Apr 7 2016

Mempersiapkan “Masa Depan” Anak

Ustadzahnya cuantikkkk.. Kulitnya mulus, suaranya kecil, dan tutur bicaranya lembut tapi tegas. Cara berpakaiannya pun Islami banget, jadi betah ngeliatnya, hehehe. Namanya Ustadzah Asti Ivo. Karena wajahnya yang cantik, beliau sering sekali memerankan tokoh protagonis dalam beberapa sinetronnya. Yuk kita ikuti kajian beliau yang membicarakan tentang anak.

ivo 5“Ada banyak orang tua di luar sana yang menyekolahkan serta memberikan les untuk anaknya dengan bermacam-macam bidang, misalnya piano, balet, jaritmatika, tapi ada lebih banyak lagi orang tua yang tidak menyiapkan anak-anaknya kelak menjadi ibu atau bapak,” urainya.

Continue reading


Apr 6 2016

Berdzikir dan Berfikir

Ustad Wijayanto ini ya, baru juga mukaddimah, belum sampai inti kajian, tapi yang perlu dicatat banyak amat, hehehe.. Dan karena jadwal syuting yang padat, maka ustadnya pun ga bisa lama-lama di Rumil (Rumah Ilmu) Al Hilya, jadi kajian tema ini masih bersambung di pertemuan yang akan datang. Tapi insya Alloh banyak kebaikan yang bisa diambil dari singkatnya pertemuan kami.

“Semua kegiatan baik itu harus diawali dengan bismillah, karena apabila tidak disertai dengan bismillah maka akan terputus berkahnya, terputus amalannya alias ga sampai kepada Alloh),” serunya.

“Amal-amal kita akan diterima jika disertai bismillah (karena bismillah ini memproteksi dari dosa), niat karena Alloh, dan sesuai petunjuk Alloh yang dicontohkan lewat Rasulnya,” sambungnya.

“Niat itu penting banget. Misal ada orang yang menabung, berniat untuk berhaji, belum sempat berhaji tapi sudah meninggal duluan, maka dalam catatan amalnya, orang ini sudah berhaji,” lanjut beliau.

“Ada hal-hal yang menghalangi doa, yaitu durhaka kepada orang tua, istri-istri yang menjengkelkan suami (begitu pun juga sebaliknya), dan adanya permusuhan dengan orang lain,” cetusnya.

“Hati-hati untuk ibu-ibu yang punya musuh ya. Bisa jadi amalan-amalan ibu-ibu disini sebesar dan setinggi gunung, tapi diakhirat nanti bisa menjadi orang-orang yang bangkrut karena pahala-pahalanya diambil oleh orang-orang yang pernah ibu-ibu sakiti hatinya. Ga bayar utanglah, ga bayar arisanlah, menggunjinglah, hati-hati lho ibu-ibu,” terangnya.

Continue reading