Apr 28 2015

Toilet Training

Fazna sudah genap berusia 2 tahun. Banyak PR (Pekerjaan Rumah) menanti saya, sebagai ibu yang full mendampingi dia sehari-hari. Lepas dari clodi (cloth diaper) siang dan malam, serta lepas ngASI atau yang lebih dikenal dengan menyapih. Dua hal yang membuat kesabaran saya diuji, hehehe.

Untuk program menyapih, sudah mulai saya terapkan ketika Fazna berusia kurang lebih 20 bulan dengan ibunya yang sering-sering sembunyi (alias keluar rumah, wekekek), memberi pengertian, mengganti jam ngASI-nya disiang hari dengan camilan-camilan serta susu pengganti berupa susu UHT. Memang sih, kalau ibunya “menghilang” si anak ga terlalu “mencari-cari”, karena kalau sudah dikasih biskuit ya pasti dimakan dan kenyang. Tapi kalau malam hari masih belum bisa diterapkan (help-help.. butuh pencerahan), lha masih sekamar dengan bapak ibunya juga. Motivasi saya untuk segera menyapih adalah, selain di Al-Qur`an dianjurkan sampai 2 tahun, Fazna termasuk anak berpostur mungil di usianya. Dokter yang menangani Fazna pun menganjurkan untuk segera menyapih agar makannya banyak, dan dia bisa berada di postur ideal.

Ada banyak suka dan duka di beberapa bulan terakhir (tepatnya sih kurang lebih 3 bulan yang lalu), saat Fazna mulai toilet training. Waktu pertama kali copot clodi, wajahnya keliatan bengong gitu waktu pipisnya merembes mengenai kakinya. Butuh waktu untuk membiasakan dia agar bisa bilang “pipis” sebelum pipisnya benar-benar keluar. Pipisnya dimana saja? Jawabannya dimana-mana, hahaha. Di tempat bermainnya, sepatu emaknya, dikamar eyang mami, di teras, dan dikamar. Yeah.. Lengkap sudah (please.. kalau ibu dan anak belum siap, mending diundur dulu deh toilet trainingnya agar kedua belah pihak ga senewen). Sebagai ibu, kadang kesabaran saya menemui ujungnya. Bayangin, dia pipis disaat saya sudah bersih alias sudah mandi, seprei kamar juga baruuuuu.. saja diganti, trus tiba-tiba pipis! Astagaaaa.. Saya akhirnya memutuskan untuk membeli celana training pipis atau biasa disebut training pants.

Continue reading


Apr 28 2015

2 Tahun Fazna!

Yeayyyyy.. Alhamdulillah.. Fazna genap berusia 2 tahun! Hehehe.. Kebetulan Uti dan Kung nya dari Kertosono pas di Jakarta, jadi syukurannya barengan. Apalagi ulang tahunnya Kung (25 April), Uti (20 April), ama Eyang Mami (19 April) cuma selisih beberapa hari..

up9

 

Meski yang datang cuma keluarga saja, insyAlloh berlangsung ceria dan penuh khidmat..

up2

 

Continue reading


Apr 10 2015

Adab-Adab Bersuci

Islam adalah agama yang sempurna. Tak ada yang tak dibahas dalam Islam, soal besar maupun soal kecil. Hal ini agar kita memiliki panduan dan kejelasan dalam menjalani kehidupan. Kali ini saya akan berusaha mentransfer catatan kajian saya dari Ustad Abi Makki, yang berisi tentang adab-adab bersuci dari membuang hajat besar dan kecil untuk pembaca yang dirahmati oleh Alloh.

1. Melepas cincin

Saya baru tahu, hukum laki-laki memakai cincin itu ternyata sunah. Kok bisa sunah? Karena dulu Nabi Muhammad memakai cincin yang berfungsi sebagai stempel.  Jadi kalau sekarang laki-laki pakai cincin, boleh-boleh saja, asal tidak berlebihan dengan kelima jari dipakaikan cincin semua, wkwkwk. Pantasan bapak saya punya banyak cincin ya, kirain buat apa bapak-bapak ini punya banyak cincin, eh baru tahu ternyata hukumnya sunah. Oiya, sekarang juga lagi booming penjualan batu-batu akik kan? Boleh juga tuh hukum sunah dijadikan ”senjata” untuk merayu kolektor akik, hehehe. Nah, kalau masuk kamar mandi dan hendak membersihkan hajat besar maupun hajat kecil, hukum melepas cincin adalah sunah. Tapi hati-hati kelupaan ya! Barang-barang beginian sering banget ketinggalan di kamar mandi.

Continue reading