Sea Games Ke-26 ^^

Event dua tahun sekali ini menjadi event yang cukup di nanti para atlet-atlet yang haus berkompetisi. Sekitar dua belas hari, pesta olahraga untuk kawasan Asia Tenggara berhasil dilaksanakan di Indonesia, tepatnya di Jakarta dan Palembang. Peserta dari sebelas negara berlomba-lomba untuk meraih emas sebanyak-banyaknya, untuk menjadi juara umum. Alhamdulillah, kali ini Indonesia menjadi “Tuan” di “rumahnya sendiri”. Berikut hasil emas yang diperoleh masing-masing negara:

PEROLEHAN MEDALI

No

Negara

Emas

Perak

Perunggu

1

Indonesia

182

151

143

2

Thailand

109

100

120

3

Vietnam

96

92

100

4

Malaysia

59

50

81

5

Singapore

42

45

73

6

Philipines

36

56

77

7

Myanmar

16

27

37

8

Laos PDR

9

12

36

9

Cambodia

4

11

24

10

Timor Leste

1

1

6

11

Brunei Darussalam

0

4

7

Pembukaan dan penutupan yang katanya menelan dana sekitar 12M ini memang luar biasa bagusnya. Tentu saja saya melihat acara pembukaan dan penutupan acara ini hanya lewat televisi (kejauhan kalo mau ke Palembang, hehehe). Saya sebagai orang awam sampai berdecak kagum tak berkesudahan. Bagaimana ga nggumun, lawong acara ini dibuka dengan konsep lighting yang berwarna warni dan kostum-kostum yang unik, yang dipake beratus-ratus orang pula! Hebattt (saya berdiri sambil tepuk tangan *halah lebay..)! Bagaimana melatih orang-orang yang sedemikian banyaknya ya? Mana bentuk konsepnya juga kelihatan lagi! Dan tema yang diusung untuk membuat negara-negara tetangga takjub ini adalah bertema Kerajaan Sriwijaya. Jadi pembukaan event ini ada nilai history-nya, yang menceritakan bagaimana Kerajaan Sriwijaya tersohor akan kemakmurannya di zaman dahulu kala. Keren… Sangat keren.. Mengingat pembangunan wisma atlet ini sudah ternoda oleh titik hitam, gara-gara terkuaknya kasus korupsi yang dituduhkan pada Nazaruddin sebagai pelaku utamanya. Gampangnya.. Padahal dana udah dikorupsi.. Tapi penyelenggaraan masih bisa semewah dan semegah itu.. (betapa kayanya bumi pertiwi ini yaaa…).

Ada 38 cabang olahraga yang di lombakan dalam ajang ini, antara lain:

Meskipun kali ini Indonesia keluar sebagai Juara Umum, tapi sebenarnya ada ketidak puasan yang dirasakan oleh rakyat Indonesia. Pasalnya, meraih medali emas di cabang olahraga sepakbola menjadi mutlak untuk dimiliki bagi sang juara umum. Timnas saat ini memiliki pemain-pemain yang boleh dikatakan bagus, tapi ternyata tetap harus puas dengan mendapat medali perak (juara ke dua). Setelah dikalahkan oleh Malaysia (hufff..) di Piala AFF beberapa bulan yang lalu, kali ini Indonesia harus “dipaksa” kalah lagi oleh Malaysia (huffff) setelah perpanjangan waktu 2×15 dan adu pinalti. Secara pribadi.. Saya sebagai pencinta sepakbola tanah air siap untuk menerima kemenangan ataupun kekalahan yang terjadi. Tapi setelah kekalahan yang benar-benar kun fayakun itu, sedih juga lihat pemain-pemain timnas dan supporter yang menangis kecewa. Mungkin ada perasaan bersalah.. Mungkin ada perasaan sedih.. Ya.. ya.. Saya bisa memahaminya.. Tapi mereka sudah berjuang hingga titik darah penghabisan kok.. Dan tak ada cela untuk semangat mereka.. Muna sekali kalau ada yang membodoh-bodohkan timnas kita, yang gagal mendapatkan emas di cabang ini. Sebagai penghibur diri.. Kali ini kita merebut Juara Umum kembali lho! Lagian.. Kasihan cabang olahraga-olahraga lain yang sama-sama berusaha keras untuk mendapat medali emas tapi ga di blow up sedemikian rupa. Jangan sedih Indonesia.. Masih ada waktu untuk mempersiapkan kemenangan dua tahun kedepan.. 🙂

Ngomong-ngomong tentang cabang olahraga yang dilombakan dalam event ini, kalau saya disuruh pilih, mungkin saya akan memilih cabang karate. Hehehe.. Pasalnya dulu waktu SMP saya mengikuti ekstrakulikuler karate sampai sabuk coklat Dan 1 (putih, kuning, biru, coklat) selama hampir 3 tahun. Ga tanggung-tanggung.. Saya pun diikut sertakan Sensei saya, dalam lomba Karate Terbuka di Jombang, dan berhasil memenangkan Juara 3 dengan jumlah peserta yang berjumlah ga sampai 15 orang.

IMG-20110628-00485

Ini adalah piala satu-satunya yang bisa kusumbangkan untuk SMP 1 Kertosono tercinta. Bukannya sok-sok an sih, tapi waktu remaja saya memang agak tomboy. Saya merasa karate bisa menjadi olahraga pilihan saya, yang tentu saja bisa bermanfaat untuk melindungi diri dari orang-orang jahat. Dalam pikiran saya waktu itu, saya harus bisa menjaga diri dari segala macam bahaya (halah..sok jagoan)! Dan sampe sakarang saya masih ingat langkah pertama, kedua, dan seterusnya, yang harus dilakukan kalau ada orang usil mendekat. Hihihi.. Mungkin tonjokkan dan tendangan saya ga sekeras dulu, tapi lumayanlah.. Minimal tonjokan saya masih lebih sakit daripada digigit semut.. Hihihi..

Jaya lah Olahraga Indonesia.. (jadi semangat untuk olahraga teratur lagi, :p)

Sumber data: http://lipsus.kompas.com/seagames2011/sejarah



Leave a Reply