Be a Student (Again)

Hampir dua minggu ini saya penjadi pelajar lagi. Dengan teman-teman baru yang tidak hanya berbeda suku saja, tapi juga berbeda negara! Ada yang dari Chile, Brazil, Rusia, Jepang, China, Korea, Barcelona, Prancis, Iran, dll. Menyenangkan sekali mengenal mereka yang memiliki latar belakang, sudut pandang, serta kebiasaan berbeda yang baru saya ketahui. Hm… Kecuali satu yang sama, kami sama-sama ingin sekolah lagi untuk memperlancar bahasa Inggris kami!

Hehehehe.. Jadi ceritanya saya dapat brosur dari temen pengajian, diberi tahu bahwa ada kursusan bahasa Inggris baru. Untuk strategi promo sekolah baru ini, dia membuka kelas bahasa Inggris gratis tiga bulan bagi siapa pun. Waaahhh.. Tentu tawaran yang menggiurkan. Untuk ibu rumah tangga seperti saya, setelah masak dan bersih-bersih rumah, mau ngapain lagi coba? Suami kalo siang kerja, anak juga masih aman di kandungan, hihihi.. Alhasil, saya pun mendaftarkan diri.

Kartu Pelajar

Promonya ga tanggung-tanggung lho.. Bener-bener niat banget. Biasanya kalau di Indo kan promo itu maksimal paling sebulan. Lha ini, sekolah tiga bulan, dari hari Senin sampai Jum`at, per harinya sekitar 6 jam, dan setiap hari Jum`at kami pun dibawa ke museum-museum (sejenis tour gitu lah). Lucu-lucu kalau denger aksen mereka ngomong. Orang Prancis dan Rusia itu kalau ngomong seperti ada penekanan pada tenggorokan, kayak mau meludah gitu. Kalau orang Brazil dan Chile ngomongnya kebanyakan “è”-nya. Kalau orang Korea, “p” dan “b” hampir mirip. Oiya, tak jarang mereka bertanya tentang agama saya beserta alasan-alasannya. Mungkin di next posting saya akan bercerita panjang lebar tentang percakapan saya dan teman-teman saya yang unik-unik ini.

Foto Bersama Sebelum Berangkat

Minggu lalu kami diajak ke Museum Auckland. Sebenernya saya sudah pernah kesini beberapa bulan lalu bersama suami. Jadi ketika kemarin kesini lagi, saya mempergunakan waktu saya untuk ngobrol-ngobrol saja. Cek isinya yuk!

What do you think, after read that informatian? Yes, Maori people has the same ancetor with us!

The tradisional house of Maori people, big room without partition. Kalau di Indonesia mirip rumah tradisional mana hayo?

Very big ship! Jadi ingat nyanyian, “nenek moyangku seorang pelauttttt.. :p”

Burung kiwi yang merupakan ikon dari New Zealand ini masih berkerabat dekat dengan burung unta. Burung yang statusnya sekarang “hampir punah” ini ukurannya seperti ayam, suka tinggal di tempat-tempat yang gelap, dan  besar telurnya pun hampir 25% tubuh induknya!

Di lantai tiga, ada refleksi bentuk kota zaman dulu, ada pula bentuk penghargaan untuk pejuang-pejuang Inggris yang gugur demi New-Zealand. 

Jadi, meskipun saya sudah pernah kesini, tapi saya mau kok diajak kesini lagi, karena pada dasarnya saya memang suka diajak ke museum. Serasa menemukan fakta masa lalu.. Hehehe.. Besok kemana lagi ya?? 😀



3 Responses to “Be a Student (Again)”

  • Indah Says:

    Then happy studying, dear. 🙂
    Your activity sounds sooo much fun..

  • Laila Says:

    Congratulation! Ini baru kampung nginggris beneran… Hehe. Ada ga yang nanyain tentang “that thing on your head?” Pan biasanya pada curious nanya gitu…:)

  • diva Says:

    @indah: yeah… i`m enjoy it.. ^_^

    @laila: belum ada yang nanya gitu sech.. mreka lebih banyak pengen tahu esensi Islam itu seperti apa.. agak bikin shock juga kadang pertanyaan-pertanyaannya.. ntar ku posting deh.. 🙂

Leave a Reply