Fase GTM (Gerakan Tutup Mulut)

“Dek… Time to eatttt… Gasol gasol gasollll..”, seru saya dengan berakting wajah konyol sambil bersiap untuk menyuapinya.

“Eh, ini kan yang biasanya dekkkk.. Buka mulut donkkkk..”, lanjut saya sedikit heran dengan perubahan Fazna yang ga mau makan. Boro-boro makan, buka mulut susyahhhh. Saya pun sedikit memaksa dan cenderung bernada tinggi. Eh, bukannya membuka mulutnya lama-lama Fazna menangis dengan kencang dan saya terpaksa mengalah untuk menyudahi acara makan tersebut. Oh mungkin dia bosen dengan gasolnya, pikir saya saat itu.

Besoknya saya membuatkan Fazna MPASI (Makanan Pendamping Air Susu Ibu) dengan menu havermut. Ini sih kesukaan dia banget. Terlanjur bikin 3 sendok makan ternyata dia hanya mau membuka mulutnya untuk 2-3 sendok kecil saja, setelah itu Fazna bener-bener tutup mulut. Hal itu berlanjut hingga tiga hari kedepan. Di hari ketiga saya angkat tangan. Saya manusia biasa yang punya rasa sebal. Saya panggil asisten rumah tangga saya untuk meyuapinya, dan saya segera masuk kamar. Sebel, geram, kasihan, bingung, semua perasaan campur aduk. Saya sudah susah-susah bikinin dia makan, merencanakan menu yang berbeda dan bergizi setiap saat, ternyata dia ga mau makan. Rasanya penaaat sekali.

“Beb, aku sebel ama Fazna!”, seru istri.

“Emang kenapa? Bayi kok disebelin?”, jawab suami.

“Aku udah susah-susah bikinin dia maem kok ga dimaem sama sekali. Capek beb..”, keluh istri.

“Bosen kali dia”, duga suami.

“Udah kuvariasi macem-macem kok maemannya, dia aja yang susah maem”, cerocos istri tak kuasa menahan tangis.

“Bosen tempat, maeman, atau  mau tumbuh gigi kali beb”, suami beranalisis.

“Huhuhu.. Trus harus gimana donk?”, tanya istri.

“Sabar ya.. Sekarang kan sudah jadi ibu, dicari satu-satu penyebabnya ya”, seru suami.

Keesokan harinya saya bikinin dia nasi tim dengan lauk ikan patin. Eh ternyata “laplep”, habis deh semangkok bayi. Alhamdulillahhh.. Berarti analisis pertama mungkin dia memang bosen dengan gasol yang ga ada rasanya itu. Dan ketika minum ASI, tiba-tiba gigitannya menjadi sangat sakit. Setelah saya cek, ya ampunnnn.. Giginya udah nongol, bergerigi dan berwarna putih. Makanya rasanya sakit banget waktu digigit. Analisis kedua, mungkin kemarin dia mogok makan karena akan tumbuh gigi ini. Aduh duh duh.. Bisa barengan gitu momentnya..

Saya pun mencoba googling, dan istilah mogok makan tersebut terkenal dengan sebutan GTM (Gerakan Tutup Mulut). Ternyata rata-rata bayi akan mengalaminya di usia 8-12 bulan, dan itu bisa terjadi lagi pada bulan-bulan berikutnya jika dia akan tumbuh gigi, bosan makanannya, tempat, pengasuh yang berbeda, dan lain-lain. Oalahhhh.. Malunya saya.. Menghadapi anak ga seperti biasanya saja kok saya stress dan tidak bisa mengantisipasinya terlebih dahulu. Bagi temen-temen yang bayinya mengalami GTM juga, jangan stress ya.. Sebagai ibu baru kita memang harus banyak belajar, terutama belajar sabar.

Alhamdulillah di usia Fazna yang mau menginjak 9 bulan ini, gigi bawahnya mau tumbuh lagi (jadi total mau 2), sudah merangkak jauh, duduknya lebih stabil, dan udah mau berdiri aja.Oiya, kemarin berat badannya naek sangat sedikit karena GTM itu, masak sebulan cuma naek 3 ons. Pdhl kalau gizinya bagus, sebulan harusnya naek 1kg. Sempet disarankan DSA (dokter spesialis anak) untuk menambah sufor (susu formula), karena mungkin ASI (Air Susu Ibu) saya yang kurang. Tapi dasarnya saya pede dan ngenyel, saya ga mau menambah sufor, justru makanan yang lebih dibergiziin. Kebetulan juga dia ternyata suka yang amis2. Dan alhamdulillah dalam jangka waktu belum ada 2 minggu naeknya 6 ons, wow setengah kilo lebih (kalau sudah jadi ibu, pasti akan memahami bahagianya saya)! Kini dengan berat 7,4kg, lingkar kepala 41,5 cm, dan panjang badan 67 cm, Fazna termasuk bayi yang jarang sakit, alhamdulillahh..



Leave a Reply