Menuju RidhoNya

Kau tak kan pernah bisa menghilangkan jejak, dengan siapa masa lalu mu terlewati. Kau pun juga tak bisa mengingkari, jika dulu kau memang begitu berarti bagi seseorang. Kau tak perlu menyesali setiap kenangan.. Karena memang sudah menjadi garisan takdir di salah satu telapak tanganmu untuk menjadi masa lalu..

Tapi.. Sebenarnya kau bisa memilih, dengan siapa kau akan menempuh separuh hidupmu di kemudian hari, melalui petunjukNya. Tak bisa dipaksa.. Tak perlu dipaksa.. Kau hanya bertugas mengambil hikmah dari Sang Kuasa. Mungkin, kau harus menghargai setiap pertemuan.. Mungkin, kau harus mempelajari maksudNya dari setiap insan yang kau kenal di sepanjang usia..

Bukan pengkhianatan..bukan pula kecongkakan.. Bukan emosi..bukan pula karena harga diri.. Niat ini hanya karena Dia semata. Aku tak bisa menyalahkan dirimu jika saja beribu kata serapah terlontar dari mulutmu.. Aku juga tak bisa menyalahkan dirimu yang mungkin saja begitu terluka karenaku.. Dan tentu saja hingga saat ini keikhlasanmu sedang dalam proses bersama..

Jangan salahkan Dia.. Jangan salahkan mereka.. Jangan pula salahkan kita.. Ini murni untuk pembelajaran masa.. Aku belum tentu yang terbaik untukmu.. Kau belum tentu yang terbaik untukku.. Kita hanya berusaha memahami.. Dan ternyata, Dia yang Maha Adil memiliki jalan lain untuk ditapaki..

Hati ini sudah memilih.. Hati ini sudah memantapkan rohani.. Tak perlu bersedu sedan.. Tak perlu berkeluh kesah.. Kita hanya perlu banyak-banyak bermuhasabah..

Lelaki itu dia..yang mengikatkan hatinya untukku atas nama Dia. Begitu lembut mencoba memasuki relung jiwa, tanpa goresan yang bermakna. Sama-sama saling mencoba memahami inti sari kehidupan untuk menjalani beribu tahun kedepan menggapai ridhoNya.. Jangan meragukan Dia.. Jangan pula meragukan dia.. Meskipun aku belum mengenal dirinya lebih dalam seperti aku mengenalmu.. Tapi kurasa Dia sudah mulai menunjukkan bahwa dia adalah sosok “partner” yang paling tepat untuk “mengayuh perahu” dunia bersamaku..

Cinta itu merelakan.. Cinta itu indah pada saatnya.. Dan cinta itu tak pernah salah..

Cinta adalah suci.. Cinta adalah memahami.. Dan cinta adalah silaturahmi..

Maka.. Cintailah cinta.. Cintailah ketetapanNya.. dan cintailah Sang Pembuat Cinta..

Jadi..biarkan aku menyongsong masa depan bersama seseorang yang ditunjukNya..



7 Responses to “Menuju RidhoNya”

  • cendhika Says:

    “Tinggalkan perkara yg meragukanmu menuju kepada perkara yg tdk meragukanmu. Karena kejujuran itu adl ketenangan di hati sedangkan kedustaan itu adl keraguan.” Hadist ini menunjukkan pentingnya keyakinan dalam hati seseorang.

    Alhamdulillah, Difana udah yakin. Tidak usah mengkhawatirkan yang kamu tinggalkan kalau itu mengganggu ketenangan hatimu, tidak perlu berlebihan mengantisipasi beribu kata serapah dan keluh kesah yang kau tuduhkan. insyaAllah dia ikhlas menerima. Pada akhirnya dia juga yakin bahwa ini yang terbaik dariNya. Karena kelak dia juga hanya ingin menjalani kehidupan hanya bersama seseorang yang yakin dengannya.

    Sebagai sahabatmu aku hanya bisa mendoakan semoga Allah memberikan keyakinan dari apapun yang kita yakini adalah ketetapanNya. Semoga kita dijauhkan dari semua sifat keraguan,menjadi insan yang senantiasa ikhlas dalam susah maupun senang dan optimis menjalani hari ke depan dengan istiqomah. Semangat sahabatku! 😉 Barokallahu fikum..

  • qoni Says:

    memilih seseorang utk berjalan bsama menuju surga emang ga mudah (juga mrasakan)
    tp ktika hati yg sdh yakin,maka yg bs dlakukan hanya meminta kemantapan dr Allah,,dan berpikir positif bahwa dia lah yg dkirim olehNya 🙂
    Bismillah..

  • seagate Says:

    Manusia hanya bisa berusaha, tapi Allah lah yang menentukan siapa jodoh kita.
    nice blog anyway 🙂

  • Ikaaa Says:

    🙁
    Mengharukan,..
    Barakallah yaaa
    *masih speechless*

  • diva Says:

    @cendi:makasie ya… 🙂
    @mbk qoni:bismillah mbakkk… 🙂
    @sigit:tengkyu bro..
    @ika:pangestunya ya ikkkk.. :*

  • Aveef Says:

    bijak mode:
    ‘Smua yang terjadi sesungguhnya adalah rencana indah dariNya.. ktika berharap hanya padaNya, maka tak kan ada sebersit pun kecewa :)’
    normal mode:
    ‘haah! dramatis juga kalo dijadiin pilem nih.. alurnya tak sesuai dugaan. hohh.. Laa Tahzan, Innallaha Ma’ana Bro :)’

  • diva Says:

    tengkyu ya veef… 🙂

Leave a Reply