Kenapa Harus Caesar?

Sebaiknya, para bumil lebih berhati-hati dalam “mencerna” saran orang. Katanya begini, katanya begitu, dan sebagai generasi muda, penting sekali untuk kita memfilter kebenaran tentang “katanya, katanya” tersebut . Hal ini terjadi pada saya, dimana persalinan yang semula diprediksi bisa terjadi dengan normal, ternyata berujung pada operasi caesar yang sangat mendadak hanya gara-gara sesuatu yang sepele.

Sabtu siang, tgl 27 April 2013, kehamilan saya mengalami flek. Ada perasaan senang (yang berarti anak saya akan lahir, maju dua minggu dari prediksi dokter), waswas (karena waktu itu ga ada seorang pun dirumah), dan takut (jangan-jangan ini udah pembukaan berapa gitu tanpa saya sadari). Setelah menelepon rumah sakit tempat biasa saya kontrol, sore itu juga saya dirujuk untuk kesana (dan untungnya bapak-ibu sudah ada dirumah, jadi bisa nganter). Flek yang terjadi pada saya diiringi dengan rasa mulas pada perut seperti (maaf) kentut dan buang air besar, yang rasanya timbul tenggelam.

Sesampai disana dan dicek oleh dokter, ternyata belum ada pembukaan sama sekali. Mengenai flek-flek tersebut, kata dokter sih biasa terjadi pada ibu hamil menjelang kelahiran, tapi tidak selalu hari itu juga, bisa berselang sampai seminggu lagi. Saya pun sedikit bernafas lega, karena kebetulan sekali tiket pulang suami saya ke Indo baru seminggu lagi, ya namanya juga proses kelahiran pasti pengen ditemani suami lah.

Sebelum pulang, detak jantung anak saya pun diukur oleh dokter sebanyak dua kali. Pada perhitungan yang pertama, detak jantungnya bagus, dan ga ada masalah. Tapi untuk memastikan benar-benar baik dan boleh pulang, maka dilakukan perhitungan yang kedua. Disinilah “kehebohan” dimulai. Sebelum perhitungan detak jantung yang kedua, ibu saya “memaksa” meminum minuman sejenis rumput fatimah. Dan efeknya, kontraksi yang awalnya jarang-jarang tiba-tiba menjadi sangat sering dan terasa lebih menyakitkan. Alarm detak jantung bayi pun berbunyi, yang menandakan bahwa “ini bahaya”. Mental saya langsung down, karena sekali lagi, sakitnya pake banget.

“Mbak habis minum rumput fatimah ya?”, tebak dokternya yang keliatan banget tergopoh-gopoh menemui saya setelah mengetahui laporan detak jantung bayi saya dari para suster.

“Hmmm.. Bukan kok dok.. Cuma air zam-zam”, jawab ibu dan saya yang langsung berpandang-pandangan merasa bersalah.

“Ga mungkin mbak, ini pasti habis minum rumput fatimah”, kata dokter coba meyakinkan.

“Rumput fatimah memang mampu mendorong janin, tapi itu berlaku diatas pembukaan tujuh, sedangkan kondisi mbak belum ada pembukaan sama sekali. Itu berarti, seakan-akan memaksa bayi keluar padahal belum ada jalan keluar. Kalau dibiarkan dan tetap memaksa normal (yang berarti harus nunggu setiap pembukaan yang waktunya relative lama), maka kondisi ini akan merusak rahim mbak atau tali pusarnya lepas”, lanjut dokter (belakangan baru saya ketahui bahwa kontraksi saya berlangsung selama 5 menit! Bayangkan, 5 menit dalam frekuensi sering . Padahal kata mbak ipar saya, pada pembukaan 10 saja sakitnya tak berlangsung lama).

Akhirnya mau tak mau saya menjalani operasi caesar juga gara-gara “air ajaib”. Baru kali itu saya merasakan suasana operasi serta jarum suntik yang dimasukkin ke tubuh saya berkali-kali. Lengan kiri, tangan kanan, dan terakhir suntikkan pada daerah sum-sum belakang. Ya ampunnnnn.. Suakiiiitttt.. Mana diruang operasi sendiri lagi ga ada suami atau bapak ibu. Huhuhu.. Rasanya benar-benar campur aduk dan tak terkira.. Dan saya cuma bisa nangis sambil berdoa (apa aja).

Alhamdulillah.. Setelah setengah jam yang mendebarkan, bidadariku lahir jugaaaa..

Rasanya masih belum percayaaaa.. Anak ini yang kukandung dan kubawa kemana-mana selama hampir sembilan bulan.. *hayo mirip siapa? 😀

Ya udahlah.. Jalannya memang harus caesar.. Alhamdulillah semua sehat wal afiat.. Cuma saya risih tiap ada orang yang menyepelekan proses caesar.. Seakan-akan “takut sakit” menjadi alasan umum yang mereka ketahui, tanpa tahu kondisi ibu dan bayi sebenarnya..

Tumbuhlah sehat ya nak…. Tumbuhlah solihah.. Tumbuhlah menjadi wanita yang pengasih dan penyayang.. Amiieennn..

*NB: Sekali lagi, bagi bumil yang ingin persalinannya lancar, boleh deh minum air rumput fatimah tapi diatas pembukaan tujuh ya.. Dan yang terpenting, berdoa, berdoa, dan berdoa ya.. Semoga persalinannya lancar jayaaaa…



7 Responses to “Kenapa Harus Caesar?”

  • laila Says:

    Wah dilema ya Dif, mau nolak juga ga enak.. Hehe. Nanti setelah melahirkan biasanya para tetangga berbondong ngasih jamu. Duh, padahal menurut artikel yg pernah kubaca, jamu-jamuan bisa ngeringin rahim. Tapi kalau gak diminum takut dianggap gak menghargai… 😛

    Oh iya, Dokternya koq tahu, berarti banyak pasiennya yang mengonsumsi rumput fatimah yaa…

    However, Alhamdulillah sudah lahiran dan sehat semua…
    Selamat datang, manusia baruuuuuuuuu…Fufufuuuuuuuuuuuuuuwwwwwww terharuuuuuuu 🙂
    Selamat datang the real DIfana (ngerasa jadi alien ga selama hamil? :P)…
    Barakallah…

  • diva Says:

    setelah tragedi si air ajaib ini, aku ogah dicekoki macem-macem.. dan sebelum pulang memang panduannya dilarang mengonsumsi jamu2an.. hehehe…

    ngerasa jadi alien sih ga.. cuma aku kangen masa2 hamil.. pdhl wktu hamil pengen bayinya ndang keluar, wkwkwk.. dasar manusia.. :p

  • laila Says:

    Bghihihiii…lucu..lucu… Iya, ngangenin ya… Dulu aku waktu hamil itu alien banget. Gak tahan sama bau keringat sama bau nasi (biasanya suka). Apa-apa gak pener, tiba-tiba bisa nangis, terus kayak kucing mau ngelahirin (pindah-pindah dari Depok ke Nganjuk ke Kediri). Pokoknya inget itu ngerasa, koq aku bisa gitu ya…. Hormon..oh hormon. 😛 Nanti share tips buat bubur bayi ya… 🙂

  • diva Says:

    iyaaa.. masa-masa hamil hormonnya emng ga karu-karuan.. tapi ngangeni ya.. hbis ini ndang program la.. pasti bayimu ganteng dan pinter.. *amien

    bubur bayi? masih 6 bulan lagi sayankkkk.. hehehe..

  • laila Says:

    Oke Difanaaaaaa…MMMuuuummuuuwaaah….Amin.. thank you… Ga sabar buat lulus dan hamil lagi… Yasudah share tips apa aja deh dalam merawat bayii… See you around…:*

  • diva Says:

    semangat lailaaaaaaa… *kiss and big hug

  • Anonymous Says:

    iya aq yg persalinan pertama Fawwaz, jg minum rumput fatimah. Alhasil pendarahan hebat. sakit luar biasa. 🙁
    Mungkin jg Fawwaz capek disuruh keluar pdhl blm pembukaan lgkap. mangkanya pas lahir dia g mau nangis :'(

Leave a Reply