Nov 30 2012

Bubuy Lovember

Hampir setiap akhir pekan, selalu saja ada acara. Belum selesai nulis satu artikel untuk diposting, eh udah ada acara lagi. Auckland sekarang memang sedang musim semi. Musim yang menurut bule-bule disini, cuacanya udah ga dingin (kalau saya mah keluar rumah juga masih pake baju berlapis-lapis, tidur malem pun masih pake selimut juga). Musim yang subuhnya kurang lebih jam 4 pagi dan isyanya kurang lebih jam 10 malam (itu berarti siangnya lebih lamaaaa). Musim dimana panas matahari dan hujan yang tidak pernah sederas di Indonesia tapi datang silih berganti dalam sekejap. Beberapa menit sinar matahari menyengat, beberapa menit kemudian hujan rintik-rintik mengguyur. Yeah.. Auckland kan terkenal dengan four season in one day. Akibatnya bunga-bunga disini yang beraneka ragam jenisnya pun bermekaran. Dan disini itu sepertinya “haus” hiburan. Karena acara apa saja jadinya selalu ramai pengunjung, hihihi.. Check this out:

Salah satu tatanan bunga di taman kota, Mt. Albert Park:

Bunga-bunga di Winter Garden. Masuknya gratis dan mata pun jadi lebih seger setelah berwisata alam.

Continue reading


Nov 23 2012

Hidup itu Masalah yang Harus Disyukuri

Saya pengguna aktif jejaring sosial yang bernama twitter. Menurut saya, jejaring sosial ini lebih efektif untuk “mencari ilmu” daripada jejaring sosial yang lain. Selain kita bisa mem-follow akun yang menurut kita penting, kita tidak perlu repot-repot untuk membaca timeline orang yang tidak kita kenal (maklum, jejaring sosial yang sangat populer lainnya sudah terkontaminasi orang-orang yang tidak saya kenal). Hm… Banyak informasi yang saya dapat dari sini. Akun-akun  yang tersedia pun sangatlah bervariatif. Ada akun berita, dakwah, humor, sejarah, pengetahuan, bahkan tweet orang-orang yang sangat menginspirasi.

Saya sering sebel kalau ada orang yang sudah mem-follow saya kemudian bilang “folback donk”. Yach.. Twitter kok cuma untuk mencari follower. Saya sebenernya paling ogah dibegituin. Kayaknya kok pamrih bener. Karena, kalau menurut saya tweet orang ini bermanfaat, pasti saya sudah follow dari jauh-jauh hari.

Oke.. Sekarang saya sedang tidak ingin membahas tentang follower-follower saya. Yang ingin saya bahas sekarang adalah tentang teman-teman yang saya follow. Saya paling seneng baca tweet temen-temen yang memang hatinya “lembut”. Dalam arti kata jarang mengeluh, jarang menyumpah serapahi orang, atau jarang menggiring pikiran orang kearah yang negative thingking. Minimal isi tweetnya fresh gitu, berisi candaan, harapan, atau berpikir positif. Dengan begitu, pembaca seperti saya pun tidak merasa “berdosa” jika mengikuti tweetnya. Tapi akhir-akhir ini saya sedikit terganggu dengan banyaknya tweet dari teman-teman yang mengeluh tentang banyak hal. Tentang anaknya, nasabahnya, kliennya, orang tuanya, dan tidak menutup kemungkinan tentang kehidupannya. Mau di unfollow kok saya tega bener ya?

Continue reading


Nov 20 2012

Belajar (Memasak) itu Mahal

Namanya juga pasangan muda (cie.. pasangan muda), jadi masakan yang dimasak masih itu-itu saja. Dan tentu saja saya memasak dengan bumbu-bumbu yang terbatas (karena tidak semua bumbu-bumbu di Indonesia tersedia di sini, kalau pun ada tempatnya lumayan jauh dari city). Tapi yang namanya usaha ada dong.. Nyari resep (paling gampang) di internet, minta diajarin tetangga-tetangga yang sudah jago masak, kalau mentok bumbunya ga tersedia di toko terdekat yaaaaa… Dikasih tetangga.. Hihihihi.. Yaaaa.. Begini lah untuk sementara menu-menu (sederhana) masakan saya..

Bosen dengan telur mata sapi atau yang cuma didadar? Coba deh olahan telur yang satu ini. Dengan sedikit mentega, goreng telur dadar yang sudah diberi garam dan daun bawang. Setelah agak matang, kasih kornet di atasnya. Trus gulung deh.. Siap untuk santapan siang.. 😀

Continue reading


Nov 7 2012

Umur Saya Sudah Seperempat Abad!

Rasanya… Baru kemarin saya bangun tidur di pagi hari dan mendapati sebuah kado besar disamping bantal saya. “Ini buat saya atau bukan?”, kata saya yang saat itu tidak pernah mendapat sesuatu berbungkus kertas kado. “Itu buat kamu”, kata mbak saya yang saat itu masih tidur sekamar dengan saya. Setelah saya bukaaa… Waaahhh..  Kado pertama saya.. Ada gaun panjang warna pink persis putri-putri di buku dongeng! Ternyata itu kado untuk saya dari Mama yang harus saya gunakan untuk acara ulang tahun saya yang ke 7 tahun. Acaranya, apalagi kalau bukan makan-makan bersama keluarga. Wah.. Saat saya memakai gaun itu.. Saya merasa seperti putri-putri beneran.. (padahal kalau dilihat lagi foto-fotonya, biasa saja.. hehehe..).

Rasanya… Baru kemarin saya mendapati umur saya berubah dari angka 9 ke 10 tahun dengan kado dari teman-teman yang berupa buku tulis, yang jumlahnya tidak terhitung karena banyaknya. Dan selama setahun kedepan bisa dipastikan saya tidak akan membeli buku tulis lagi karena begitu banyaknya buku yang saya punyai.

Rasanya.. Baru kemarin saya malu-malu kucing ketika ada bocah laki-laki yang memberi saya lukisan bergambar saya di hari ulang tahun yang ke 15 tahun. Yeah.. Ceritanya ABG nih.. Karena saya wanita normal, pasti umur segitu sudah memiliki ketertarikan dengan lawan jenis..

Continue reading