Bye Bye Bipoooo..

Sejak saya melahirkan Fazna, waktu saya tersita hanya untuknya. Sebagai full mommy, dirumah isinya ya ngurusin dia. Apalagi sekarang sudah makan tiga kali sehari, sudah bisa duduk, merangkak kemana-mana, praktis udah ga bisa ditinggal sendiri ini anak. Dan ini ngefek kepada adopsian saya, Bipo.

Saya jadi ingat pertama kali Bipo tiba-tiba saja ada dirumah. Perasaan senang dan bahagia menghinggapi perasaan saya saat itu. Cuma saya dan bapak saya yang terbilang “care” ngurusin dia. Mulai dari menyalonkannya, imunisasi, menyisiri bulu-bulunya yang putih bersih, mengajak bermain, beli pasir wangi serta makanan yang bergizi, sampe mengobati bagian tubuhnya yang sakit, hampir semua kegiatan Bipo menjadi tanggung jawab saya. Tapi setelah saya menikah, dan punya anak, semua kegiatan itu tak pernah saya lakukan lagi. Hal itu jelas bukan tanpa alasan. Ada Fazna yang jauh lebih membutuhkan saya.

Setiap saya melewati kandangnya, dia mengeong-ngeong serasa memanggil saya untuk mau diajaknya bermain. Huhuhu.. Perasaan sedih dan bersalah sangat membebani saya. Apalagi dia cukup lama sendiri. Chika dibawa oleh saudara saya ke Jogja untuk dikawinkan, tapi sampai sekarang belum ada kabar lagi bagaimana keadaan Chika. Sendiri itu kadang menyenangkan, tapi ketika sendiri terlalu lama, lama-lama akan merana juga. Bayangkan, sendiri tanpa ada yang mengerti bahasanya! Saya ga mau Bipo stress dan harus menjalani rawat inap seperti dulu, maka kesendiriannya harus segera diakhiri.

Bapak saya pun setuju dengan ide saya, untuk memberikan Bipo kepada orang yang tepat. Meski berat bagi saya, tapi kebahagiaan Bipo jauh diatas ego saya sendiri *hapus air mata. Jika saya tak bisa mengurusnya lagi, harus ada orang yang lebih sayang dari saya, harus ada yang lebih bertanggung jawab dari saya. Dan alhamdulillahhh.. Rencana kami cocok dengan takdirNya. Pada suatu hari, bapak saya ingin membeli jamu herbal yang sangat terkenal di dekat rumah kami (sebenernya ga deket-deket banget sih, hehehe). Pabrik pembuatan jamu herbal tersebut dimiliki oleh Pak Kyai Qomar dan dihuni oleh lebih dari 1000 anak yatim yang disekolahkan di pondok tersebut. Eh, ga taunya dirumah Pak Kyai ada 4 kucing sejenis Bipo, indukan semua, dan ada yang sedang birahi! How lucky him! Dan besoknya saya mengantarkan Bipo untuk melamar keempat gadis ting-ting tersebut.

 

 

Beranak pinak yang banyak ya Bipooooo.. Semoga kamu bahagia, rukun selalu bersama istri-istrimu… Dan insyAlloh aku deket kalau mau njenguk kamu.. Love you Bipo.. :’)



One Response to “Bye Bye Bipoooo..”

  • Anonymous Says:

    Nah :'(
    Ak enek 1 d omah jakarta jenenge mpil, ibuku pengen dgowo muleh dkediri golek lanang psan, jatukno bipo ben dirumat ibuku hahaha..

Leave a Reply