bersama Terakhir Tahun Ini

Continue reading


Jul 14 2012

Pernikahan itu Belajar

Belajar untuk bersyukur, belajar untuk bersabar, belajar untuk memahami kondisi pasangan masing-masing, belajar untuk berkomunikasi yang baik, belajar untuk menjadi pribadi yang selalu terpuji di mata-Nya, belajar..belajar..dan belajar.. Itulah pernikahan. Pernikahan itu belajar. Ya.. Begitu petuah seorang kawan baik untuk kado pernikahan saya. Intinya, belajar.

Setelah tinggal di Jakarta hampir tiga minggu (untuk mengurusi surat-surat yang perlu diurus sebagai syarat keberangkatan saya menyusul suami), insyAlloh besok saya pulang ke Kertosono. Begitu banyak ilmu yang saya dapatkan selama saya disini. Pelajaran pertama adalah memasak. Jangan tertawa, saya memang seorang wanita, tapi wanita yang biasa tahu bahwa makanan sudah siap di meja makan tanpa ngerti proses seperti apa sebelumnya. Kini, saat saya harus dilepaskan orang tua untuk hidup mandiri, mau tak mau saya harus bisa memasak. Sebagai seorang istri (cie…sudah jadi istri ya :p), saya harus bertanggung jawab atas apa yang akan dimakan suami dan juga anak-anak kami (soon :p, amien). Bertanggung jawab penuh atas komposisi, bahan, kehalalan, serta rasa masakan saya untuk dikonsumsi keluarga. Dan alhamdulillahnya.. Ibu mertua saya suka masak! Saya banyak belajar dari beliau. Meski belum secanggih mami.. Saya sudah bisa caranya memotong daging, ngulek bahan-bahan sampai halus, membedakan mana brokoli dan gobis (ya iyalah :p).. Hehehe.. Alhamdulillah sih, sudah muncul perasaan “suka” masak. Karena awalnya saya ogah-ogahan kalau disuruh masak. Saya pun “mencuri” tahu tentang masakan apa yang disukai suami saya. Eh, ternyata suami suka makan apapun, tapi yang paling disukai adalah semur daging! Hihihihi… Tak lupa saya mencatat bahan serta bagaimana cara membuatnya dari ibu mertua. Sebagai seorang istri, saya ingin masakan saya dikangenin suami dan anak-anak (soon :p, amien), hehehe. Jadi karena sudah menikah, saya pun akhirnya mau belajar memasak. Intinya, belajar :).

Continue reading