Ngaji Bersama Mama Dedeh

Biasanya cuma bisa liat di tivi, alhamdulillah kemarin saya diberi kesempatan untuk bertemu dan ikut ceramahnya beliau, Mama Dedeh. Tiap pagi, saya dan suami kalau liat acara yang judulnya “Mama dan A`a” di salah satu tivi swasta ini, isinya ketawa mulu. Habis lucu plus serius sih cara menyampaikan isi ceramahnya, jadi sangat mudah diterima untuk masyarakat.

Jadi, ceritanya kemarin diajakin Mbak Aztry, Mbak ipar saya untuk ikut pengajian di Rumah Ilmu Al-Hilya, deket rumah. Rupanya rumah ini sering banget dijadikan tempat menimba ilmu Islam. Mulai dari kajian untuk akhwat, pasutri (pasangan suami istri), tematik, kitab-kitab dan fiqih, serta kelas tahsin. Alhamdulillahhh.. Lengkap banget ya.. Dan ustzad atau ustazdah yang diundang pun ganti-ganti. Bagi yang disekitaran Cinere-Depok, boleh lho dateng. Alamatnya di Jalan Bukit Barisan Raya Blok J/222. Selain masuknya free, disini juga disediakan air mineral dan snack yang free juga. Hmmm.. Jadi pengen sering-sering dateng kesini ya.. *coleksuami

b

”Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya; dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” (QS : At Taubah(9):36).

Yang dimaksud empat bulan haram itu adalah Dzul Qa’dah, Dzul Hijjah, Muharram dan Rajab. Karena menjelang pergantian tahun Islam, maka tema kajian kali ini adalah Bulan Dzul Hijjah (Hijriyah). Dalam perhitungan waktu, umat Islam berpatokan pada peredaran bulan, berbeda dengan kalender Masehi yang berpatokan pada matahari. Kaum ulama mempunyai banyak pendapat tentang hal ini. Salah satunya adalah, karena bulan adalah gambaran tentang umat manusia. Dari ga ada, ada, kemudian hilang, oleh karena itu kita dilarang sombong. Andaikata kita sekarang kaya, berapa lama sih kaya kita? Andaikata kita sekarang cantik, sampai umur berapa sih kita cantik? Andaikata kita sekarang kuat, sampai kapan sih kita kuat? Mau nyombongin apa coba?

Hijriyah berasal dari kata hijrah yang bermakna meninggalkan perbuatan yang dilarang oleh Alloh, meninggalkan orang-orang yang ga baik (karena kita dapat dinilai dari sahabat kita), atau berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Kita memang boleh berteman dengan siapa saja, tapi dalam pemilihan sahabat, kita harus selektif. Kalau sahabat kita wangi, tanpa disadari pun kita juga ikut wangi.

Nabi Muhammad dari kecil hingga dewasa sering berhijrah. Ketika beliau masih menyusu pada ibunya, ibunya “diambil” oleh Alloh, sehingga Nabi Muhammad harus disusui Ibu Halimah di kampung Sadiyah. Hijrah ini dimaksudkan agar Nabi Muhammad bisa dibesarkan dalam ketenangan, bukan di Mekah yang saat itu adalah kota metropolis. Umur 6 tahun dia dirawat oleh kakeknya yang sangat kaya dan berpengaruh. Hijrah kali ini bertujuan agar Nabi Muhammad dapat menyerap ilmu perdagangan yang dimiliki oleh kakeknya (ingat, 8 dari 10 pintu rejeki adalah lewat perdagangan). Setelah itu diasuh oleh pamannya, Abu Thalib yang hidupnya sangat sederhana. Hal ini juga bertujuan agar ketika masih anak-anak, Nabi Muhammad diajarkan untuk menahan nafsunya. Adalah kurang tepat, jika keinginan anak setiap saat dipenuhi, harus ada remnya. Dan Abu Thalib adalah sosok yang tepat untuk mengajarkan kesederhanaan, yang tak jarang jika lapar dan tak ada makanan, maka perutnya diganjal oleh batu.

a

Setelah berceramah kurang lebih 1,5 jam, maka setengah jam berikutnya digunakan untuk sesi tanya jawab tentang semua hal. Ada yang mempertanyakan bagian warisan, tujuan hidup, nikah, haji, hukum mencukur alis dan menggunakan bulu mata, shalat wajib, shalat sunnah, dan lain-lain. Alhamdulillah seruuuuu..

c



Leave a Reply