Dec 27 2012

Natal 2012 di Auckland

“Kalau mau beli apa-apa.. Nunggu Boxing Day aja.. “, kata tetangga.

“Ha? Boxing Day? Tinju-tinjuan maksudnya?”, tanya saya melongo.

“Hahaha.. Bukan.. Jadi setiap tanggal 26 Desember, dimana-mana pada diskon besar-besaran”, lanjut tetangga.

“O… Trus kenapa dinamain Boxing Day ya? Serem amat..”, jawab saya.

“Ga tau.. Emng istilahnya seperti itu..”, katanya.

Ya ya ya.. Saya baru paham. Acara belanja di Auckland sengaja dibuat semeriah mungkin di bulan Desember. Semacam pesta akhir tahun para shoppaholic. Ga iklan di TV, brosur, toko-toko di city, semua pada sale gila-gilaan. Ada toko yang hanya menawarkan diskon super gede di tanggal 26 Desember (satu hari) aja, tapi ada juga yang memberikan kelonggaran diskon  hingga tiga hari kedepan (26, 27, 28 Desember). Penawaran yang menggiurkan bagi orang yang yang tidak bisa menahan nafsunya sendiri. Coba kalau saya lagi ga hamil, pasti saya semangat sekali mengunjungi dari toko ke toko (mengunjungi aja maksdnya.. wkwkwk). Nah.. Berhubung saya hamil, baru satu mall yang berlantai satu aja tiba-tiba saya mual, pusing, dan panas dingin. Hadehhh.. Calon mak-mak emang gini ya kondisinya, hihihi. Pusing liat orang buanyak, mana bau keringat orang yang suka makan bawang bombay menjadi tambah ga karuan lagi (tahu kan maksud saya), alhasil saya ga bertahan lama di mall tersebut. Euforia libur Natal dan tahun baru seakan membius warga imigran (India, Jepang, China, dan Asia Tenggara), Maori (aboriginnya New Zealand), maupun Kiwi (sebutan untuk orang New Zealand asli) untuk berbelanja. Yaaaaa… Sekomsumtif warga Indonesia menjelang lebaran lah. Ga jauh beda ternyata. Cuma bedanya ini belanjanya setelah hari besar, kalau di Indonesia belanjanya sebulan sebelum lebaran, atau sejak hari pertama puasa, hehehe. Ada lagi bedanya, kalau para imigran dan Maori belanjanya di mall yang biasa, kalo yang Kiwi di kawasan yang lebih elit.

Continue reading