Rimba Baca (Lagi)

Yihaaaa… Ke Rimba baca lagiiii.. Tempat yang homie untuk para pecinta buku di daerah Jakarta Selatan. Berawal dari diajak tetangga, Bu Ridwan, akhirnya kami ketagihan untuk datang dan datang lagi. Pengen banget jadi membernya, karena banyak keuntungan-keuntungan yang di dapat, tapi sayang minat baca Fazna masih belum kuat. Dikenakan 350 ribu per tahun serta bebas dari biaya pendaftaran. Maksimal boleh ¬†meminjam lima buku selama lima hari. Jika selama lima hari bukunya masih belum selesai dibaca, boleh mundur sampai lima hari lagi. Nah.. kalau lebih dari lima hari yang kedua ini, baru deh kena denda 5000 per buku setiap harinya. Oiya, kalau mau survey dulu juga ga dilarang. Bayar 35 ribu per anak, tapi ga boleh pinjem buku. Jadi ya bacanya disitu.

4

Yang bikin betah sih karena design rumahnya memang diperuntukkan untuk membaca dan bermain untuk anak-anak maupun dewasa. Yuk ah check this out..

5

Keterangan:

1. Ini rak baca untuk anak yang berumur 0-3 tahun. Trus sampingnya lagi untuk anak yang berumur 4-8 tahun. Rata-rata hampir semua bukunya berbahasa Inggris. Ada sih yang berbahasa Indonesia, tapi itu 1% dari semua jumlah buku yang ada. (Maaf ya fotonya “bocor”, ada pak tukang yang sedang membenahi lantai parkitnya yang dimakan rayap, hehehe).

2. Ini rak baca untuk 9-12 tahun. Disampingnya ada toiletnya yang bersih dan wangiiiii (penting ya Dif? Entahlah, saya suka toilet yang bersih dan wangi. Tapi bukan berarti mau tidur situ lho ya.. Hahahaha).

3. Resepsionis. Tempat kita mendaftar dan tersedia buku-buku bersegel, stiker, pamlet iklan, dll yang dijual. Di depannya tersedia pula rak sepatu, jadi wajib melepaskan alas kaki, agar kita lebih hommie.

4. Kantin mungil yang lumayan menyediakan berbagai macam makanan dan minuman untuk mengganjal perut.

7

Disamping toilet tadi, ada garasi yang difungsikan sebagai tempat melukis. Tersedia berbagai karakter-karakter kartun yang lucu dan menarik. Bagi anak yang suka mewarnai, disini bisa menjadi “surga”nya. Ada pensil warna, crayon (ga pake Shincan ya, hehehe), bolpoint warna, dan media mewarnai lainnya (tapi hanya dipakai ditempat aja yaaa.. Khusus yang ini ga boleh dibawa pulang yang ini). Setelah selesai mewarnai, hasilnya boleh dibawa pulang, boleh juga dipasang disini, seperti temen-temen yang lain. Oiya, boleh juga membawa karakter-karakter gambar yang belum diwarnai untuk mengisi waktu luang dirumah.

6

Setelah puas menjelajahi lantai 1, saatnya berkunjung ke lantai 2, khusus dewasa. Duhhhhhh.. Rasanya pengen berlama-lama baca buku disini. Sayang, bukunya berbahasa Inggris semua. Bisa-bisa sebulan cuma bisa nyelesiin satu buku saja nih. Padahal saya orangnya penasaran, mana bisa baca novel fiksi ataupun sejarah yang harus diterjemahkan dulu, secara mandiri. Hadeh Difanaaa…(saya sedang menertawakan diri sendiri).

8

 

Ini kegiatan “sok kerennya” ya.. Hihihi..

5. 5 menit pertama: Fazna suka buku yang bergambar single.

6. 5 menit kedua : Cuma dilihat gambar-gambarnya doang.

7. 5 menit ketiga: Naik meja trus bukunya diberantakin.. Hahahaha.

8. Bu Ridwan mendongeng buku untuk kedua putrinya yang sudah tertarik dengan buku (tuh lihat Fazna.. ndengerin sebentar trus kabur.. wekekekeke).

9. Padahal saya pengen banget mendongeng.. Alhasil Kayla, anak Bu Ridwan, yang menjadi sasaran saya.. Hihihi..

10. Fazna lagi asyik mencorat-coret.. Belum bisa mewarnai dengan benar.. (ya iyalah.. masih umur berapa Dif!).

9

 

Minat baca Fazna masih belum kuat. Meski demikian, setidaknya ada usaha orang tuanya untuk menjadikan dia anak yang bersahabat dengan buku. Jadiiii.. Di rimba baca dia main-main mulu.. hahaha.. Namanya juga anak-anak..

Hmmm.. Teman-teman punya solusi jitu untuk membuat anak agar jatuh cinta dengan buku?



Leave a Reply