May 30 2014

1001 Alasan Memakai Cloth Diaper (Clodi)

Loh.. Udah habis..

Hah.. Habis lagi?

Yach.. Lagi ga promo..

Huehehehe.. Mungkin itu celetukan-celetukan saya ketika Fazna masih menggunakan “pampers”, alias pospak (popok sekali pakai), alias diaper. Sebulan dia bisa menghabiskan rata-rata 4 dos “Mamy Poko” yang isi 34 biji. Sebagai ibu hemat, saya pasti belinya pas lagi promo. Dari harga rata-rata Rp. 92.000,- menjadi Rp. 69.000-, lumayan lah diskonnya bisa buat snacknya Fazna, hehehe.

Tapi lama-lama capek juga berburu pospak promo. Apalagi, barang rutin mahal yang dipakai tersebut berakhir di tempat sampah. Tempat sampah yang  menggunung juga menjadi resiko dari penggunaan pospak setiap hari, aduh..duh.. duh.. Betapa sampah rumah tangga itu banyak sekali. Nggakunya orang “go green”, nggakunya pengen hemat dan berlaku sehat, kok sampah rumah tangganya seperti itu.. Padahal, menurut penelitian, pospak baru terurai sempurna di tanah setelah 500 tahun! Bayangkan.. 500 tahun.. Huhuhu.. Kasihan ya si bumi. Teruuuussss… Penggunaan pospak setiap hari juga membuat kulit pantat bayi gampang ruam-ruam.. Merah-merah.. Kan kasihan.. Coba, kita sebagai wanita, 2 tahun full pake pembalut.. Hiiiiii.. Seminggu aja rasanya sudah gatal-gatal..

Continue reading


Apr 30 2014

Fazna 1st B`day

Alhamdulillah… 27 April 2014 kemarin, Faraza Naureen Achda resmi berumur satu tahun.. Giginya sudah 6.. 4 atas dan 2 bawah.. Rambutnya lebat.. Kulit eksotisnya semakin lama semakin pudar.. Sudah mulai berdiri tanpa pegangan tapi belum berani melangkah sendiri.. Sudah makan makanan rumah alias ga mbubur lagi.. Suka banget disuapin pake tangan (ga pake sendok) sejak GTM kedua.. Juga suka nonton kartun yang ada nyanyi2nya.. Alhamdulillah..

Syukuran ini pun berlangsung dan dihadiri oleh saudara-saudara terdekat.. Alhamdulillahhh.. Tanpa mengurangi rasa bahagia kami semua..

Sehat selalu ya anakku sayang.. Panjang umur nan barokah.. Cantik menik2 tapi rendah hati.. Pintar dan bisa memintarkan orang lain tanpa perlu sok pintar.. Dan yang pasti.. Jadi anak yang sholehah ya nak.. Aaaammmiiieeennnn…

Luv.. Luv.. Luv u…


Feb 28 2014

Menjadi Perantau Ala A. Fuadi

Bagi yang pernah merantau, khususnya ke luar negeri dalam waktu yang lama, pasti akan tertohok setelah selesai membaca ketiga buku best sellernya A. Fuadi, Negeri 5 Menara, Ranah 3 Warna, Rantau 1 Muara. Seorang scholarship hunter yang saat ini sudah mendapat 9 beasiswa dari berbagai universitas dan negara, membuat dia piawai menceritakan kegigihannya dalam menggapai mimpinya. Diawali dengan ceritanya yang harus dipaksa mondok di sebuah Pondok Madani di Ponorogo, masuk di perguruan tinggi negeri di Bandung, ditinggal wafat ayahnya dan harus membiaya kedua adik beserta ibunya di Bukit Tinggi, kemudian mencari pekerjaan di Jakarta yang ketika itu sedang krisis moneter, proses pencarian jodoh, hingga mendapat beasiswa dan pekerjaan di luar negeri yang membuat dia bimbang antara pulang atau tetap tinggal di negeri orang.

Pengen curcol dikit nih, setelah mempunyai anak, kecepatan membaca saya turun beberapa derajat karena merawat anak. Malem-malem berniat menyelesaikan buku demi buku, eh udah ketiduran.. Malem-malem bangun mau ngetik, eh si anak ikut bangun juga.. Jauh banget ketika zaman belum punya anak, hehehe.. Jadi ya terputus-putus nih share ringkasannya, mohon maklum ya..

Continue reading


Jan 12 2014

Fase GTM (Gerakan Tutup Mulut)

“Dek… Time to eatttt… Gasol gasol gasollll..”, seru saya dengan berakting wajah konyol sambil bersiap untuk menyuapinya.

“Eh, ini kan yang biasanya dekkkk.. Buka mulut donkkkk..”, lanjut saya sedikit heran dengan perubahan Fazna yang ga mau makan. Boro-boro makan, buka mulut susyahhhh. Saya pun sedikit memaksa dan cenderung bernada tinggi. Eh, bukannya membuka mulutnya lama-lama Fazna menangis dengan kencang dan saya terpaksa mengalah untuk menyudahi acara makan tersebut. Oh mungkin dia bosen dengan gasolnya, pikir saya saat itu.

Besoknya saya membuatkan Fazna MPASI (Makanan Pendamping Air Susu Ibu) dengan menu havermut. Ini sih kesukaan dia banget. Terlanjur bikin 3 sendok makan ternyata dia hanya mau membuka mulutnya untuk 2-3 sendok kecil saja, setelah itu Fazna bener-bener tutup mulut. Hal itu berlanjut hingga tiga hari kedepan. Di hari ketiga saya angkat tangan. Saya manusia biasa yang punya rasa sebal. Saya panggil asisten rumah tangga saya untuk meyuapinya, dan saya segera masuk kamar. Sebel, geram, kasihan, bingung, semua perasaan campur aduk. Saya sudah susah-susah bikinin dia makan, merencanakan menu yang berbeda dan bergizi setiap saat, ternyata dia ga mau makan. Rasanya penaaat sekali.

Continue reading