Kronologi Lomba Zwitsal

tb2Langsung tertarik nulis deh lihat pengumuman ini..

Berbekal bismillah, akhirnya saya pun memutuskan untuk ikutan lomba ini dan mengirimkannya. Berbicara tentang bagaimana kasih sayang Ibu kepada anak dan cucunya adalah hal yang semua orang bisa. Untuk saya pribadi, tentu saja saya berharap jadi pemenang, meskipun bukan pemenang utama. Beberapa hari kemudian sebelum pengumuman pemenang lomba nulis di Fanpage-nya Zwitsal, tiba-tiba saya mendapat email seperti ini:

tb5

Saya langsung speachless bacanya.. Alhamdulillaaahhhhh.. Setelah sekian lama tulisan saya ga pernah dimuat di suatu media, akhirnya ada juga yang melirik.. Dan saya pun berbalas-balasan email dengan Mbak Elga ini.

tb4

tb3

Beberapa menit kemudian, saya di telpon oleh Mbak Elga ini untuk memastikan bahwa Difana itu benar-benar saya. Saya sangat tersipu ketika Mbak Elga ini menyatakan bahwa tulisan saya adalah yang paling spesial *ciyeeeeeee *mimisan *bohongtapi. Beberapa hari Mbak Elga telpon saya untuk “mengejar-ngejar” apakah saya mau menerima hadiah utamanya. Tapi karena nomer ga dikenal, jadi saya malas untuk mengangkat. Baru ketika dapet email diatas, ganti saya yang mengejar-ngejar dia.. hehehe. Saya baca lagi deh pengumumannya, pemenangnya memang ada 10 orang, dan 1 hadiah utama untuk tulisan yang spesial *mimisanlagi *bohonglagitapi. Hihihi.. Daaaaannn.. Hadiah utamanya makan-makan di tempat makan yang sepertinya sangat mewah. Reviews-nya mayoritas berbahasa Inggris semua. Sebenernya bukan makan-makannya yang bikin seneng, tapi predikat sebagai penulis “tulisan spesial” itu yang bikin hati berbunga-bunga.

tb7

Saya pun mengiyakan untuk di undang makan malam di restoran ini. Rencananya mengajak suami, anak, dan orang tua. Berhubung orang tua kandung jauh di seberang sono, jadi ya mertua yang diajak. Besoknya, ketika Pak sopir datang dan saya bersiap untuk berangkat, Fazna diare hebat. Duhhhh.. Sepertinya ga mungkin untuk ninggalin anak dalam keadaan seperti itu. Akhirnya dengan berat hati, saya menelepon Mbak Elga untuk mengabari kalau saya ga bisa memenuhi undangan. Huhuhu.. Rasanya sedih mengecewakan orang lain. Padahal kemarin-kemarin saya bilang bisa, eh giliran beberapa jam sebelum dinner, malah ngabari ga bisa *berasa munafik saja, plin plan. Mbak Elga sampai memberi usul untuk tidak mengajak Fazna, karena dinner itu dikhususkan untuk saya dan ibu saya (karena temanya hari Ibu). Sedih banget rasanya mempermainkan orang lain. Pak sopir pun akhirnya pulang. Huhuhu.. Maaf yang Mbak Elga.. Maaf ya Zwitsal.. Ini diluar rencana saya. Mbak Elga pun menyatakan untuk menganulir hadiah utamanya untuk saya. It`s okey.. Sadar diri lah.. Saya sudah mengecewakannya.. Terdengar dari suaranya.. Tapi ternyata saya masih dimasukkan sebagai 10 pemenang tersebut. Terhibur sih.. Foto saya, mama, dan Fazna terpampang di fanpage-nya Zwitsal.

tb1

 

Sekali lagi maafkan saya ya Mbak Elga.. Maafkan saya Zwitsal.. Semoga lain kali bisa jadi pemenang dan bisa memenuhi undangan sebagai pemenang utama (lagi) *aaaammiiieeennnn…



Leave a Reply