Feb 23 2012

Cuma Ingin Bilang,”Terima Kasih”.

Tiba-tiba saya ingat si Mbah (yang-tak-saya-tahu-namanya) ini. Mungkin karena keseringan makan jajannya keponakan yang masih berumur satu tahun, tiba-tiba saya ingat si Mbah (yang-tak-saya-tahu-namanya). Memang benar, ketika kita dewasa, kita tak dapat mengingat kejadian demi kejadian sewaktu kita kecil secara detail. Ada bagian yang terasa nyata, ada juga bagian yang terasa “mengada-ada”. Begitu pula dengan yang saya alami. Potongan demi potongan kejadian berusaha saya ingat dan saya kumpulkan mengenai si Mbah (yang-tak-saya-tahu-namanya), sayangnya ingatan tersebut belum bisa menjadi “film” yang utuh.

Ini berhubungan juga dengan biskuit Regal. Maaf, bukan promosi, tapi saya memang suka sekali makan biskuit, apa saja, termasuk biskuit Regal ini. Selain mengeyangkan, rasanya enak, harganya murah pula. Sifat lambung saya yang gampang lapar dan gampang kenyang, mengharuskan saya membawa camilan kemana-mana. Dulu saya juga suka sekali makan Chiki (maaf sebut merk) rasa keju, dan ketika mencoba Lays (eh, sebut lagi) yang rasa rumput laut, lidah saya langsung jatuh cinta. Tapi karena semakin mengerti bahayanya makan makanan bermicin yang dikonsumsi setiap hari, akhirnya saya memutuskan untuk mengganti camilan dengan biskuit (lagi).

Continue reading