Dec 27 2015

Campas Outbond, Sentul

Liburan kali ini terhitung cukup panjanggggg.. Keluarga Achda sih jauh-jauh hari memang berencana ingin menghabiskan liburan kali ini di puncak. Mendekati hari H, ternyata villa yang diincar sudah di-booking orang.. Hadeh.. Nyari-nyari tempat yang lain pun ga dapat (duh, sedih). Jadilah kami mencari villa di daerah Sentul dan menginap semalam disini. Namanya Campas Outbond. Semalam kena biaya sekitar 1,5jt. Selain tersedia villa dan outbond, kita bisa melakukan arung jeram, paintball, dan melihat Air Terjun Bidadari yang letaknya terpisah dengan villa-nya.

air-terjun-bidadari

Suasana air terjun Bidadari daerah Sentul. Karena hari libur, setiap orang dikenakan biaya masuk Rp. 40.000,- per orang. Airnya segerrrrr.. Dingin bgt. (Foto bukan milik saya, tapi milik jejaksibolang.com)

11

Ada yang ga sabar pengen nyeburrrr… Berenang di air dingin! Continue reading


Dec 5 2015

Beautiful November

Pengennya sih aktifitas-aktifitas berikut ditulis secepatnya, tapi karena adaaaaaa saja yang dikerjain dan ga bisa diwakilkan, maka tulis menulis pun jadi terbengkalai. Hihihi.. Padahal, kalau habis menulis (mengetik sih lebih tepatnya) rasanya plong banget (meski tulisannya cuma begitu-begitu saja, hehehe). Oiya, si whity (laptop putih teman saya menjelajah ini), sudah ada gangguan pada layarnya (hik.. sedih). Saya berharap sih dia bisa bertahan semampu dan selama dia bisa. Dulu, suami saya ingin mengganti laptop saya ini dengan yang lebih baik, tapi saya menolak dengan tegas. Hmmmm.. Bagi saya, si whity ini punya kenangan yang buanyakkk. Teman skripsi, teman stalking mencari jodoh (halah), serta teman yang menemani segala waktu di segala suasana ga jelas, wekekeke. Baik-baik ya sayang.. (elus-elus laptop).

Suami: Udah kutransfer ya bulanannya.

Istri : *ngecek. Wah… Kok banyak bener?

Suami: Sekalian kamu pengen beli apa.. Aku kemarin kan belum ngasih apa-apa ke kamu.

Istri: Wekekekek.. Alhamdulillah.. Makasie ya.. Tapi yang namanya hadiah mbok ya dibeliin apa gituuuu.. Masak hadiah suruh milih sendiri?

Suami : 😀

*nasib punya suami ga romantis ya begini*

Bulan November kemarin saya punya banyak acara, punya banyak cerita. Salah satunya surprise dari suami. Hehehe.. Semoga ini bukan termasuk merayakan ulang tahun yaaa.. Cuma pengen kasih kue aja.. Dan alhamdulillah enak.. saya suka.. Welcome 28th 🙂

a3

Continue reading


Oct 2 2015

Sabar itu Berbuah Manis

Saya curiga ustad yang satu ini ada turunan Arabnya, habis hidungnya mancung amat! Wakakaka.. Kalau orang Indonesia asli ya ga mungkin punya hidung macam begitu. Hehehe.. Usil banget ngomentari orang ya? Yuk ah langsung ke isi kajiannya..

Manusia berbuat salah dan dosa itu wajar, ya namanya juga manusia. Kalau yang bersih sih sih namanya malaikat, karena malaikat itu konstan, ga punya nafsu, keberadaannya khusus untuk menyembah Alloh semata. Lha manusia itu nafsunya banyak, dan paling susah menaklukkan nafsu diri sendiri (menurut pengalaman pribadi). Tapi emang mau, hidup bergelimang dosa mulu? Mau sampai kapan? Sedangkan kita harus siap setiap saat jika ajal menjemput. Jadi, meskipun manusia dipastikan selalu berbuat salah dan dosa, tapi selalu ada cara untuk “mendekati” Alloh yang Maha Pengampun!

Hakikat hidup di dunia ini adalah menghadapi masalah satu ke masalah yang lain. Isinya ujiaaaaaannnnn.. terus, hingga “waktu” yang ditentukan untuk mempertanggung jawabkan semua. Ga ada yang ga dapat ujian. Kalau ga mau dapet ujian, silahkan dikafani *ups. Semakin berat ujian seseorang, semakin sabar dia, semakin diangkat pula derajatnya oleh Alloh. Memang yach.. Sabar itu sifat keharusan yang wajib dimiliki manusia jika ingin selamat di dunia. Ibarat kalau kita ingin dapat “nilai bagus” dalam ujian, kisi-kisinya ada dua, sabar dan sholat!

Wahai orang-orang yang berIman jadikan lah sabar dan sholat sebagai penolong mu. QS. AL-Baqarah : 153. Continue reading


Aug 28 2015

Kapan Haji?

Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah; Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam. (Ali-Imron : 97)

Karena sebentar lagi bulan haji, maka tema kajian Mamah Dedeh kali ini membahas tentang haji. Duhhhh.. Jadi pengen banget kesanaaaa. Hikkk.. Semoga saya beserta suami serta teman-teman pembaca yang dirahmati Alloh ini segera dimampukan untuk kesana. Aaammiieenn..

Haji termasuk dalam rukun Islam nomer 5 yang salah satu syaratnya adalah mampu. Mampu atau sanggup sendiri memiliki 2 maksud:

1. Mampu dengan sendirinya

Maksud dari kriteria “mampu dengan sendirinya” adalah, apabila memiliki tabungan yang cukup dan badan masih sehat, haji harus disegerakan, jangan ditunda-tunda lagi. Karena ditakutkan tahun depan tidak semampu tahun ini atau kesehatan tak sesehat tahun ini. Jika kondisinya mampu dan sehat tapi merasa tidak dipanggil, plis deh ya.. Alloh, melalui Nabi Ibrahim sudah mengumandangkan panggilan haji sejak 3600 tahun yg lalu. Jadi yuk dibaca itu Al-Qur`an beserta terjemahannya, jangan jadi pajangan saja, jangan ngeliatin instagram aja (wakakaka.. ini mah aku banget! Duh.. Maaf Gustiiii).

Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh. (Al-Hajj : 27).

2.  Mampu dengan bantuan orang lain

a. Orangnya kaya, tapi kondisinya sakit, maka hajinya bisa dilaksanakan orang lain. Hukumnya wajib. Ayo temen-temen yang bapak ibunya, pakde budhe, saudara-saudara lain yang belum haji, tapi mampu meskipun kondisinya sedang sakit, dikasih tahu ya, bahwa kewajiban hajinya bisa dilaksanakan orang lain.

b. Orangnya kaya, tapi sudah meninggal dunia, maka hajinya bisa dilaksanakan orang lain. Ini hukumnya juga wajib, sama dengan yang diatas.

c. Hidupnya ga kaya, tapi anak turunnya bisa menghajikan orang tuanya (atau saudara yang lain) maka hukum hajinya sunnah.

Continue reading


Aug 25 2015

Mencetak Generasi Rabbani

Sering banget membaca tips dan trik mencetak generasi Rabbani yang menggiurkan bagi ibu-ibu rumah tangga macam saya. Pengen banget punya anak yang sholeh sollihah, tapi dimulai darimana? Bagaimana? Modelnya seperti apa?

Nah.. Kemarin saya berkesempatan ikut dalam bedah buku “Mencetak Generasi Rabbani” karangan Ummu Ihsan Choiriyah dan Abu Ihsan al-Atsary. Bedah bukunya dimulai dari awal hingga akhir halaman, dan dibahas sub bab demi sub bab (jadi nyesel ga bisa rutin kajian.. zzzzz).

Pembahasan sub bab kali ini dipandu oleh Ustad Subhan Bawazier. Seorang ustad asli Arab Betawi yang pembawaannya lucu seru! Dari awal hingga akhir kajian bawaannya diajak ketawa mulu, jadi ga ngantuk sama sekali.

IMG-20150821-WA0024

Foto by @thye3110

Dalam buku tersebut, disebutkan bahwa salah satu cara mencetak generasi Rabbani adalah dengan mendorong anak kita untuk memiliki sahabat yang baik.

“Karena kadang omongan teman itu lebih didengar, dari omongan orang tuanya bu. Kalau misalnya anak kita sedang tak sependapat dengan kita, biasanya dia kan ‘kabur’ dari rumah ya buk, nah disitulah sosok sahabat berperan. Kalau sahabatnya baik, pasti anak kita disuruh pulang, minta maaf ke kita, trus nasihatnya ‘mumpung orang tuamu masih hidup’. Tapi kalau temannya ga baik, tahu anak kita kabur dari rumah, yang ada dia malah seneng karena merasa punya teman. Hati-hati lho bu, anak-anak itu tergantung dari agama temannya,” terang si ustad nyentrik ini.

Continue reading


Aug 6 2015

Cerita Menyapih

Kali ini saya melakukan penyapihan yang secara teoritis “kurang benar” alias tidak menyapih dengan cinta, hehehe. Menyapih dengan cinta atau Weaning With Love atau yang biasa disingkat dengan WWL ini sudah booming cukup lama di kalangan ibu-ibu menyusui. Teknik menyapih ini mengusahakan agar si bayi yang sudah berusia dua tahun mau melepaskan “zona nyamannya”.

Beberapa bulan yang lalu adalah momen yang cukup berat bagi saya untuk berhenti meng-ASI Fazna. Mungkin hal ini juga pernah dialami oleh ibu-ibu di seluruh dunia. Tentu saja berat. Anak saya yang waktu itu akan berusia dua tahun masih sangat bergantung pada saya, apalagi menjelang tidur atau terbangun di malam hari. Tapi setelah berkonsultasi dengan dokter, tekad saya pun akhirnya menjelma menjadi kegigihan untuk menyapih Fazna. Alasan medis membuat saya tega (atau sebaiknya diksinya saya ganti konsisten ya, hehehe) untuk menyapihnya.

Continue reading


Jul 11 2015

Al-Qur`an mu dimana?

“Oh.. Ustadnya artis.. Kira-kira isi yang disampaikan apa ya kalau artis begini,” gumam saya dalam hati sedikit menyepelekan. Dan setelah mengikuti kajian Ustad Adipura hingga tuntas, saya merasa maluuuuuuu.. banget “menuduh” artis ini akan menyampaikan hal-hal yang sekiranya sudah saya tahu sebelumnya (ini nih jeleknya saya.. suka menilai orang dari pandangan pertama saja, huhuhu.. Astagfirulloh.. ingatkan saya terus yaaa). Karena ternyata beliau menjelaskan ayat-ayat Al-Qur`an yang terlewat dari cermatan saya, dengan gamblang dan mudah diterima.

“Jangan panggil saya ustad ya ibu-ibu. Karena Ustad dalam bahasa Arab itu berarti guru. Guru itu digugu dan ditiru. Sedangkan saya sangat jauh dari panggilan itu. Saya masih sering berperan sebagai tokoh antagonis di dalam sinetron, mana bisa peran-peran seperti itu ditiru? Oleh karena itu, saya akan memperkenalkan guru yang sebenar-benarnya guru,” seru Ustad Adipura di awal kajian.

a

Continue reading


Jul 1 2015

Hidayah itu Perlu Di Rawat

“Hayaaaaa…,” sapanya ceria ketika membuka isi kajian di Rumil (Rumah Ilmu) Al-Hilya dan sontak jamaah yang mayoritas berisi ibu-ibu pun terkikik. Wajahnya sangat oriental. Parfumnya wangi dan wajahnya bersih bersinar. Beliau akrab dipanggil Koko Liem, seorang da`i mualaf yang menyatakan keIslamannya sejak tahun 1994. Anak dari seorang suhu agama Budha (kalau di dalam Islam, suhu itu setara kyai), Koko Liem juga sering dikenal sebagai da`i illusioner oleh masyakarat karena menggunakan sulap sebagai media dakwahnya. Melalui sulap, beliau menjabarkan arti filosofinya satu demi satu secara Islami, sehingga cara berdakwahnya menjadi sangat unik dan mengena. Cerdas!

15

Continue reading


Jun 27 2015

Hallo Ramadhan!

Alhamdulillah.. Di Jum`at pagi kemarin, saya berkesempatan mengikuti kajian Ustad Fatih Karim. Seorang ustad yang namanya saya ketahui dari kajian Ustad Felix. Jika pembaca sempat membaca catatan saya tentang isi kajian Ustad Felix beberapa waktu yang lalu, tentu sudah tahu siapa Ustad Fatih Karim ini. Beliau adalah jembatan Ustad Felix dalam menemukan agama sempurna Alloh. Perbincangan 13 tahun yang lalu, selama ba`da Isya hingga Subuh di antara mereka, telah membuat Ustad Felix yang keturunan Tionghoa ini menyatakan syahadatnya *hik *lap *airmata.

us

Benar kata Ustad Felix, Ustad Fatih Karim ini terlihat seperti bukan ustad, hehehe.. Perawakannya sedang, tidak kurus dan tidak gemuk, tidak tinggi tapi juga tidak pendek, kulitnya sawo matang, tatapannya serius laksana seorang dosen (cieeeee.. gitu banget ya bahasa saya, hehehe). Tapi suara dan bahasanya menggelegar. Menurut saya, Ustad Fatih Karim ini termasuk salah satu penduduk surga (amien) yang terkaget-kaget dengan amalnya. Ya gimana ga terkaget-kaget, ilmu yang dimilikinya diserap, dihayati, dan diamalkan oleh Ustad Felix. Seorang mualaf yang kini sangat gigih berjuang di jalan Alloh dengan aktif berdakwah dan menulis buku Islami yang hampir selalu jadi best seller. Karena Ustad Fatih Karim yang berhasil mencerahkan Ustad Felix, maka segala kebaikan yang dilakukan Ustad Felix pun akan mengalir ke tabungan akhiratnya Ustad Fatih Karim. Masya Alloh…

Continue reading


Apr 28 2015

Toilet Training

Fazna sudah genap berusia 2 tahun. Banyak PR (Pekerjaan Rumah) menanti saya, sebagai ibu yang full mendampingi dia sehari-hari. Lepas dari clodi (cloth diaper) siang dan malam, serta lepas ngASI atau yang lebih dikenal dengan menyapih. Dua hal yang membuat kesabaran saya diuji, hehehe.

Untuk program menyapih, sudah mulai saya terapkan ketika Fazna berusia kurang lebih 20 bulan dengan ibunya yang sering-sering sembunyi (alias keluar rumah, wekekek), memberi pengertian, mengganti jam ngASI-nya disiang hari dengan camilan-camilan serta susu pengganti berupa susu UHT. Memang sih, kalau ibunya “menghilang” si anak ga terlalu “mencari-cari”, karena kalau sudah dikasih biskuit ya pasti dimakan dan kenyang. Tapi kalau malam hari masih belum bisa diterapkan (help-help.. butuh pencerahan), lha masih sekamar dengan bapak ibunya juga. Motivasi saya untuk segera menyapih adalah, selain di Al-Qur`an dianjurkan sampai 2 tahun, Fazna termasuk anak berpostur mungil di usianya. Dokter yang menangani Fazna pun menganjurkan untuk segera menyapih agar makannya banyak, dan dia bisa berada di postur ideal.

Ada banyak suka dan duka di beberapa bulan terakhir (tepatnya sih kurang lebih 3 bulan yang lalu), saat Fazna mulai toilet training. Waktu pertama kali copot clodi, wajahnya keliatan bengong gitu waktu pipisnya merembes mengenai kakinya. Butuh waktu untuk membiasakan dia agar bisa bilang “pipis” sebelum pipisnya benar-benar keluar. Pipisnya dimana saja? Jawabannya dimana-mana, hahaha. Di tempat bermainnya, sepatu emaknya, dikamar eyang mami, di teras, dan dikamar. Yeah.. Lengkap sudah (please.. kalau ibu dan anak belum siap, mending diundur dulu deh toilet trainingnya agar kedua belah pihak ga senewen). Sebagai ibu, kadang kesabaran saya menemui ujungnya. Bayangin, dia pipis disaat saya sudah bersih alias sudah mandi, seprei kamar juga baruuuuu.. saja diganti, trus tiba-tiba pipis! Astagaaaa.. Saya akhirnya memutuskan untuk membeli celana training pipis atau biasa disebut training pants.

Continue reading