8 Review Brand Clodi (Part 2)

Setelah me-review clodi brand lokal, kini saatnya saya akan me-review clodi brand import, yang katanya ada harga ada rupa.. Ah masak? Check this out..

  1. Ecoposh

Jauh sebelum saya “keracunan” clodi, saya sudah jatuh hati saja ngelihat warna-warnanya Ecoposh. Kalem-kalem dan keliatan eksklusif gitu. Padahal waktu itu saya belum tahu kegunaannya apa barang ini. Katanya, outer dan insert-nya full daur ulang dari plastik-plastik dan bambu. Alhamdulillah pada suatu ketika (halah), bisa terbeli juga! Dan setelah nyobain, hasilnya ga semenakjubkan ekspetasi saya kok. Bagus, tapi ga yang buagus gitu. Malah, karena outer-nya terbuat dari bambu, kalau sudah penuh jadi merembes. Duhhh.. Hal yang paling bikin males kalau clodi anak ngrembes itu adalah, baju emaknya harus ganti semua. Najis.. Najis.. Wkwkwk.. Ngrembes saja sih sebenarnya.. Ga sampe yang netes-netes gitu. Tapi karena clodi ini tidak terlapisi bahan PUL (tahan air) seperti clodi-clodi lainnya, pantat bayi justru bisa bernafas dengan leluasa (cocok untuk bayi yang sensitif). Bagi Fazna, Ecoposh paling pas dipakai malam hari, karena kesannya hangat, pipisnya ga banyak, terus kalau dirapetin ga sampai yang merah-merah gitu kulitnya. Ajaibnya.. Meski full bambu, tampilannya ga bulky lho. Jika dipakai di siang hari, 4,5 jam udah mulai merembes. Kalau dipakai di malam hari, biasanya saya pakaikan dari jam 9 sampai jam 7 pagi, ga ada masalah. Oiya, Ecoposh ini juga punya pelindung samping, biar pipisnya ga kemana-mana. Minusnya Ecoposh adalah keringnya lamaaa.. Buat yang clodinya “kejar tayang” alias cuci kering pakai, sepertinya Ecoposh ga masuk dalam kriteria ini ya. Keringnya minimal 3 hari. Jadi outer-outer lainnya sehari udah kering, dia belum kering sendiri. Insert-insert yang lain 2 hari saja sudah kering, insertnya Ecoposh 3 hari saja belum tentu kering. Makanya saya jarang memilih insert berbahan bambu karena keringnya lama. Jadi, Ecoposh mendapat nilai 8 lah, karena performanya sip tapi harganya ga sip.

  1. Rumparozz (RaR)

Kalau search di instagram, pengguna clodi brand ini buanyakkkk.. Hampir di seluruh penjuru dunia ada saja yang pakai. Pertama kali RaR datang, wow.. Outer-nya tebal, keliatan banget kalau clodi kelas dunia. Motifnya bagus-bagus. Yang polos pun warnanya menarik-menarik. Dan saya berpikir, mungkin kalau ada uang lebih, bisa nih dijadikan investasi. Tapi setelah dipakaikan, ternyata cutting-nya ga terlalu pas di perut Fazna. Malah karena outer-nya tebal, jadi ketika dirapetin, kulitnya Fazna agak mbekas merah gitu. Kalau dilonggarin, ya ga pas. Nah lho.. Padahal kalau dilihat dari segi performanya sih oke banget. Karena selama memakai RaR ini, belum pernah clodi ini bocor samping, baik dipakai pada malam hari, atau pun siang hari (jam-jamnya Fazna pipis banyak adalah justru di siang hari). Lapisan stay dry-nya juga kering, padahal insert-nya sudah basah. Kalau anaknya ga seberapa gemuk, RaR cocok banget nih. Untuk dipakaikan malam hari, saya biasa memakaikannya dari jam 8 malam hingga jam 7 pagi. Sedangkan pemakaian siang hari, 5 jam lebih masih oke lho.  Untuk RaR, saya kasih nilai 8 lah, karena motif-motifnya menarik hati. Kalau ga kuat “iman”, bisa kalap.. Hehehe.

  1. Charlie Banana

Ini brand import yang paling ga rapi menurut saya. Wkwkwk.. Maaf-maaf.. Bukan ga puas, tapi tampilannya memang ga rapi. Padahal warna-warna polosnya bagus, kayak permen lollipop, dan ga bulky lho. Sistem pengaturan besarnya paha yang berada di dalam outer, bikin clodi ini setelah dipakai, jatuhnya malah ga rapi. Padahal kalau ngomongin performanya, clodi ini oke banget! Meski insert-nya lebih kecil dibanding clodi-clodi yang lainnya, tapi daya tampungnya bagus (sama seperti RaR). Kalau dirapetin, kulit Fazna juga ga merah-merah. Cocok untuk tubuh bayi yang berpawakan kecil. Dan lapisan stay dry-nya juga keringgggg. Minusnya cuma ga rapi itu saja. Charlie Banana dapat nilai 8 juga deh.

  1. Blueberry Mingky

Blueberry adalah clodi paling premium yang saya punya. Penasaran saja dengan review orang-orang yang bilang kalau clodi ini hampir tanpa cacat. Hampir semua bilang pas, bagus, lucu, dan semua argumen yang bernada positif lainnya (kecuali harganya ya). Setelah saya cobain ke Fazna, performanya memang bagus banget. Ga pernah bocor samping, padahal biasanya saya pakaikan lebih lama dibanding clodi-clodi brand lain. Motifnya lucu-lucu. Lapisan stay dry-nya juga kering. Lubang masukin insert-nya juga besar. Bentuk insert-nya lain daripada yang lain, karena bentuknya memanjang dan bisa ditekuk. Oiya, hampir semua clodi import akan mendapat 2 insert (besar dan kecil), yang cara pakainya bisa sampai 6 macam pemakaian yang berbeda. Dari settingan new born, bayi cewek, bayi cowok, sampai untuk bayi yang pipisnya banyak. Semua brand import yang saya review selalu dapat 2 insert kok. Tapi selama ini, Fazna setia memakai 1 insert saja, karena 1 saja sudah cukup, dan kalau pun sudah basah biasanya akan saya ganti beserta outer-nya. Kebetulan saya penggemar clodi jenis pocket (kantong) dan snap (kancing). Blueberry yang saya pilih adalah Blueberry yang outer-nya adalah PUL kemudian dilapisi mingky (sejenis beludru, jadi kalau dipegang lembut). Kalau dirapetin, kulitnya Fazna juga ga merah-merah. Semua aspek yang diinginkan clodi, terpenuhi di clodi brand ini, minusnya adalah terletak pada tampilannya yang bulky banget! Fazna terlihat sangat “semok” pakai ini.. Seperti ada bagian kosong yang banyak.. Hihihi.. Menurut saya, brand ini cocok untuk bayi yang berperawakan besar. Dan sama seperti brand import lainnya, maka Blueberry saya kasih nilai 8!

  1. BumGenius (BG)

Perburuan clodi import saya terhenti di brand ini. Saya merasa sudah bertemu “jodoh” untuk perut dan pahanya Fazna (hahaha.. lebay amat nih). Hampir seperti Blueberry, clodi ini performanya tanpa cacat. Padahal dibanding outer brand-brand import lainnya, BG sebenarnya lebih tipis. Dengan RaR saja jauh banget tebalnya. Tapi itu pula yang menjadikan clodi ini so trimmmm! Persis kayak pakai pospak. Yang bikin takjub, meski super trim, daya serapnya oke! Kalau siang hari bisa sampai 5 jam (sepertinya bisa lebih, tapi tetap saya ganti kalau sudah 5 jam), kalau malam biasanya saya pakaikan dari jam 8 malam sampai jam 7 pagi. Pupnya juga gampang hilang. Dan kalau dirapetin ga sampai yang merah-merah menyakitkan gitu kulitnya Fazna. Warna-warnanya yang polos dan motif bagus-bagus (sayang, beberapa warna ada yang sudah discontinued). Saya benar-benar jatuh cinta dengan clodi brand ini. Minusnya, saya jadi kalap mata, wkwkwk.. (tahan Dif.. Tahan.. Sudah cukup clodinya Fazna). Coba deh search “bumgenius” di instagram, astagaaa… Koleksinya bule-bule itu bikin ngiriiiii.. Bisa seperti pelangi gitu penampakannya. Untuk BG, saya kasih nilai 10! Coba kalau BG ngeluarin seri pull-up, bisa saya kasih nilai 11 nih, hihihi. Tapi memang clodi import jarang ada yang ngeluarin seri pull-up. Kebanyakan size-nya untuk new born (untuk bayi baru lahir hingga sekitar 7kg) atau all size (dari lahir hinga berumur 2 tahunan). 4 jempol deh untuk BG!

Fazna membutuhkan clodi sekitar 4-6 buah perhari. Jadi ini jadwal biasanya Fazna ganti clodi, jam 7 pagi sampai jam 12 siang, jam 12 siang sampai jam 4 sore, jam 4 sore sampai jam 8 malam, jam 8 malam sampai jam 7 pagi. Tapi kalau ditengah-tengah jam baru ganti sudah pup, ya harus lekas diganti. Alhamdulillah, dengan rajin memakai clodi, pantat Fazna jarang merah-merah, padahal sudah tidak pakai rash cream lagi (rash cream/anti ruam justru tidak dianjurkan ketika memakai clodi, karena minyak yang terkandung dalam rash cream akan mengurangi daya serap clodi).

Fazna memakai clodi sejak berumur 7 bulan. Hihihi.. Agak telat ya? Ga papa deh.. Lebih baik telat daripada tidak (halah). Ya siapa lagi kalau bukan karena semangat dari bapaknya, hehehe. Kalau bapaknya ga nyemangatin untuk go green, mungkin Fazna sampai sekarang masih pakai pospak. Buat teman-teman yang sekarang lagi hamil atau yang berniat untuk save the earth and save money with clodi, ga ada salahnya mulai mencicil beberapa merk yang ingin dicoba mulai dari sekarang. Maksudnya biar ga langsung brek hampir 2 jutaan cuma buat beli popok. Nanti suaminya malah ga jadi ndukung, hehehe.

Di setiap brand, biasanya ada macam-macam tipe, jadi teman-teman ingin yang seperti apa, tanya detail ke penjual ya. Jangan seperti saya, dulu diawal-awal seneng ngeliat dari penampakannya doank. Ingin yang model snap (kancing) atau velcro (kretekan). Mau yang sistem kantong (pocket) atau yang cover (cuma diganti insert-nya saja). Ingin yang khusus bayi baru lahir atau bisa dipakai sampai umur 2 tahun. Bingung? Masih belum jelas? Nanya saja deh dengan penjualnya, pasti dijawab kok.

Sampai detik ini, Fazna sudah punya 20 biji clodi, semoga benar-benar bisa diturunkan untuk adiknya, (amiennn). Kalau ingin lebih hemat, bisa diakali beli 10 biji clodi dengan tambahan 5 insert yang dijual terpisah juga sudah cukup. Kenapa perlu tambahan insert? Karena rata-rata insert memerlukan waktu lebih lama (kurang lebih 2 hari) untuk kering, sedangkan outer rata-rata sehari juga sudah kering. Pernah di Jakarta, cuaca sedang sangat panassss.. Terus anginnya juga kuenceng (kebetulan saya menjemur clodi-clodi Fazna dilantai 2). Keesokan harinya cucian saya kering ring ring, termasuk yang Ecoposh.. Hahahaha.. Saya sampai takjub! Tapi kejadian itu hanya terjadi 1 atau 2  kali saja, selanjutnya ya kembali ke suhu normal, hehehe. Malahan, kalau sedang musim hujan, siap-siap nambah insert deh biar urusan perclodian tetap berlanjut (kebetulan saya juga punya insert tambahan merk GG, karena insertnya recomended).

Tempat saya membeli clodi juga macam-macam. Kalau yang suka jelajah di website, klik ini. Kalau suka intip-intip di instagram, klik ini. Kalau familier dengan facebook, bisa klik ini. Di ketiga tempat itu saya pernah beli, dan pelayanannya sangat ramah. Di jaman tekhnologi seperti ini memang ga ada yang “sembunyi” ya, semua gampang untuk dicari.

Setelah me-review 8 brand diatas, bisa teman-teman simpulkan sendiri kan? Untuk brand lokal, GG adalah yang terbaik, sedangkan untuk brand import, BG yang paling top. Eits… Itu berlaku untuk tubuh Fazna, karena sekali lagi, lain anak, lain tipe tubuhnya. Tapi ga ada salahnya untuk mencoba dua brand ini, karena banyak yang cocok!

Alhamdulillah.. Saya patut bersyukur.. Setelah berinvest, kini saatnya saya merasakan “keuntungan”nya. Ketika di swalayan trus ada tulisan “promo-promo”, saya sudah tidak “nafsu” berebut dengan ibu-ibu yang lain. Tinggal dijaga saja semangatnya untuk tetap bisa mencuci setiap hari, hehehe. Lumayan, bagi ibu rumah tangga (IRT) seperti saya, mencuci bisa menjadi cara untuk berolahraga (halah alasan).

Salam clodi, salam happy!



Leave a Reply