Oct 25 2014

Ngaji Bersama Mama Dedeh

Biasanya cuma bisa liat di tivi, alhamdulillah kemarin saya diberi kesempatan untuk bertemu dan ikut ceramahnya beliau, Mama Dedeh. Tiap pagi, saya dan suami kalau liat acara yang judulnya “Mama dan A`a” di salah satu tivi swasta ini, isinya ketawa mulu. Habis lucu plus serius sih cara menyampaikan isi ceramahnya, jadi sangat mudah diterima untuk masyarakat.

Jadi, ceritanya kemarin diajakin Mbak Aztry, Mbak ipar saya untuk ikut pengajian di Rumah Ilmu Al-Hilya, deket rumah. Rupanya rumah ini sering banget dijadikan tempat menimba ilmu Islam. Mulai dari kajian untuk akhwat, pasutri (pasangan suami istri), tematik, kitab-kitab dan fiqih, serta kelas tahsin. Alhamdulillahhh.. Lengkap banget ya.. Dan ustzad atau ustazdah yang diundang pun ganti-ganti. Bagi yang disekitaran Cinere-Depok, boleh lho dateng. Alamatnya di Jalan Bukit Barisan Raya Blok J/222. Selain masuknya free, disini juga disediakan air mineral dan snack yang free juga. Hmmm.. Jadi pengen sering-sering dateng kesini ya.. *coleksuami

b

Continue reading


Oct 19 2014

Taman Kahfi

Taman Kahfi? Hm… Sebenarnya taman ini tak bernama (atau mungkin belum ya).. Hahahha.. Habis saya cari-cari, plang namanya ga ketemu-ketemu sih.. Tapi karena terletak di Jalan Al-Kahfi, jadi saya pribadi menamainya Taman Kahfi, hihihi..

Saya sering banget lewat jalan ini, dan dari luar taman ini terlihat hijau dan rindang.. Duh, di Jakarta begini paling seneng lihat yang hijau-hijau terbentang luas. Eh kebetulan si tetangga, Bu Ridwan, mau diajakin kesana. Asekkkk.. Cuci Mata.. Yuk ah lihat kondisi si taman..

b c Continue reading


Oct 17 2014

Memaknai Setiap Tanda

“Tuhan, perkenankanlah aku menemani ibuku saat ia menjemput ajal…”, Ayu Utami, 121.

Kematian itu pasti bagi setiap mahkluk hidup. Datangnya bisa cepat atau lambat. Jika ingat mati, atau orang yang kita sayangi mati, rasanya hidup harus dibikin sebermanfaat mungkin untuk orang lain. Harus berlomba-lomba menabung kebaikan. Ayu Utami sering mendengung-dengungkan spiritualisme kritis di buku-bukunya, termasuk di bukunya kali ini, Simple Miracles, Doa dan Arwah.

“Spiritulisme kritis adalah penghargaan terhadap yang spiritual tanpa mengkhianati nalar kritis”, Ayu Utami, 56. Maksud dari spiritualisme kritis yang saya tangkap dalam buku ini adalah, bahwa spiritual itu jangan ditelan bulat-bulat begitu saja, ada hal-hal yang mendasari tiap hukum tersebut (sebab-akibat). Dan sebagai manusia yang beragama dan beradat, kita wajib mengkaji hukum-hukum tersebut, agar kita paham, mana yang benar, cocok, dan baik untuk masing-masing individu tanpa ada paksaan. Dalam buku ini, terdapat pertanyaan-pertanyaan dari penulis, tentang kehidupan setelah mati, memandang skeptis kepercayaan orang Jawa bahwa 40 hari setelah wafatnya seseorang, sebenernya roh tersebut masih berputar-putar di dalam rumahnya, betulkah hari Jum`at Kliwon dan Selasa Kliwon adalah hari keramat untuk orang Jawa, dan lain-lain.

4

Continue reading


Oct 11 2014

Rimba Baca (Lagi)

Yihaaaa… Ke Rimba baca lagiiii.. Tempat yang homie untuk para pecinta buku di daerah Jakarta Selatan. Berawal dari diajak tetangga, Bu Ridwan, akhirnya kami ketagihan untuk datang dan datang lagi. Pengen banget jadi membernya, karena banyak keuntungan-keuntungan yang di dapat, tapi sayang minat baca Fazna masih belum kuat. Dikenakan 350 ribu per tahun serta bebas dari biaya pendaftaran. Maksimal boleh  meminjam lima buku selama lima hari. Jika selama lima hari bukunya masih belum selesai dibaca, boleh mundur sampai lima hari lagi. Nah.. kalau lebih dari lima hari yang kedua ini, baru deh kena denda 5000 per buku setiap harinya. Oiya, kalau mau survey dulu juga ga dilarang. Bayar 35 ribu per anak, tapi ga boleh pinjem buku. Jadi ya bacanya disitu.

4

Yang bikin betah sih karena design rumahnya memang diperuntukkan untuk membaca dan bermain untuk anak-anak maupun dewasa. Yuk ah check this out..

5

Keterangan:

1. Ini rak baca untuk anak yang berumur 0-3 tahun. Trus sampingnya lagi untuk anak yang berumur 4-8 tahun. Rata-rata hampir semua bukunya berbahasa Inggris. Ada sih yang berbahasa Indonesia, tapi itu 1% dari semua jumlah buku yang ada. (Maaf ya fotonya “bocor”, ada pak tukang yang sedang membenahi lantai parkitnya yang dimakan rayap, hehehe).

2. Ini rak baca untuk 9-12 tahun. Disampingnya ada toiletnya yang bersih dan wangiiiii (penting ya Dif? Entahlah, saya suka toilet yang bersih dan wangi. Tapi bukan berarti mau tidur situ lho ya.. Hahahaha).

3. Resepsionis. Tempat kita mendaftar dan tersedia buku-buku bersegel, stiker, pamlet iklan, dll yang dijual. Di depannya tersedia pula rak sepatu, jadi wajib melepaskan alas kaki, agar kita lebih hommie.

4. Kantin mungil yang lumayan menyediakan berbagai macam makanan dan minuman untuk mengganjal perut.

Continue reading