Indonesian Fair 2012

Ajang untuk mempopulerkan Indonesia, begitulah menurut hemat saya event ini digelar. Berbagai tarian dari penjuru nusantara dipersembahkan untuk pengunjung secara gratis. Beraneka macam makanan yang menjadi ikon dari tiap-tiap provinsi disuguhkan untuk pencinta kuliner. Perpaduan warna dan motif batik-batik yang dipajang pun mengandung decak kagum bagi peminat fashion. Stand-stand yang penuh dengan keindahan panorama alam negeri juga menggoda para turis yang suka berpetualang, termasuk saya sendiri yang berasal dari Indonesia.

Stand Pariwisata

Yah.. Itulah kesan dan pesan yang saya tangkap dalam event ini.  Menarik minat para turis, dan membangkitkan kembali rasa cinta tanah air, sekaligus menjalin silaturahim untuk orang-orang Indonesia yang berdomisili di Auckland. Indonesian Fair tahun ini hanya di gelar di dua kota besar, seminggu yang lalu di kota Wellington, dan tanggal 20 Oktober kemarin diselenggarakan di Auckland. Sayang event ini hanya dibuka sehari saja, dari jam 12 siang hingga jam 7 malam. Saya tiba di event ini agak telat, sekitar pukul 3 sore, dan twala… Empek-empek incaran saya ludes duluan.. (T_T). Padahal sudah jauh-jauh hari sasaran saya empek-empek. Iya.. Saya cuma pengen makan empek-empek saja.. Tapi malah habis duluan. Mau pesen, ga bisa sampe 2 minggu kedepan karena kokinya sedang ngurus pesenan di gereja (T_T). Tapi bersyukur sih kemarin masih kebagian siomay, tekwan, take away bubur ketam hitam dan gorengan tempe.

Tekwannya Enakkkk… 😀

Bumbu Kacang-nya Pas…

Setelah berbulan-bulan.. Akhirnya ketemu juga Teh Botol *bukan promosi

Oiya.. Selama berada di event ini, stand makanan memang yang paling banyak diburu dan diantri orang-orang. Macem-macem deh.. Ada gudeg, nasi padang, nasi pecel, dan lain-lain. Wah.. Ketahuan ya perantau-perantau ini pada kangen makanan bumi pertiwi.. Hehehe.. Sambil makan-makan (yang ga gratis), kami dapat melihat pertunjukkan tari yang bagus-bagus dan saya menikmatinya.. Hehehe.. Jadi inget.. Dulu waktu masih TK saya suka tari.. Ikut kursus dan setiap ada acara sekolah pasti maunya tampil. Kalau sekarang disuruh nari? Aduh.. Jangan lah ya.. Kasihan yang nonton, saya.. Langsung sepi nanti eventnya.. :p

Hayo… Tarian apa ini?

Stand-stand batik juga ikut mempromosikan Indonesia. Bagus-bagus lho.. Ada sarung-sarung bantal dari Kalimantan dengan motif-motif yang tentu saja berbeda dengan motif batik Jawa.. Ada pula pernak-pernik souvenir khusus Jawa Barat seperti klompen geulis, wayang orang, baju-baju rajut dan lain-lain.

Suasana di Hall

Bagian yang membuat saya tak kalah excitednya adalah stand di bagian pariwisata. Hehehe.. Sebagai  anak negeri yang masih belum menjelajahi Indonesia sepenuhnya, saya (sampai sekarang) masih penasaran dengan apa saja yang ada di Indonesia. Saya belum pernah tahu wujudnya Jam Gadang  di Padang, magisnya kuburan batu orang-orang Toraja, uniknya Pantai Pink di Lombok, sunyi nya Pulau Derawan, pantai berbatu besar di Belitong, atau surga bawah air Raja Ampat. Saya dulu pengen banget bisa jalan-jalan dari Sabang sampai Merauke, tapi takdir berkata lain, saya keburu kerja (dirumah), nikah, dan sekarang (alhamdulillah) hamil muda. Boro-boro mau keliling Indonesia, sekarang mau jalan-jalan di sekitar Auckland saja belum bisa jauh-jauh (sabar ya bumil). Sepertinya keinginan tersebut harus dinomer sekiankan.. Nunggu anak-anaknya gede dulu kayaknya (amien).. Hehehe..

Goyang Poco-Poco Bersama-sama di Akhir Acara Indonesian Fair 2012

Oiya.. Indonesian Fair ini kan bertujuan untuk mempopulerkan Indonesia, melihat potensi Indonesia yang begitu kaya raya akan sumber daya alamnya, mestinya penduduknya makmur-makmur ya. Hm… Dilihat dari hal yang paling sederhana saja.. Kalau saya sedang belanja di toko Asia, hampir bisa dipastikan, barang-barang impor dari Indonesia sedikit sekali yang ditawarkan. Padahal buah-buah yang tumbuh subur di Indonesia banyak banget. Misalnya, mangga. Mangga di Indonesia memiliki berbagai macam jenis dan juga berbagai macam rasa. Kalau diimpor sampai Auckland, pasti banyak yang suka karena buah-buah  di sini rata-rata asem. Jus-jus kemasan nya pun asem-asem. Beda dengan buah mangga jenis manalagi, podang, madu, hmmmm.. Nyam-nyam manis dan kriuk-kriuk (aduh…bumil kenapa ngomongin buah mangga sih?). Pasti semua orang suka manis alami yang dihasilkan si buah kan? Dan itu baru satu jenis buah saja, mangga! Bagaimana dengan buah-buah yang lain? Sebagai orang awam yang tidak tahu kondisi detail ekonomi-politik Indonesia, sungguh amatlah menyayangkan hal tersebut (yang tahu banyak tentang detail ekonomi-politik Indonesia bisa share disini deh). Padahal di Indonesia mangga-mangga sedang melimpah ruah dan dijual murah! Coba bayangkan keuntungan yang bisa diraup pengusaha jika bisa menembus pasar International. Coba bayangkan pula berapa pekerja yang berhasil diserap jika bisnis ini berjalan. Mangga-mangga tersebut juga ga bisa di jual murah lagi oleh pemilik kebun kan? Para tengkulak pun berani membeli mahal jika pasar International menginginkan buah-buah tersebut. Trus.. Selama ini “siapa” yang salah hingga kekayaan alam kita tidak bisa masuk New Zealand? Atau.. “Apa” yang salah hingga produk-produk kita kalah dengan negara-negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, Singapura? Kurang promosikah? Atau negara kita sedang “dijegal” tapi ga kerasa “dijegal”? Hmmm… Ada yang tertarik untuk jadi pengusaha buah impor Indo-Auck?

Simbol Indonesian Fair

Maaf ya teman-teman.. Judulnya Indonesian Fair 2012, tapi kenapa saya jadi banyak curhat meluapkan kekesalan “siapa” atau “apa” yang salah dalam sistem ekonomi-politik kita? Hehehehe.. Intinya.. Sebenarnya banyak cara untuk membuat Indonesia populer. Salah satunya ya Indonesian Fair ini.. Lewat Pariwsata.. Kuliner.. Dan juga kebudayaannya.. Dimana pun kita berada.. Semoga ga lupa untuk mempromosikan negeri sendiri ya.. Selamat mengagumi Indonesia.. ^_^

 

Pemuda-Pemudi Indonesia 😀



2 Responses to “Indonesian Fair 2012”

Leave a Reply