Serba-Serbi Ramadhan o:)

Alhamdulillah… Akhirnya kita dipertemukan juga dengan bulan yang dinanti-nanti umat Islam di seluruh penjuru dunia.. Bulan dimana nafas kita menjadi tasbih.. Tidur menjadi ibadah.. Doa-doa diijabah.. Dan pahala-pahala dilipat gandakan..

Hm… Apa yang kurang dari yang namanya bulan Ramadhan?

Dan di usia saya yang menginjak 23 tahun ini.. Bertemu dengan Ramadhan (lagi) adalah karunia yang patut untuk saya syukuri. Dimana beberapa hari sebelum puasa tiba, ada beberapa tetangga saya yang tidak bisa menikmati Ramadhan karena sudah dipanggil oleh Alloh.. Kalo sudah begitu.. Bukankah sangat beruntungnya saya dan saudara-saudara saya yang masih bisa bertemu dan melaksanakan Rukun Islam yang ketiga ini?

Firman Allah Mengenai Puasa Ramadhan :

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa”
(Q.S. Al-Baqarah: 183)

“(yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”
(Q.S. Al-Baqarah: 184).

(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang didalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur`an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kalian hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagi kalian, dan tidak menghendaki kesukaran bagi kalian. Dan hendaklah kalian mencukupkan bilangannya dan hendaklah kalian mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepada kalian, supaya kalian bersyukur.”
(Q.S. Al-Baqarah: 185)

Ramadhan tiba berarti segala aktivitas Ramadhan pada tahun-tahun sebelumnya, insyAlloh saya jalankan kembali tahun ini. Salah satunya adalah berjamaah di masjid. Hehehe.. Meskipun rumah saya terbilang deket dengan Masjid Al-Kautsar, pada hari-hari biasanya saya jarang sekali untuk mendatangi rumah ibadah ini (cewek ga wajib salat di masjid kan? :p) Nah.. Pada bulan Ramadhan ini saja, saya beserta keluarga selalu berusaha untuk pergi ke Masjid guna menunaikan shalat tarawih+witir sejumlah 23 rakat. Makanya kalo masjid-masjid “penuh” hanya disaat bulan Ramadhan, ya ga usah kritik orang lain, tapi lihat diri kita sendiri, yach..contohnya saya ini, hehehe. Miris juga sie, ngelihat masjid pada bulan-bulan selain bulan Ramadhan, hmmmm.. Bisa dipastikan kebanyakan masjid-masjid sepi.. Kalau pun ada jamahnya.. Paling jamaahnya udah tua-tua dan sangat sedikit.

Kalo inget motivasi zaman SD yang giat banget pergi ke Masjid di bulan puasa, tak bukan dan tak lain adalah pengen dapet tanda tangan imam untuk melengkapi nilai agama! Jadi bukan karena keikhlasan yang menjadi tujuan utama, tapi biar nilai agamanya bagus! Hihihihi.. Zaman nom-noman dulu.. Tapi sampe sekarang saya masih melihat anak-anak membawa satu buku yang selalu dibawanya, untuk menanti-nanti kapan tarawihnya selesai, dan membunuh waktu dengan mengobrol dengan teman sesama pelajarnya. Saya sadar, motivasi itu sebenarnya merugikan orang lain. Seperti beberapa hari ini ketika saya mengikuti taraweh, saking banyaknya pelajar-pelajar yang hanya menunggu selesainya tarawih, alhasil kultum sebagai “vitamin” di bulan Ramadhan pun ga kedengaran sama sekali. Huff.. Gimana ya cara biar anak-anak kecil ini ga rame dan ngbrol sendiri? Berkali-kali diperingatkan ya mbalek lagi.. Tapi terlepas dari keramaian anak-anak itu, bukankah “mendatangkan” mereka di masjid adalah salah satu cara mengajarkan mereka untuk lebih cinta rumah ibadah umat muslim ini? Semoga saja mereka segera sadar ga rame lagi.

Oiya.. Karena rutin ke masjidnya hanya setahun itu cuma sebulan, jadi orang-orang yang biasa kutemui di masjid pun tumbuh lebih cepat. Ibu-ibu yang dulu mengajar saya ngaji pun sekarang keriputnya lebih terlihat.. Kulitnya pun lebih kering dan muncul bintik-bintik coklat (flek) di muka dan permukaan tangannya. Badannya pun semakin menyusut, lebih pendek dari saya. Adek-adek kelas saya yang dulu kurus, keriting, dan berkulit coklat pun sekarang tumbuh lebih berisi dengan rambut korban salon (alias di lurusin :p), dan berkulit lebih terang hasil produk perawatan pemutihan. Anak-anak kecil yang dulunya tomboy dan kerjanya cuma lari-lari aja di masjid, sekarang tampak lebih tenang dan lebih anggun, memahami kodratnya sebagai perempuan (hihihi.. jahil banget nie ngatain anak orang seenaknya sendiri). Tapi memang benar, coba kamu lihat orang-orang yang kamu kenal, dan biasa kamu temui di masjid “langgananmu”, pasti kamu akan menemui 10 perbedaan seseorang dari masa lampau ke masa sekarang… :p

Ada satu hal yang saya kangenin dari puasa, sewaktu di Surabaya dan sekarang di Kertosono.. Safari dari masjid ke masjid! Iya.. Kalo dulu pengen ke masjid yang itu tinggal cus.. Bosen di masjid ini tinggal go nyari masjid yang lain.. Kalo sekarang ga ada yang ngajakin sie.. Jadi bingung juga mau salat dimana dan dimananya.. Hehehe..

Apalagi takjil yang disediakan deketnya Unair itu.. Meskipun ga seberapa enak, tapi seneng juga liat makanan beraneka ragam (padhune ga habis kalo beli banyak).

Dan alhamdulillah aku masih diberi keluarga yang lengkap dan utuh, sehingga sahur dan buka pun sedikit banyak bisa dilakukan bersama-sama..

Ya Alloh.. Terima kasih sudah mempertemukan saya dengan bulan yang sangat engkau rahmati ini..

Ya Alloh.. Terima kasih karena Engkau masih “membiarkan” saya “sendiri” untuk lebih bisa menyayangi bapak, ibu, kakak2 saya, dan juga keponakan2 saya..

Selanjutnya.. Kapan nie bisa buka bareng dengan temen-temen kost di Kediri, Sby, alumni SMP 1 Kertosono 2003, alumni Smada 2006, dan Unair angkatan 2006??

Kasih kabar ya!!!



4 Responses to “Serba-Serbi Ramadhan o:)”

  • cence Says:

    wkwk.. emang kalo udah gak “sendiri” gak bisa lebih menyayangi bapak, ibu, kakak2 saya, dan juga keponakan2 saya ya =D

  • rischa Says:

    kangen bareng-bareng sahur dikos mbak…..

  • diva Says:

    @cencen:ntar kalo aku dah punya suami kan belum tentu deket dengan keluarga (rumahnya)..jadi ya mumpung masih serumah..ya disyukuri.. 🙂
    @risha:aku mesthi digugah paling akhir… T_T

  • arlani inside Says:

    yha direncanain dunk kalo pngn buber lg…tinggal salah satu aj yg ksh komando, selanjutnya yg laen pasti ngikut…
    eh,buber nang omahmu wae lak ngunu…

Leave a Reply