Sep 27 2012

Beda Dokter Sini dan Sono

Sebenernya sampai sekarang saya masih was-was. Flek-flek yang muncul beberapa hari yang lalu, sekarang muncul lagi. Untuk kondisi kehamilan yang normal, mestinya keadaan seperti ini tidak boleh terjadi. Saya sudah ikhtiar dengan berobat ke dokter Auckland sini. Menurut dia, keadaan saya baik-baik saja. Hal tersebut dia ungkapkan berdasarkan USG dan tes darah yang sudah saya lakukan. Yeah.. Di New Zealand, tes darah wajib dilakukan ibu hamil untuk mendeteksi berbagai penyakit yang kemungkinan dapat menular ke janin. Jadi kalau misalnya ada apa-apa, si janin bisa mendapat perhatian intensif. Ada test HIV, rubella, dan lain-lain. Alhamdulillah.. Hasil test dari penyakit-penyakit tersebut negatif, itu berarti tubuh saya terimun dengan baik.

Continue reading


Sep 21 2012

Can I be a Good Mother?

Belum ada sebulan saya di Auckland, saya merasa ada yang berubah pada tubuh saya, ya seperti wanita yang akan mengalami periode bulanannya. Hm.. Pasti para wanita tahu kan bagaimana ciri-ciri akan mengalami periode bulanannya. “Tapi sebenarnya periode saya masih jauh sih, kok bisa-bisa nya sudah kerasa sekarang ya”, batin saya. Akhirnya saya mencoba cuek dan positif thinking kalau mungkin saja periode saya maju.

Tik tok tik tok.. Day by day.. Eh.. Ga kerasa.. Sudah lewat sampai 10 hari dari tanggal yang mestinya saya mendapatkan periode di setiap bulannya. Antara deg-deg an, penasaran, excited, campur-campur.. Saya ga ingin kepedean, makanya  ingin ngecek secara pribadi di rumah dulu, apakah benar saya hamil secepat ini. Berbeda dengan saran suami, yang inginnya langsung ke dokter saja untuk ngecek biar akurat. Dari awal kami berdua memang memasprahkan soal anak kepada “Yang Punya Hidup”. Mau dikasih cepet alhamdulillah.. Kalau agak lama ya dinikmati.. Tapi akhirnya kami beli testpack kok.. 😀

Pagi harinya saya bangun lebih awal dan mencoba alat tersebut lewat urine saya.. Dan.. Alhamdulillaaahhhh.. Hasilnya positif..

Continue reading


Sep 4 2012

Petunjuk Mengkonsumsi yang Halal

Saya seneng banget kalau di kemasan makanan ada tulisan “halal” di komposisi bahannya, rasanya amannnnn gitu! Karena memang jarang sekali saya menemukan label tersebut di Auckland. Maklum, Auckland bukan negara berpopulasi mayoritas muslim seperti di Indonesia, jadi label itu susah untuk ditemui. Saya jadi agak paranoid kalau mau beli bahan makanan. Soalnya produsen makanan disini lazim menggunakan kode-kode bahan (ada yang haram dan ada pula yang halal), yang memang membingungkan untuk orang awam seperti saya. Dengan niat berhati-hati, saya menggunakan dua panduan ini, satu dari fianz (MUI-nya Auckland), dan dari seorang blogger di Inggris, untuk sebisa mungkin memilih bahan makanan yang memang halal dan thoyyib menurut agama saya.

Hai manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaithan; karena sesungguhnya syaithan adalah musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al Baqarah:168)

Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepada Allah kamu menyembah.” (QS. Al Baqarah:172)

Continue reading