Harta Karun (1)

Kalau dirumah nganggur dan ga ngapa-ngapain, paling enak ya bersih-bersih kamar. Selain badan jadi keringetan (ketahuan jarang berolahraga :p), kamar pun jadi terlihat bersih dan rapi daripada sebelumnya. Nah.. Kalau sudah bersih-bersih lemari, pasti ada aja barang lama dan berharga  yang ga sengaja “ditemukan”. Dan aku baru sadar..aku menemukan HARTA KARUNKU!!

Mungkin perasaanku ini sama seperti apa yang dirasakan oleh perompak yang berhasil membajak perahu kecil, yang penuh dengan emas dan berlian..*cling..cling..mata berkilatan *lebay banget.. *biarin wekkk..

Kalau dilihat-lihat.. Isi lemariku yang penuh dengan koleksi-koleksi jaman SD itu ga jauh-jauh dari benda pos dweh. Let`s see.. Prangko. Yippy.. Jaman-jaman SD dulu, mengoleksi prangko menjadi hobi yang menyenangkan ketika aku berumur 10 tahun. Hm.. Aku punya kecenderungan ga suka melakukan hal-hal yang setengah-setengah. Jadi ketika aku memutuskan untuk menjadi seorang filateli, aku berusaha melengkapi setiap seri prangko yang ada. Untuk seri-seri prangko yang terbit di tahun-tahun itu, bisa dipastikan aku punya lengkap (insyAlloh :p). Contohnya untuk terbitan tahun 1997, aku punya semua twuh, boleh di cek di rumah dweh.

IMG-20111029-01428

Lha gimana ga lengkap.. Lawong tiap minggu aku dolannya ke Kantor Pos Nganjuk (baca: ke Kabupaten dulu). Sampe pegawai kantor posnya nyediain ruangan khusus buat aku, filatelis kecil yang selalu mencari prangko terbitan terbaru. Eh.. jangan ketawa.. Beneran ini..kalo nyari di kota kecilku Kertosono, ya kurang lengkap. Yang kuingat, pegawai kantor pos itu orangnya gemuk, putih, dan sedikit beruban di rambut bagian kanan dan kirinya. Kalau aku datang, bapak ini langsung dipanggil rekan-rekan kerjanya untuk segera melayani aku dan tentunya dia berperangai sangat sabar. Sayang aku ga inget namanya (Hai bapak..masih kerja kah kau disana?). Aku terlalu excited dengan prangko-prangko tersebut, apalagi kalau pas ada pameran. Wahhh.. Bayangin.. Prangko-prangko jadul dihargai sesuai harga yang tertera di prangkonya! Jaman permen sebutir 25 rupiah, perangko tersebut dihargai 3 sen! Gimana coba bayarnya? Itu adalah saat-saat yang menyenangkan, rasanya seperti berburu buruan yang sudah lama kau incar dan tiba-tiba muncul dihadapanmu, minta “dipeluk”. Hihihi..  Yah… Itu adalah momen hidup yang indah, yang sangat jarang terjadi bagi seorang filateli: menemukan prangko langka dan dijual murah! Itu suka nya.. Tau dukanya? Kurasa ini duka yang dialami seluruh filateli di dunia: ketidak lengkapan pada koleksinya. Aku paling sebel, kalau ga bisa nglengkapi seri dari tahun-tahun jadul. Tahu ga sie..rasanya penasaran banget.. Misalnya dalam satu seri ada 4 bagian prangko dan ternyata hanya kurang satu bagian untuk bisa melengkapi seri itu.. Rasanyaaa…gemessss.. Pengen makan bakso.. *loh kok bakso?enak men? *ya wez pecel *eh. Ya.. Begitulah.. Aku harus legowo kalau ada beberapa seri yang tidak terlengkapi.. Udah nyari kesana kemari tapi tetep ga nemu, trus mau nyari kemana lagi..

IMG-20111029-01419

Hm.. Jadi ingat saat-saat jadi filateli aktif.. Untuk memenuhi hasrat melengkapi koleksi prangkoku, yang bisa kulakukan adalah menyisihkan sebagian uang sakuku, dan mencari tambahan uang saku lainnya dengan cara bekerja; bekerja ke bapakku sendiri. Hehehe.. Kerja “halal” di malam hari, dibantu Mas Dop dan Mbak Din, aku berhasil mendapat uang tambahan. Seminggu sekali bayaran, persis tukang bangunan, hehehe *insyAlloh barokah. Kalau ga giat-giat amat, dikasih 15.000 per minggu, kalau pas rajin bisa tembus ampe 25.000 per minggu. Upah tersebut sangat membantu kelancaran koleksi prangkoku, karena ada beberapa prangko yang serinya cukup banyak dan mahal untuk anak SD seperti aku waktu itu. Contohnya aja seri cerita rakyat, seri batik, seri badak asli Indonesia, seri pramuka, dan lain-lain..

IMG-20111029-01422

IMG-20111029-01425

Oiya, selain prangko dalam negeri, aku juga koleksi prangko luar negeri hasil dari pemberian orang lain dan perburuanku sendiri. Tapi aku tetep suka mengoleksi prangko dalam negeri sie. Hm.. Prangko itu seperti katalog perjalanan negara kita.. Kita banyak tahu sejarah negara kita, hanya dari melihat prangko.

IMG-20111029-01418

Demi menjaga keawetan koleksiku, tau kau apa yang kulakukan? Membeli sendiri sebuah solder dan penggaris dari besi. Iya.. Aku mensolderi satu per satu koleksiku (yang jumlahnya ribuan) dengan plastik bekas undangan nikah yang ditujukan untuk bapak. Satu per satu kusolderi, dan kukerjakan setelah pulang sekolah. Hihi.. Aku ga tau kenapa aku melakukan hal kurang kerjaan seperti itu. Kadang punggungku capek dan ngantuk, alhasil ada beberapa prangko yang solderannya ga rapi. Tapi aku puas karena aku berhasil menyelesaikan sendiri dalam kurun waktu kurang lebih sebulan. Iya.. Kadang aku ga habis pikir..kok yo telaten eram wktu itu.. *garuk-garuk kepala.

IMG-20111029-01420

Sekarang aku masih seorang filateli, tapi tidak se”gila” dulu. Kalau dulu nggoyo banget untuk mendapatkan satu seri, sekarang lebih yang nerimo (pengaruh umur kali ye?hihihi). Kalau ada yang berkirim surat ke rumah dan serinya aku belum punya, pasti langsung kuambil dan kusimpan rapat-rapat, dan itupun ga harus kulengkapi, hehehe. Eh..sekarang masih ada tha yang mau bertukar “harta karun”nya dengan aku? :p

IMG-20111029-01429

Bersambung….



2 Responses to “Harta Karun (1)”

Leave a Reply