Idul Fitri 1433H di Negeri Orang

Ini adalah lebaran pertama saya jauh dari keluarga kandung, lebaran pertama berada di negeri orang, dan lebaran pertama menjadi seorang istri! Hehehe.. Seperti biasa.. Rasanya campur aduk.. Seneng karena deket dengan suami.. Terharu karena jauh dengan keluarga.. Tapi juga excited merasakan menjadi kaum minoritas di suatu negara..

Malam takbiran saya lalui dengan HUMIA (Himpunan Umat Muslim Indonesia-Auckland). Saya berbuka puasa bersama dengan mereka, mendengarkan kajian-kajian mereka, dan tentu saja melakukan aktivitas silaturahim. Komunitas ini sangat bermanfaat bagi saya yang terbilang sangat baru disini. Ada lho, ibu-ibu yang sudah 10 tahun disini, yang ternyata merupakan alumnus BEC-HEC Pare, yang itu berarti kakak angkatan saya.. Hihihi.. Ada juga mahasiswa-mahasiswa yang sudah mau selesai menempuh kuliah beasiswanya selama 4 tahun.. Ada pula pertukaran anak SMA, seperti home stay gitu yang ditempuh dalam waktu beberapa bulan..  Ada pula keluarga-keluarga yang merasa lebih nyaman hidup disini.. Kalau saya yang ditanyai lebih senang tinggal dimana, pasti akan saya jawab,”Dimana pun ada suami deh”, hehehe..

Keesokan harinya, kami, warga Indonesia melakukan shalat Ied di Mt. Albert. Hmmmm.. Jangan tanya saya dimana tempatnya ya.. Karena saya memang belum hafal tempat ini dimana tempat itu dimana, hehehe.. Yang jelas.. Semakin banyak orang-orang Indo yang menjadi “keluarga” baru bagi saya.. Mereka ga kalah seru.. Mereka ga kalah baik.. Dan tentu saja orang-orang seperti itu mengurangi home sick saya.. Seperti kata teman saya, Alloh tidak akan pernah “mengurangi”.. Karena Alloh hanya “mengganti”.. Allah hanya “menambah”.. Yup.. Inilah saudara-saudara “baru” saya.. 🙂

Sehari sesudah itu, keluarga besar Railway yang merupakan apartemen dimana saya tinggal, mengadakan open house. Wahhhh.. ternyata banyak sekali orang Indo yang tinggal di apartemen yang sama.. Makanan yang tersedia pun ga jauh-jauh dari masakan-masakan lebaran di Indo.. Benar-benar ibu-ibu Railway yang pengertian.. Hehehe..

Mumpung masih dalam suasana lebaran.. Kami.. Difana Jauharin dan Gaffar Rahmadi Achda mengucapkan Taqoballahu Minna Wa Mingkum.. Maafkan kami semaaf-maafnya ya.. Semoga kita semua dipertemukan di Ramadhan mendatang.. Amienn..



2 Responses to “Idul Fitri 1433H di Negeri Orang”

  • laila Says:

    Sama-sama ya Difaaaa….
    Biasanya, setelah nikah lama-lama orang menjadi semakin mirip dengan pasangannya, baik karakter, perilaku maupun fisiknya karena sudah melebur jadi satu…Bentuk tubuh juga berubah…Gak tahu gimana itu teorinya…Tapi kalian salah satu dari sekian banyak bukti..hehe

  • diva Says:

    hihihihi… alhamdulillah kalo mirip.. semoga jodoh dunia wal akhirot.. amieeennn 😀

Leave a Reply