Oct 21 2013

First Eating

Enam bulan kurang seminggu akhirnya saya putuskan untuk membuatkan MP-ASI (Makanan Pendamping Air Susu Ibu) pertama untuk Fazna. Awalnya sih ingin tepat enam bulan, tapi berhubung usia enam bulan pas-nya itu ketika dia ga dirumah, akhirnya saya memberanikan diri untuk coba (-coba). Setelah membaca buku panduan MPASI, googling, dan konsultasi dengan dsa (dokter spesialis anak), banyak sekali informasi yang berbeda-beda antara sumber yang satu dengan sumber yang lain dan otomatis membuat saya (semakin) bingung. Ada yang menyarankan buah, sayur, atau bubur terlebih dahulu. Untuk hal ini, saya tidak terlalu fanatik harus yang mana dulu, karena bervariasi menurut saya lebih penting.

Sempat mikir agak lama.. Tapi akhirnya saya memutuskan memberi makan Fazna buah terlebih dahulu. Pertimbangannya, karena menurut saya buah lebih mudah dicerna tubuh daripada bahan lainnya. Buah yang dipilih pun jangan yang terlalu banyak serat ya, jadi kalau ga pepaya, pisang, atau alpokat. Untuk kali ini saya memilih pepaya. Menurut buku yang saya baca (karangan Diana Damayanti dan Lies Setyarini), usahakan agar makanan yang diberikan untuk bayi disajikan dengan menu yang sama selama tiga hari kedepan, agar kita tahu bayi kita alergi, suka atau ga, dll. Aduh.. Deg-degan banget saya mau ngasih makan Fazna untuk pertama kalinya. Rasanya seneng sekaligus sedih nih. Seneng karena Fazna sudah mulai gede, tapi juga sedih karena harus menerima kenyataan bahwa kini saya bukan sumber hidup (ASI) satu-satunya *halah emak-emak lebay. Yuk ah cekidot..

Boleh pakai alat apapun yang berfungsi untuk melembutkan makanan. Pokoknya bisa jadi selembut-lembutnya deh.

Continue reading


Oct 19 2013

Boks Bayi Warisan

Terbuat dari besi, berat, dan modelnya yang klasik mewakili rupa boks bayi ini. Ya.. Tak salah lagi, boks bayi ini adalah boks bayi warisan. Mbah kakung, bapak dari bapak saya adalah pemilik pertama. Semua anak, cucu, serta cicitnya pernah tidur di besi putih ini. Dengan arti kata, dulu waktu bayi, bapak saya pernah ditidurkan di barang antik ini. Begitu juga saya, dan sekarang Fazna.

“Barangnya Mbah Kakung awet bener ya pah!”, ujar saya.

“Ya iyalah.. Sodaqohnya Mbah kakung banyak kok.. Makanya barangnya awet2..”, sahut papa.

Karena cucu dan cicitnya mbah bertebaran dimana-mana, jadi boks bayi ini pun sempat dikirim kemana-mana pula. Alhamdulillah.. Fazna masih bisa ditidurkan di boks bayi ini.. Dan untungnya ga pake dikirim ke Auckland segala.. Hihihi..

Sayang, foto ketika saya masih muat di boks bayi ini sudah ga ada (ga tau juga ya, difoto atau ga, maklum anak terakhir, biasanya bapak ibunya udah bosen foto-foto anaknya, beda banget ama anak pertama *cemburu). Semoga tradisi yang ada dikeluarga kami ini masih bisa berlanjut sampe cucu cicitnya Fazna.. Lucu aja sih.. Dibuat seru-seruan.. Hehehe.. Ada yang ingin meniru tradisi kami? 😀


Oct 3 2013

Pijat Bayi

Kalau tidurnya Fazna udah glibak glibek, pasti ini sudah saatnya membawa dia ke tempat pijat bayi. Karena tergoda oleh iklan baby spa di Kediri (Todler Spa), akhirnya saya nyobain mijitin dia di sana. Lumayannnn.. Habis pijat, tidurnya jadi nyenyak banget. Ongkosnya sekitar 75.000 sekali pijat. Ditempat ini juga tersedia mainan-mainan yang dijamin bayi ga akan bosan disana. Selain itu, dijual juga baju-baju, peralatan, serta mpasi (makanan pendamping asi) untuk bayi.

Continue reading