Jun 9 2014

8 Review Brand Clodi (Part 2)

Setelah me-review clodi brand lokal, kini saatnya saya akan me-review clodi brand import, yang katanya ada harga ada rupa.. Ah masak? Check this out..

  1. Ecoposh

Jauh sebelum saya “keracunan” clodi, saya sudah jatuh hati saja ngelihat warna-warnanya Ecoposh. Kalem-kalem dan keliatan eksklusif gitu. Padahal waktu itu saya belum tahu kegunaannya apa barang ini. Katanya, outer dan insert-nya full daur ulang dari plastik-plastik dan bambu. Alhamdulillah pada suatu ketika (halah), bisa terbeli juga! Dan setelah nyobain, hasilnya ga semenakjubkan ekspetasi saya kok. Bagus, tapi ga yang buagus gitu. Malah, karena outer-nya terbuat dari bambu, kalau sudah penuh jadi merembes. Duhhh.. Hal yang paling bikin males kalau clodi anak ngrembes itu adalah, baju emaknya harus ganti semua. Najis.. Najis.. Wkwkwk.. Ngrembes saja sih sebenarnya.. Ga sampe yang netes-netes gitu. Tapi karena clodi ini tidak terlapisi bahan PUL (tahan air) seperti clodi-clodi lainnya, pantat bayi justru bisa bernafas dengan leluasa (cocok untuk bayi yang sensitif). Bagi Fazna, Ecoposh paling pas dipakai malam hari, karena kesannya hangat, pipisnya ga banyak, terus kalau dirapetin ga sampai yang merah-merah gitu kulitnya. Ajaibnya.. Meski full bambu, tampilannya ga bulky lho. Jika dipakai di siang hari, 4,5 jam udah mulai merembes. Kalau dipakai di malam hari, biasanya saya pakaikan dari jam 9 sampai jam 7 pagi, ga ada masalah. Oiya, Ecoposh ini juga punya pelindung samping, biar pipisnya ga kemana-mana. Minusnya Ecoposh adalah keringnya lamaaa.. Buat yang clodinya “kejar tayang” alias cuci kering pakai, sepertinya Ecoposh ga masuk dalam kriteria ini ya. Keringnya minimal 3 hari. Jadi outer-outer lainnya sehari udah kering, dia belum kering sendiri. Insert-insert yang lain 2 hari saja sudah kering, insertnya Ecoposh 3 hari saja belum tentu kering. Makanya saya jarang memilih insert berbahan bambu karena keringnya lama. Jadi, Ecoposh mendapat nilai 8 lah, karena performanya sip tapi harganya ga sip.

Continue reading


Jun 6 2014

8 Review Brand Clodi (Part 1)

Kali ini saya ingin me-review brand-brand clodi yang pernah dipakai Fazna. Tulisan saya ini murni hasil pengalaman, bukan karena ada niat iklan atau menjelek-jelekkan suatu brand. Karena semua konsumen berhak untuk menceritakan pengalamannya.  Mengingat perut dan paha bayi yang berbeda-beda tiap anak, serta cutting clodi yang berbeda-beda pula pada setiap brandnya, maka saya pun mencoba satu per satu yang menurut saya memang layak dicoba.

  1. Pempem

Ini adalah clodi brand lokal pertama saya punya, dan clodi pertama saya miliki. Setelah prewash 3x (yang salah satu tahap pencuciannya pakai deterjen), saya cobakan ke Fazna. Clodi ini trim (tipis), ga bulky (kalau bahasa Jawanya nggedebel), dan outer-nya (bagian luarnya) terbilang agak kaku (tapi yang agak kaku gini yang enak). Insert-nya ga tebal dan ga tipis, sehingga proses pengeringannya ga lama-lama amat. Daya serapnya lumayan, karena lapisan stay dry -nya memang cukup kering. Penggunaannya maksimal 4 jam. Pernah iseng saya pakaikan lebih dari 4 jam, yang ada bocor samping, jadi pesing deh. Clodi ini cocok dipakai di siang hari. Warna dan motifnya buanyakkk.. Sampai bingung pilih yang mana. Lubang masuk insertnya juga lebar. Noda bekas pup juga gampang dibersihin. Kalau Fazna sudah waktunya jam pup, biasanya kupakaikan clodi ini, hehehe.. Karena memang mudah dibersihin. Kekurangannya brand clodi ini adalah dia tidak mengeluarkan tipe pull-up (sebutan untuk clodi yang bisa dipakaikan seperti pospak jenis celana) dan lapisan stay dry-nya yang agak panas. Jadi cara memakaikannya harus ditidurin dulu. Kalau anaknya masih banyak tidur sih ga ada masalah, tapi kalau sudah banyak polah, ya harus dikasih mainan yang bisa dipegang untuk bisa tetep tidurin selagi makein clodi ini. Nilai yang pantas untuk Pempem adalah 7 untuk range 1-10.

Continue reading