Aug 6 2015

Cerita Menyapih

Kali ini saya melakukan penyapihan yang secara teoritis “kurang benar” alias tidak menyapih dengan cinta, hehehe. Menyapih dengan cinta atau Weaning With Love atau yang biasa disingkat dengan WWL ini sudah booming cukup lama di kalangan ibu-ibu menyusui. Teknik menyapih ini mengusahakan agar si bayi yang sudah berusia dua tahun mau melepaskan “zona nyamannya”.

Beberapa bulan yang lalu adalah momen yang cukup berat bagi saya untuk berhenti meng-ASI Fazna. Mungkin hal ini juga pernah dialami oleh ibu-ibu di seluruh dunia. Tentu saja berat. Anak saya yang waktu itu akan berusia dua tahun masih sangat bergantung pada saya, apalagi menjelang tidur atau terbangun di malam hari. Tapi setelah berkonsultasi dengan dokter, tekad saya pun akhirnya menjelma menjadi kegigihan untuk menyapih Fazna. Alasan medis membuat saya tega (atau sebaiknya diksinya saya ganti konsisten ya, hehehe) untuk menyapihnya.

Continue reading