Oct 21 2012

Indonesian Fair 2012

Ajang untuk mempopulerkan Indonesia, begitulah menurut hemat saya event ini digelar. Berbagai tarian dari penjuru nusantara dipersembahkan untuk pengunjung secara gratis. Beraneka macam makanan yang menjadi ikon dari tiap-tiap provinsi disuguhkan untuk pencinta kuliner. Perpaduan warna dan motif batik-batik yang dipajang pun mengandung decak kagum bagi peminat fashion. Stand-stand yang penuh dengan keindahan panorama alam negeri juga menggoda para turis yang suka berpetualang, termasuk saya sendiri yang berasal dari Indonesia.

Stand Pariwisata

Continue reading


Oct 17 2012

Kasih Ibu Sepanjang Masa :D

Nduk, ngidam apa?”, tanya Ibu via sms.

“Pengen Pecelnya Bu Dewi, Bakso Solo, Ayam Bumbu Rujak Bu Zarkasi, Pempek Ny. Farina, Iga Bakar Leko, Gado-gado Kediri, siomay, batagor, Sate Ayam dharmawangsa, Tahu Poo, mie ayam, krupuk upil….”, jawab saya ketika ngetik sms sambil membacanya keras-keras seolah-olah Ibu saya sedang di depan saya.

“Yank, itu sih bukannya ngidam, tapi kangen masakan Indo…”, sahut suami geleng-geleng.

“Oiya ya.. Baru sadar aku..”, jawab saya cengengesan.

“Namanya ngidam itu biasanya cuma pengen satu macam makanan saja dan rasanya yang puingin banget”, kata suami.

Iya sih.. Ada benarnya juga.. Dan itu berarti selama ini saya belum ngidam ya.. Cuma kangen masakan Indo saja.. Hihihi.. Kalau yang cara bikinnya mudah dan bumbu-bumbunya tersedia sih biasanya masak sendiri.. Seperti kalau kangen rendang, rawon, soto.. Lumayan lah ada bumbu instan Indofood yang meski rasanya tidak seperti aslinya tapi minimal bisa sebagai pemuas rasa kangen.. Atau kalau ada resto Indo disini juga lumayan sih.. Meski rasanya tidak seperti yang biasa saya makan.. Itupun ga sering-sering karena harganya memang lumayan merogoh kocek dan tempatnya lumayan jauh.. Jadi temen-temen yang masih tinggal di Indo, jangan lupa bersyukur ya.. Kalau pengen bakso keliling tinggal nungguin di depan rumah, pasti ada saja yang lewat. Kalau ga bakso ya tahu tek, siomay, batagor, banyak banget! Lha kalau saya disini? Nungguin sampe lumutan juga ga da tukang jualan yang lewat.. Hehehe.. Tapi dari situ saya bisa mengambil hikmahnya.. Saya jadi benar-benar belajar memasak! 😀

Mendapat sms saya yang begitu panjang dan mungkin Ibu saya membayangkan saya “ngiler” berhari-hari ga tega, maka Ibu saya pun berniat memaketkan makanan yang saya ingini. Tentu saja ga semua karena ga mungkin juga Ibu saya memaketkan gado-gado, bakso, dan teman-temannya, nyampe sini sudah basi lah ya. Hehehe.. Jadi kriteria kiriman itu harus yang kering dan awet. Setelah disortir-sortir, alhasil cuma pecel Bu Dewi saja yang kemungkinan bisa dikirim Ibu saya dari Kertosono.

Tik.. Tok.. Tik.. Tok.. Eh.. Finallyyy… Dua minggu kemudian setelah Ibu saya sms bahwa pecelnya sudah dikirim, nyampe juga paketan tersebut di kantor pos Auckland. Kebetulan apartemen saya tidak menerima paketan, jadi kami harus mengambilnya di kantor pos.

Ini bukti pengambilan paket yang dimasukkan pegawai kantor pos di “kotak pos” loker apartemen kami.

Continue reading


Oct 5 2012

Mau Anak Laki-laki atau Perempuan?

Hayo.. Ingin anak laki-laki atau anak perempuan? Tanya saya kepada diri saya sendiri.. Hehehehe.. Sampai sekarang kalau saya bisa dan disuruh memilih, saya masih bingung, untuk anak yang pertama ini enaknya berjenis kelamin apa. Yaaaa.. Namanya saja berandai-andai kan.. Hm… Kalau dari Uti nya sih ingin anak perempuan, soalnya dari keluarga saya, dari kelima keponakan saya, perempuannya cuma satu, itu pun ga bisa kami temui setiap saat karena suatu hal. Begitu juga dari keluarga suami saya, dari keenam keponakan suami, perempuannya juga cuma satu. Nah.. Ketahuan kan kalau keluarga kami produksi laki-lakinya lebih dominan, hehehe..

My Lovely Nephew, Ibhy

Continue reading