….SaMa Aja tErnyaTa….

Ternyata semua cowok yang terlalu capek dengan aktivitasnya itu sama aja. Demikian kesimpulan yang kudapat, hasil aku ngobrol dengan mbak kostku yang berpengalaman. Dia sudah berpacaran hampir 6tahun (luama ya….). Dan konflik yang muncul seringkali karena masalah yang sepele. Tidur. Lebih tepatnya tertidur. Adek kostku pun pernah marah-marah luar biasa sama pacarnya ketika dia mau pulang kampung dan sang pacar tertidur. Temen kostku juga, padahal di hari ulang tahunnya, dia mau dinner tapi sang cowok kecapeken karena habis futsal dan tertidur. Lupa kalo hari itu hari spesial pujaan hatinya. Payah.

Okey, memang egois sekali jika tidur jadi masalah besar. Tapi beda hal nya kalo keadaan tersebut berulang-ulang. Bukankah seorang wanita juga memiliki batas kesabaran?

IMG_1582

Ketika seorang wanita marah atau ngambek, sejujurnya dia ingin dimengerti (kayak lagunya Ada Band aja). Tapi memang begitu keadaannya. Apalagi ketika seorang wanita itu berjauhan dengan orang yang disayanginya, pasti hanya “berkabar” yang bisa menghiburnya. Miris rasanya jika keinginan dari seorang wanita itu tidak disambut dengan pemahaman kekasihnya. Ngambek yang dimaksud untuk menarik perhatian si lelaki, bukannya perhatian yang didapat malah dingambeki balik. Walah… unik bgt… Waduh duuh, yang kayak gini sapa yang ga dewasa ya? Yang wanitanya atau yang lelakinya?? 🙁

Parahnya lagi kalo ternyata si lelaki tidak punya kesabaran dan tidak ada usaha untuk memperbaiki keadaan. Sebenarnya alangkah baik jika perbaikan itu dilakukan oleh kedua belah pihak, namun jika kondisinya seperti ini, gak yakin bisa berjalan beriringan (gengsi atau egois? Dua-duanya mungkin). Menuntut?? Iya… Wanita menuntut kesabaran. Wanita menuntut waktu. Tapi hanya “orang pilihan” saja yang bisa bertahan dengan itu.

Jika memang kejengkelan yang tersisa, hanya ada dua: wanita dan air mata. Huruf-huruf yang saling berhubungan. Sekuat apapun wanita bertahan, setegar apapun raganya terlihat tenang, namun air mata juga yang membasuh jiwanya untuk menunjukkan kejujuran. Meski tak selamanya air mata itu teridentifikasi dengan kesedihan, terharu juga bisa jadi membiru karena bahagia. Tapi itu jarang.

Pembahasan menjadi semakin melebar. Dari kebiasaan lelaki yang menikmati aktivitasnya, hingga wanita yang terkadang ga mau ngalah (atau kalah?). Wujud sosok wanita yang diimpikan pun menjadi sirna jika sudah tertimpa masalah. Tapi sekali lagi perlu penekanan, hanya orang-orang tertentu yang bisa bertahan. Menunggu. Yakin pasti ada.

Menyenangkan bisa berbagi cerita dengan sesama wanita dalam satu atap. Meskipun mendengarkan cerita mereka dengan bumbu air mata di pelupuk matanya, tapi dengan begitu, aku jadi tahu, banyak wanita yang mempunyai problema yang sama. Ga sendiri yang terkesan posesif bgt. Jadi ingat, bahwa pasangan adalah cerminan pribadi diri sendiri. Kalo lelakinya secuek itu, berarti jati diri wanita tersebut sesungguhnya juga sama cueknya, cuma tersamar oleh beberapa hal. Hm…. jadi harus berubah. Perubahan itu pasti.. tapi perlu waktu… apalagi wanita…

Okey…. Berharap yang terbaik untuk esok hari……. dan “nanti”.

Kebersamaan dengan mereka. Sepele memang. Tapi penting.

Difana sangat sayang…….. :'(



20 Responses to “….SaMa Aja tErnyaTa….”

  • tootoo Says:

    intine wanita kui kudu sabar nduk..nrimo and manut karo lanang opo enek’e…wes ancen ngunu kodrate…aku telah sering melihatnya di dalam keluargaku..begitu indahnya ketika melihat seorang wanita yang begitu menuruti suaminya..haahaahhh

  • diva Says:

    @tootoo:yo..yo..yo… ideal bgt…tapi lek ora iso ideal piye?? 🙁

  • Cencen Says:

    Jika memang masalah “tertidur” memang merupakan masalah yg besar. Pertanyaannya apa yg bkin dia bgtu kelelahan? Di mana dia seharian hingga tidak sempat istirahat siang? Jika memang bagimu aktivitasny bner2 mengasyikanny hingga lupa semua apa yg dia kerjakan? Berjuang atau bermain kah? Sempatkah dia sapa kamu di sela sela aktivitasnya? Pernahkah dia begitu semang bisa pulang lbh cepat utk segera menyapamu? Dan yg terakhr juga untk siapa dia berjuang? Apa yg dia butuhkan dari perjuanganny?
    Tidak mudah menjadi seorang lelaki. Beban tanggung jawab “kelak” ada di pundaknya.. Mungkin sedikit lupa akan perasaan wanita.. Mereka ingin dimengerti.. Maafkan dia.. 🙂

  • diva Says:

    @cencen:sebenarnya sudah dimaafkan,tp wanita kan jg btuh utk menata hati. Jadi si lelaki hrus sabar menunggu… tp kasusny dia bukannya menunggu dng sabar malah ngambek balik,malah melakukan pembiaraan??apa2an twuh…. mana ada hati wanita yg bs luluh klo carany sprti itu?? menurutmu wajar kan klo wanitany jd mrah lgi??

  • Cencen Says:

    Wajar.. Wajar banget.. Walaupun dia kecewa dgn sikap yg wanita itu ambil waktu dia berupaya meminta maaf dan mengembalikan keadaan seperti semula.. Dia ingin scptnya ikt bntu nata hatinya,jika wanita itu membalasnya.. Dia ingin lbh dewasa bersamanya,jika wanita itu membalasnya.. Tapi tidak ada balasan yg dia terima.. Dia sudah merasa melakukan semua yg seharusnya. Dan wanita itu bru membalasny saat dia putus asa dan kecewa dgn sikapnya. Ingin kembali memperbaiki keadaan. Tapi wanita itu melakukan hal yg sama.. Sekarang dia hanya bisa diam.. Tak tahu waktu yg tepat saat wanita itu selesai menata hatinya.. Berharap secepatnya.. Tapi apa daya.. Dia lbh memilih berjalan sendiri.. Tak ada balasan..

  • Anonymous Says:

    Wah mau nyaingi Raditia dika nich????mangkanya sama temannya “Ayah” g cocok, wong omonge uwakeh koyok ngene, tapi klo temannya “ayah” masih kalah. Sak jane gak papa diterusin, kan enak kyak depat pidato gitu…Hehehehe..

    la yang kaos2 mana? gak nemu aq di wab ini???

  • diva Says:

    @cencen:disitulah peran lelaki…bisa sabar dan telaten g??si wanita kan sudah memaafkan…tp keliatane si lelaki dan si perempuan sama2 kecewa… butuh jarak dan waktu utk memperbaiki..
    @mbak iza iki!!!hehe…lha yo mbak..tau kan knp ak rodok ilfill??knp kok tmnny ayah kalah,mksdny??kaos2 bnyk di lepi ku mbk..dolano tho…

  • cencen Says:

    insyaAllah untuk menunggu dia akan sabar dan telaten.. tinggal tunggu si wanita untuk diajak memetik hikmah bersama sama 🙂

  • diva Says:

    @cencen:amien….semoga segalanya membaik…terima kasih kunjungannya… 🙂

  • arya Says:

    memang sbnrnya wanita bagaikan tulang rusuk.. membengkokkan harus perlahan2 bila tidak dia akan patah. itulah shrusnya sikap kita.

  • darknessdevilgirl Says:

    ehem ehem..
    terkadang jarak dan waktu mem bias kan perasaan sebenarna..jadi kata-kata dan rasa terkesan kurang bermakna *gaya banget deh bahasa*

    udah sifat wanita ingin dimanja, udah sifat lelaki dengan ego na..ga akan ada yang selesei kalo hanya menuruti perasaan, insya allah kalo dijembatani pengertian dan ikhlas, kedua na bisa berjalan beriringan..amiin..

    *xixixixi, maap klo ga nyambung..saia numpang comment sadja*

  • ari Says:

    “tdk membaca koment sebelumnya”
    mmng yg kurasa mslah itu sepele, tapi efeknya yg besar. hanya org yg mengerti dan sabar yg tahu itu. bkn untuk mengelak, krn aku termsuk dalm kategori “banyak aktivitas, lelah, tertidur pulas, tak menghiraukan bising luar dan lampu kota” egois memang. Tapi itulah badanku yg tak bisa kuberikan toleransi lagi. ktika kubangun, melihat call ato pesan yg mengharap aku untuk terbangun sebentar, permohonan untuk membuka mata sejenak terasa hati dihujam rasa bersalah lebih dari bersalah…tapi kurasa mreka akan mengerti dg keadaan ini,, itu harapan. kata maaf itu obatnya dan berikan penjelasan.. 🙂

  • diva Says:

    @gentho:sudah tak buka…tp isinya kok mengerikan…seolah-olah..wanita itu makhluk yang paling susah dimaknai…
    @arya:syukur dweh kalo kamu bisa memahami wanita…:)
    @darknessdevilgirl:nyambung kok…memang semesthinya pengertian dan ikhlas itu jembatannya…tapi kadang kala wanita mengalami sensivitas yang luar biasa..disaat itulah ego laki-laki yang harus berperan… :p
    @ari:emng knp dng koment sebelumnya?? sekali dua kali, keadaan seperti itu akan dimaklumi seorang wanita..tapi kalo keseringen yo harus dikurangi..bagaimana pun juga..perasaan wanita tak bisa dibayar dengan “uang”…kalo tetep kyk gitu…sang wanita bisa pergi low…

  • ikaaa Says:

    *entah td disesatkan navigasi sapa bs nyasar ke sini*
    kalo misal q jd yg ditinggal ketiduran, ya blik q tinggal banting tulang trus tidur,. makanya kalo sudah nikah (ehm) Insya Allah q pengen tetep kerja(loh, nyambung g ya? 😀

  • diva Says:

    @ika:hehehe…. iya ya…kalo blum punya baby enaknya kerja dulu..tapi ntar kalo dah punya baby….rehat dulu trus kerja lagi gitu boleh g ya??

  • dolfi Says:

    whoooahhh…..
    ada foto jepretanku

    gapenting.com

  • diva Says:

    @masdop:hehehe….kan pas iki lagi sedih…dan posisi foto ini pas banget utk tulisannya..jadi dweh… ;p

  • cencen Says:

    cuman bisa senyum baca lagi postingan ini.. emosi yang sempat tertuliskan dan dibaca semua orang..

  • diva Says:

    mau di hapus?

Leave a Reply