8 Review Brand Clodi (Part 1)

Kali ini saya ingin me-review brand-brand clodi yang pernah dipakai Fazna. Tulisan saya ini murni hasil pengalaman, bukan karena ada niat iklan atau menjelek-jelekkan suatu brand. Karena semua konsumen berhak untuk menceritakan pengalamannya.  Mengingat perut dan paha bayi yang berbeda-beda tiap anak, serta cutting clodi yang berbeda-beda pula pada setiap brandnya, maka saya pun mencoba satu per satu yang menurut saya memang layak dicoba.

  1. Pempem

Ini adalah clodi brand lokal pertama saya punya, dan clodi pertama saya miliki. Setelah prewash 3x (yang salah satu tahap pencuciannya pakai deterjen), saya cobakan ke Fazna. Clodi ini trim (tipis), ga bulky (kalau bahasa Jawanya nggedebel), dan outer-nya (bagian luarnya) terbilang agak kaku (tapi yang agak kaku gini yang enak). Insert-nya ga tebal dan ga tipis, sehingga proses pengeringannya ga lama-lama amat. Daya serapnya lumayan, karena lapisan stay dry -nya memang cukup kering. Penggunaannya maksimal 4 jam. Pernah iseng saya pakaikan lebih dari 4 jam, yang ada bocor samping, jadi pesing deh. Clodi ini cocok dipakai di siang hari. Warna dan motifnya buanyakkk.. Sampai bingung pilih yang mana. Lubang masuk insertnya juga lebar. Noda bekas pup juga gampang dibersihin. Kalau Fazna sudah waktunya jam pup, biasanya kupakaikan clodi ini, hehehe.. Karena memang mudah dibersihin. Kekurangannya brand clodi ini adalah dia tidak mengeluarkan tipe pull-up (sebutan untuk clodi yang bisa dipakaikan seperti pospak jenis celana) dan lapisan stay dry-nya yang agak panas. Jadi cara memakaikannya harus ditidurin dulu. Kalau anaknya masih banyak tidur sih ga ada masalah, tapi kalau sudah banyak polah, ya harus dikasih mainan yang bisa dipegang untuk bisa tetep tidurin selagi makein clodi ini. Nilai yang pantas untuk Pempem adalah 7 untuk range 1-10.

  1. Clubebe

Ini adalah clodi brand lokal kedua yang saya miliki. Pertama megang outer-nya, “Wiiiii.. lembut bangettttt”.  Apalagi brand ini mengeluarkan jenis pull-up (biasanya diperuntukan bayi yang beratnya sudah 7kg keatas). Asyik-asyik.. Akhirnya langsung saja beli 3 biji gitu. Apalagi yang motif, gambarnya lucu-lucu. Tapi setelah dicobakan ke Fazna, ternyata ga cocok. Huhuhu.. Sedih banget rasanya.. Sudah terlanjur beli 3 biji tapi cutting-nya ga pas di paha dan perut Fazna. Padahal lapisan stay dry- nya sebenernya lebih lembut dari punya Pempem, tapi insertnya lebih tipis, jadi belum ada 4 jam pasti sudah pesing dan bocor samping. Agak kecewa sih ama brand ini. Tapi sampai sekarang tetap saya pakaikan kalau clodi-clodi yang lain belum kering alias dipakai kalau sudah kepepet. Nilainya 6 untuk range 1-10.

  1. GG (Gee Galery)

Salut banget rasanya.. Ada clodi lokal yang kualitasnya keren begini!! Saya langsung jatuh cinta sejak pemakaian pertama. Ini satu-satunya clodi lokal yang bisa dipakai lebih dari 4 jam, atau maksimal dipakai 5-6 jam lah. GG juga bisa dipakaikan malam hari (tanpa ganti) untuk Fazna. Kalau malam, biasanya saya pakaikan dari jam 10 malem sampai jam 7 pagi, ga bocor samping lho, tapi insert-nya memang sudah basah sah sah, hehehe. Fazna kalau malam memang pipisnya ga seberapa banyak. Insert-nya tebellll.. Jadi agak bulky penampilannya. Lapisan stay dry-nya lembut, nyerap keringat, dan ga panas. Oiya.. Saya pakai yang tipe pull-up, snap (kancing), jadi seperti memakaikan celana biasa. Cutting-nya juga pas untuk Fazna. Apalagi GG punya pelindung samping, sehingga pipisnya ga meluber kemana-mana. Nilainya 9,5 (hahhaha.. nanggung banget). Temen-temen saya juga banyak yang cocok pake GG ini. 4 dari 5 temen yang sudah nyobain buat anaknya mengaku cocok. Saking senengnya ada clodi lokal yang bagus dan harga yang pas, saya jadi kepikiran untuk jadi suplayernya lho.. Hihihi.. Ada yang mau beli di saya? (Dif.. Katanya ga ngiklan? Wkwkwkwk.. Sedikit).  Di eksport ke luar negeri juga peluang, karena ga kalah tanding dengan brand-brand terkenal. Kekuranganya motifnya kurang banyak, lubang untuk masukin insert-nya kecil, dan sedikit bulky. Tapi itu termasuk kekurangan yang bisa ditolerir lah.. Karena performanya top banget!

Kebetulan, untuk brand lokal terhenti pada percobaan ketiga, karena sudah menemukan merk GG, dan sudah males nyoba-nyoba yang lain. Padahal masih buanyak brand-brand baru yang bermunculan. Dan untuk sementara ini, GG adalah clodi terbanyak yang saya miliki. Hehehe.. Seneng bisa membeli karya dari negeri sendiri. Seneng bisa membeli “hasil keringat” saudara sendiri. Jadi, jangan asal beli clodi ya. Merk penting bukan untuk gaya-gayaan, tapi merk itu penting karena biasanya yang bermerk itu ada standartnya sendiri.

Bersambung…



One Response to “8 Review Brand Clodi (Part 1)”

Leave a Reply