Dec 13 2012

Very Very Very Active Girl :p

Wkwkwkwk.. Saya ga tau petugas usgnya yang lebay atau emang bayi saya yang (sudah) punya bakat untuk “menjahili” seseorang ya? Hari ini kandungan saya tepat berumur 19 minggu. Dan ini adalah sesi usg yang kedua untuk bayi saya. Hm.. Disini setahu saya, usg memang ga harus dilakukan berulang-ulang.. Cukup maksimal 3x. Beda waktu saya nanya ke temen-temen saya di Indo yang rata-rata setiap bulan pasti kontrol plus di usg.. Yang sering malah tes-tes darah gitu. Kemarin saya juga barusan melakukan tes darah yang kedua. Kata midwife (kalau di Indo sejenis bidan gitu deh) saya, tes darah yang kedua ini penting untuk mendeteksi apakah bayi saya terkena down syndrome atau ga. Apabila terjangkit ciri-ciri tersebut, maka kita boleh mengaborsi bayi ini secara legal (tapi keputusan tetep ada di tangan orang tua kok). Hm… Sebenernya kalau saya konsultasi ama dokternya sih katanya ga perlu, bukan karena ga mungkin kena, tapi melihat riwayat kesehatan saya dan usia yang masih muda untuk hamil, resiko tersebut amatlah kecil. (Jadi, disini itu kehamilan bisa ditangani midwife, dokter umum, atau dokter spesialis. Rata-rata sih pake midwife. Selain karena midwife lebih ekonomis, dia juga terlihat sudah biasa sekali menangani kehamilan. Dan tanggung jawab midwife ini sangatlah membantu para ibu-ibu hamil. Dari awal jadwal kontrol kesehatan ibunya, anaknya, usg, tes darah, hingga 2 minggu setelah persalinan, dia akan terus mendampingi ibu “baru”. Jadi ga perlu bingung-bingung gimana cara mandiin bayi baru lahir kayak di Indo ya? Karena si midwife ini akan menemani dan mengajari ibu baru. Seingat saya, ibu saya manggil orang kampung untuk mandiin keponakan saya yang baru lahir). Nah.. Karena si midwife sepertinya kekeh menganjurkan, akhirnya saya melakukan test darah yang kedua juga. Dan alhamdulillahhhh.. Hasilnya negative.. “All Good”, gitu katanya.

Continue reading