Laundry Treatment with RLR

Hampir satu semester clodi (cloth diaper)-nya Fazna ga pernah di stripping (stripping adalah perawatan yang perlu dilakukan untuk membuat usia clodi lebih panjang alias awet). Sebenarnya kalau telaten sebulan sekali ngerendem clodi di air panas sampai kurang lebih 3x, sudah cukup. Dulu awal-awal punya clodi, rajin amat stripping setiap bulan, tapi lama kelamaan males juga.. Hahahaha, dasar emak-emak males. Terussssss.. Karena ada asisten rumah tangga baru, jadi nyucinya ngaco deh. Clodi Fazna pernah dikasih pewangi, pelembut, dan disetrika (untung yang disetrika cuma 2-3 insert)! Hadehhhh.. Sempet patah hati saya. Memang sih, setelah dikasih pewangi, clodinya Fazna lebih harum. Tapi kalau sudah kena pipis sekali saja, bau pesingnya dua kali lipat dari biasanya! Kebayang dong, pengen cium-cium Fazna trus bau pesing alhasil jadi ilfeel, wekekeke (maaf ya nak).

Akhirnya berbekal googling, bertemulah saya dengan RLR. Katanya, bubuk ini ajaib karena bisa menuntaskan semua persoalan clodi yang pesing, kusam, kaku, dan cepat bocor bahkan mengatasi kulit bayi yang tiba-tiba ruam. Berdasarkan review clodi addict juga bagus-bagus, dan semua menyarankannya. Okelah dealll.. Setelah semua clodi dicuci bersih pakai deterjen, dalam keadaan kering atau basah, mulailah stripping treatment dengan RLR. Oiya, menurut penunjuknya, RLR ini bisa dicampur dengan deterjen untuk mencuci clodi yang kotor. Tapi menurut logika saya, lha ini kan perawatan, masak ya dicampur dengan deterjen sehari-hari. Akhirnya saya memutuskan untuk mencuci bersih dulu, baru kemudian menggunakan RLR.

rlr

 

Penampakan RLR

Cara penggunaannya persis kayak deterjen biasa. 1 bungkus bisa untuk 18-24 clodi beserta double insert-nya. Cara kerja RLR ini adalah mengeluarkan residu-residu deterjen yang selama ini dipakai. Jadi diharapkan bisa kembali seperti sedia kala dengan performa seperti clodi baru (belinya bisa dibanyak onlineshop di Instagram ya). Karena clodi Fazna agak banyak, akhirnya saya membaginya jadi dua sesi. Kalau menurut review sih, busanya akan sangat banyak bahkan melimpah ruah. Tapi menurut saya ga banyak-banyak banget. Mungkin karena saya menggunakan deterjen yang khusus clodi, Ultraco (saya ga dibayar sama dua produk ini lho ya, hehehe). Cuma direndam 20-30 menit, terus dibilas deh. Oiya.. Bilasnya cukup capekkkkkk. Bisa lebih dari 12x bilasan (nah lo) pokoknya sampai ga berbusa lagi. Bagi yang ga mau capek, bisa di mode rinse di mesin cuci. Tapi karena asisten rumah tangga saya sanggup, maka saya memilih membilasnya dengan tangan.

bIni adalah hasil rendaman clodi Fazna dengan RLR. Ga banyak-banyak banget kan busanya?

Setelah melalui proses pembilasan yang melelahkan, baru deh dijemur. Tapi saya melakukan kesalahan, karena melakukan perawatan clodi ketika musim hujan! Hahaha.. Kurang lebih 5 hari Fazna absen pakai clodi, dan menghabiskan sebungkus besar pospak (popok sekali pakai). Di Jakarta mendung bangetttt. Jadi buat teman-teman yang ingin melakukan stripping untuk clodi-clodinya, usahakan dilakukan di musim panas ya! Karena menurut petunjuknya sih, akan lebih efektif jika dijemur dibawah terik sinar matahari. Ya gimana lagi.. Habis kemarin-kemarin berasa banget pesingnya gara-gara “kecelakaan” pewangi. Dipakai satu-dua jam saja sudah pesing, bete kan?

Hasilnya gimana? Alhamdulillah hasilnya clodi Fazna lebih seger dan ga cepet pesing (baru tercium pesing setelah 4-5 jam kemudian setelah pemakaian, itu masih dalam batas yang wajar kok). Bahkan insert yang tadinya kaku kayak keripik, bisa sedikit lebih lentur. Warna insert-nya sih rata-rata lebih cerah (atau hanya suggest saja ya? hehehe) Rencana saya sih, saya akan rutin stripping pakai RLR ini setiap 6 bulan sekali. Jadi setiap semester gitu.. Soalnya kalau sering-sering malah ga bagus untuk clodinya. Repot? Yaaaa repotnya sebentar kok. Setelah kering, siap menemani Fazna berpetualang sehari-hari dengan ceria, hehehe.. Lebaynyaaaa.. Yes go Green!!!

a

 Koleksinya Fazna dan belum berniat untuk menambahnya lagi.. Hehehe.. Semangat ya ibu-ibu!



Leave a Reply