Very Very Very Active Girl :p

Wkwkwkwk.. Saya ga tau petugas usgnya yang lebay atau emang bayi saya yang (sudah) punya bakat untuk “menjahili” seseorang ya? Hari ini kandungan saya tepat berumur 19 minggu. Dan ini adalah sesi usg yang kedua untuk bayi saya. Hm.. Disini setahu saya, usg memang ga harus dilakukan berulang-ulang.. Cukup maksimal 3x. Beda waktu saya nanya ke temen-temen saya di Indo yang rata-rata setiap bulan pasti kontrol plus di usg.. Yang sering malah tes-tes darah gitu. Kemarin saya juga barusan melakukan tes darah yang kedua. Kata midwife (kalau di Indo sejenis bidan gitu deh) saya, tes darah yang kedua ini penting untuk mendeteksi apakah bayi saya terkena down syndrome atau ga. Apabila terjangkit ciri-ciri tersebut, maka kita boleh mengaborsi bayi ini secara legal (tapi keputusan tetep ada di tangan orang tua kok). Hm… Sebenernya kalau saya konsultasi ama dokternya sih katanya ga perlu, bukan karena ga mungkin kena, tapi melihat riwayat kesehatan saya dan usia yang masih muda untuk hamil, resiko tersebut amatlah kecil. (Jadi, disini itu kehamilan bisa ditangani midwife, dokter umum, atau dokter spesialis. Rata-rata sih pake midwife. Selain karena midwife lebih ekonomis, dia juga terlihat sudah biasa sekali menangani kehamilan. Dan tanggung jawab midwife ini sangatlah membantu para ibu-ibu hamil. Dari awal jadwal kontrol kesehatan ibunya, anaknya, usg, tes darah, hingga 2 minggu setelah persalinan, dia akan terus mendampingi ibu “baru”. Jadi ga perlu bingung-bingung gimana cara mandiin bayi baru lahir kayak di Indo ya? Karena si midwife ini akan menemani dan mengajari ibu baru. Seingat saya, ibu saya manggil orang kampung untuk mandiin keponakan saya yang baru lahir). Nah.. Karena si midwife sepertinya kekeh menganjurkan, akhirnya saya melakukan test darah yang kedua juga. Dan alhamdulillahhhh.. Hasilnya negative.. “All Good”, gitu katanya.

Tadi agak deg-deg an sih, soalnya usg yang kedua ini kalau posisi bayinya pas, bisa ketahuan jenis kelaminnya. Wahhh.. Saya excited banget pengen tahu! Seperti dalam catatan saya kategory pregnancy beberapa minggu yang lalu, saya dan suami tak “menuntut” Tuhan mau dititipi bayi dengan jenis kelamin apa (ingettt.. Lawong cuma dititipi lho.. Kok ya banyak maunya). Kami hanya minta semoga bayi kami sehat, normal, lengkap, soleh atau solihah. Untuk gender mah.. Tuhan Maha Tahu yang terbaik untuk orang tua baru seperti kami.

“Okey.. Let`s start”, kata petugas usgnya sambil tersenyum.

“Wow.. Your baby looks arround”, lanjut dia masih senyum-senyum.

10 menit kemudian,

“Please baby, don’t be naughty…..”, katanya kewalahan, sambil lap keringet di dahi.

10 menit kemudian,

“Oh my God.. Your baby very very very active”, katanya mulai stres sambil geleng-geleng kepala karena ga bisa nemuin sesuatu yang dia inginkan, karena bayi saya yang muter-muter. Wkwkwkwk.. Saya dan suami ketawa ngedenger “very” nya sampe 3 kali beserta penekanan intonasi pada kata itu (sambil agak mendelik pasrah gitu matanya). Ya gimana.. Namanya bayi masih di kandungan, ya mainnya “berenang-renang” gitu.

“What your breakfast?”, tanyanya lagi.

“Just bread with jam”, kata suami.

“Oooo.. I think she eat much sugar,” sahutnya. Hihihi.. Gara-gara kebanyakan gula ternyata.. Padahal cuma sarapan roti ama selai aja lho. Oalah nakkk.. Nak.. Dimaemi selai coklat aja kok heboh gitu..

10 menit kemudian,

“Good.. Now, your baby doesn`t play anymore”, lanjutnya. Eh.. Giliran udah diem, malah membelakangi layar.. Hahahaha.. Nak.. Nak.. Kasihan petugasnya itu lho.. Bingung ndeteksi kamu.. Intinya, bayi saya tadi (alhamdulillah) sedang aktif-aktifnya. Tau-tau emang kepalanya dibawah, dipinggir, diatas, bingung saya ngeliatnya. Kalau ga dikasih tau mana hidung, mata, tangan, kaki, dan lain sebagainya saya ga tau. Saya sampe disuruh miring-miring untuk mendapatkan gambar posisi yang bagus sebagai hasil report. Lotionnya pun dioles ke perut saya sampe lebih dari 3 kali. Total hampir satu jam untuk usg kali ini.. Agak lama kata dia, karena bayi saya yang ga bisa diem.

And finally…

“Your baby is very very very active girl”, sahutnya. Alhamdulillahhhh.. Kami berdua dipercaya untuk membimbing anak perempuan, calon ibu untuk masa depan.

Sesampai dirumah dan sesudah kami sms ibu kami, beginilah jawabannya,

Hihihihi.. Keturutan nih punya cucu perempuan.. “Lah” nya ampe tiga kali lho.. Karena baik dari pihak keluarga saya atau keluarga suami saya sangat minim cewek. Jadi ketika tahu kabar tentang prediksi bahwa anak kami perempuan, mereka pada seneng. Kakak-kakak saya juga demikian. Wahhhh.. Banyak yang menanti dirimu nduk..

Bahkan sebenernya teman maupun saudara saya pun sudah banyak yang mengira bahwa anak saya adalah perempuan.. Kok bisa ya.. Feelingnya lebih kuat dari ibunya sendiri.. Hihihi..

Sekali lagi alhamdulillahhhhhh ya Rabb.. Engkau sudah titipkan buah hati yang sehat, normal, dan aktif..  Alhamdulillahhhh.. Semoga jadi anak yang solehah.. Yang lebih baik dari ibunya.. Amiiiennn.. Sekali lagiii, matur nuwun Gusti.. 🙂



6 Responses to “Very Very Very Active Girl :p”

Leave a Reply