Feb 19 2015

Kemanakah Imanmu?

Kemarin saya bertemu dan untuk pertama kalinya mengikuti pengajian Ustad Felix, ustad mualaf yang sudah 13 tahun menganut agama Islam dan sudah menelurkan 9 buku. Kulitnya putih, wajahnya khas oriental, pawakan tubuhnya sedang, potongan rambutnya cepak cenderung gundul, dan (suka) baju bermotif batik. Ngomongnya juga cepat tapi jelas dan tegas. Alhamdulillah saya berkesempatan “mengisi ulang” baterai pengetahuan saya tentang Islam melalui beliau. Fitrah iman yang naik turun memang harus dijaga dengan mengikuti kajian-kajian seperti ini atau dengan tidak malas membaca hal-hal yang berbau positif.

Perjalanannya “menemukan” Islam bukanlah hal yang mudah bagi beliau yang tak pernah mengenal Islam dan tidak dibesarkan dari keluarga Islam. Nalar berpikirnya mulai tergelitik ketika dia beranjak dewasa, dan mencari tahu asal manusia.

“Saya ini dari mana ya asalnya?”, tanya Felix kecil kepada orang tuanya.

“Kamu asalnya dari kami”, jawab bapak ibunya.

“Bapak Ibu dari mana asalnya?”, tanyanya lagi.

“Dari kakek dan nenek”, lanjutnya.

“Kakek dan nenek dari mana asalnya?”, Felix kecil terus bertanya.

“Dari buyut”, tukas bapak ibunya.

“Buyut itu dari mana asalnya?”, pertanyaan Felix kecil begitu terus hingga akhirnya bapak ibunya pun berujar,”Ayo, kamu harus bertemu dengan pastor”.

Continue reading